Google search engine
HomeSejarahDampak Pertempuran Mu’tah: Air Mata Sang Nabi

Dampak Pertempuran Mu’tah: Air Mata Sang Nabi

📚 OneDayOneSirah
📘 Edisi 357 dari 732

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Segala puji bagi Allah, Tuhan Yang Mahaperkasa dan Mahabijaksana, yang menakdirkan setiap kemenangan maupun pengorbanan dalam jalan dakwah sebagai bagian dari sunah perjuangan para rasul. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ, yang hatinya penuh kasih dan jiwanya tegar membimbing umat.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّد

Setelah gugurnya tiga panglima besar Islam — Zaid bin Haritsah, Ja’far bin Abi Thalib, dan Abdullah bin Rawahah — dalam Perang Mu’tah, Madinah bukan hanya menyambut para mujahid yang kembali, tetapi juga merasakan duka yang dalam. Rasulullah ﷺ sendiri — meski menerima takdir dengan iman dan tawakal — tak kuasa menyembunyikan kesedihannya atas kehilangan orang-orang terdekatnya.

🕋 Tangisan Nabi di Rumah Ja’far

Diriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ mendatangi rumah Ja’far bin Abi Thalib. Saat itu, Asma’ binti ‘Umair, istri Ja’far, tengah menyiapkan adonan roti, tidak mengetahui bahwa suaminya telah syahid. Anak-anaknya telah dimandikan dan diminyaki, seolah Allah menyiapkan mereka untuk menerima berita besar.

Ketika Rasulullah ﷺ tiba, beliau memeluk dan mencium anak-anak Ja’far. Air mata mengalir dari wajah beliau. Asma’ yang menyaksikan itu bertanya cemas, “Wahai Rasulullah, demi ayah dan ibuku, mengapa Anda menangis? Apakah telah terjadi sesuatu pada Ja’far dan para sahabatnya?”

Rasulullah ﷺ menjawab dengan penuh kesedihan:
“Ya, mereka semua telah gugur hari ini.”

Tangisan pun pecah. Asma’ menangis histeris. Kaum wanita berdatangan untuk menghiburnya. Rasulullah ﷺ pulang sambil berpesan kepada para istrinya:
“Jangan lupakan keluarga Ja’far. Buatkan makanan untuk mereka, karena kini mereka tengah dirundung kesedihan.”

▶️ Putri Zaid dan Hati Rasulullah yang Lembut

Tak lama kemudian, putri dari Zaid bin Haritsah — anak angkat beliau yang gugur sebagai panglima pertama — datang kepada Rasulullah ﷺ. Beliau kembali menangis, memeluknya erat sambil mengusap kepala sang anak. Ketika para sahabat heran, mereka bertanya:

“Wahai Rasulullah, mengapa Anda menangis padahal mereka adalah para syuhada yang telah masuk surga?”

Beliau menjawab:
“Ini adalah air mata seseorang yang kehilangan sahabatnya.”
(Diriwayatkan dalam Sirah Ibnu Hisyam dan juga Fiqh as-Sirah al-Buthī, bab Ghazwah Mu’tah)

▶️ Keteladanan: Nabi yang Paling Tegar dan Paling Lembut

Peristiwa ini menunjukkan kepada kita betapa agungnya akhlak Rasulullah ﷺ. Beliau bukan hanya pemimpin medan tempur, tetapi juga pelindung hati-hati yang rapuh. Ia tidak kaku dalam menyikapi duka, bahkan menangis — bukan karena lemahnya iman, tapi karena kuatnya cinta.

Pelajaran dari Mu’tah
1. Syahid bukanlah akhir, tetapi awal kehidupan sejati.
2. Pemimpin sejati adalah yang hadir dalam suka maupun duka umatnya.
3. Keberanian di medan jihad harus diimbangi kelembutan dalam membimbing keluarga yang ditinggal.

InsyaaAllah, dalam edisi berikutnya kita akan lanjutkan kisah agung dakwah Rasulullah ﷺ dan pasukan Islam setelah Mu’tah.

🎯 Sukseskan Gerakan:
1. Hadir tepat waktu dan takbiratul ihram bersama imam.
2. Rebutlah shaf pertama dalam setiap shalat berjamaah.

📲 Gabung Grup Sirah Nabawiyah:
* WA: https://bit.ly/Siroh9
* Telegram: https://t.me/BaitulIzzah_SirahNabawiyah

وَاللّٰهُ يَقُوْلُ الْحَقَّ وَهُوَ يَهْدِي السَّبِيلَ

📝 Disusun oleh:
Alfaqir ilallah Mangesti Waluyo Sedjati
Ketua KBIHU Baitul Izzah, Sidoarjo | Hp/WA: 0811 254 005

📚 Referensi Lengkap:
1. Sirah Nabawiyah – Ibnu Hisyam
2. Fiqh as-Sirah – Dr. Muhammad Sa’id Ramadhan al-Buthi
3. Ar-Rahiq al-Makhtum – Syaikh Shafiyurrahman al-Mubarakfuri
4. Al-Bidāyah wa an-Nihāyah – Ibnu Katsir

💎 “Semoga kisah ini menjadi amal jariyah ilmu. Jika menginspirasi, silakan bapak/ibu [[fullname]] bagikan. Mari nyalakan nurani bangsa dengan cahaya sirah Nabawiyah.”

(gwa-pbi).

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments