Google search engine
HomeDewan DakwahDewan Dakwah Pamekasan Resmi Dilantik, Pengurus Diminta Utamakan Keteladanan dan Keikhlasan dalam...

Dewan Dakwah Pamekasan Resmi Dilantik, Pengurus Diminta Utamakan Keteladanan dan Keikhlasan dalam Berdakwah

Oleh: Rohmatin, Biro Kemuslitaan Dewan Da’wah Jatim

PAMEKASAN-dewan-dakwah-jatim (31 Agustus 2026)

Pengurus Dewan Dakwah Kabupaten Pamekasan resmi dilantik pada Ahad (30/8/2026). Pelantikan tersebut menjadi bagian dari safar dakwah Pengurus Dewan Dakwah Wilayah Jawa Timur ke Kabupaten Pamekasan.

Dalam pelantikan tersebut, Ustadz Kuddus dipercaya sebagai Ketua Dewan Dakwah Kabupaten Pamekasan. Prosesi pelantikan diwakili oleh Ustadz Djuwari Syaifuddin dan Ustadz Anwar Djaelani.

Rangkaian acara dimulai sekitar pukul 09.30 WIB dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan Ustadz Ibrahim. Ia membacakan Surat Ali Imran ayat 102-104.

Setelah sambutan Ketua Panitia, acara dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) kepengurusan dan prosesi pelantikan. Setelah itu, Ketua Dewan Dakwah Kabupaten Pamekasan terpilih, Ustadz Kuddus, menyampaikan sambutan.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Pemerintah Kabupaten Pamekasan melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) yang diwakili H. Jaelani.

Da’i Harus Menjadi Teladan
Taushiyah kemudian disampaikan Ustadz Ainur Rofiq, M.Pd., mewakili Ketua Dewan Dakwah Wilayah Jawa Timur yang berhalangan hadir karena udzur syar’i.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Ainur Rofiq mengangkat Surat Ali Imran ayat 104 sebagai salah satu landasan penting dalam menjalankan aktivitas dakwah. Menurutnya, dakwah merupakan seruan kepada kebaikan yang menjadi jalan untuk memperoleh keberuntungan dari Allah SWT.

Ia menekankan pentingnya seorang da’i memperbaiki dan menjaga dirinya terlebih dahulu sebelum mengajak orang lain melakukan perbaikan.

“Da’i harus menjadi orang pertama yang melakukan seruan yang disampaikan kepada umat. Jangan sampai da’i justru menjadi orang paling awal melakukan kemungkaran,” pesannya.

Menurutnya, seorang da’i senantiasa menjadi perhatian masyarakat. Ucapan dan perilakunya dapat menjadi rujukan bagi umat. Karena itu, seorang da’i harus mampu menjaga dirinya agar layak menjadi panutan.

Hal tersebut, lanjutnya, sejalan dengan kandungan Surat At-Tahrim ayat 6 yang mengingatkan pentingnya menjaga diri dan keluarga dari api neraka.

Dakwah Bukan Hanya dengan Lisan
Ustadz Ainur juga menjelaskan bahwa dakwah tidak selalu dilakukan melalui penyampaian pesan secara lisan. Mereka yang menyediakan sarana untuk mendukung aktivitas dakwah juga memiliki kedudukan penting.

Menurutnya, orang yang memiliki harta kemudian membelanjakannya untuk menyediakan sarana dakwah dapat memperoleh pahala sebagaimana orang yang menyerukan kebaikan, karena sarana memiliki kedudukan dalam mendukung tercapainya tujuan.

Ia kemudian mengingatkan empat golongan yang disebut tidak akan merugi sebagaimana kandungan Surat Al-Ashr, yakni orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, saling menasihati dalam kebenaran, dan saling menasihati dalam kesabaran.

Berdasarkan Surat Al-Ashr tersebut, Ustadz Ainur menjelaskan tahapan jihad sebagaimana dijelaskan Ibnu Qayyim Al-Jauziyah.

Pertama, jihadul ‘ilm, yakni perjuangan menuntut ilmu. Ilmu yang benar akan membangun keimanan yang benar. Ia mengutip Surat Muhammad ayat 19 yang memerintahkan untuk mengetahui bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah.

“Orang yang tidak akan merugi adalah orang-orang yang selalu mencari ilmu,” ujarnya.

Kedua, jihadul amal, yaitu perjuangan mengamalkan ilmu yang telah dipelajari. Ilmu, kata dia, tidak cukup hanya diketahui, tetapi harus diwujudkan dalam amal.

Ketiga, jihadud dakwah, yakni menyampaikan dan mengajarkan Islam serta akidah yang benar kepada umat.

Menurutnya, perjuangan dakwah membutuhkan kesungguhan dan kesiapan untuk menanggung berbagai kelelahan. Semangat tersebut juga sejalan dengan pesan Mohammad Natsir bahwa kehidupan harus dijalani dengan keyakinan dan kesungguhan.

Jihadud dakwah, lanjutnya, merupakan jalan yang telah ditempuh para nabi dan rasul dalam mengajak manusia meninggalkan kemusyrikan menuju tauhid.

Keempat, jihadus shabr, yakni kesabaran dalam menuntut ilmu, mengamalkan ilmu, serta berdakwah berdasarkan ilmu yang dimiliki.
Istiqamah dan Ikhlas dalam Dakwah.

Ustadz Ainur menegaskan, keberhasilan dakwah tidak hanya ditentukan oleh banyaknya aktivitas, tetapi juga oleh keistiqamahan dan keikhlasan para pelakunya.

“Untuk mencapai sukses dakwah tentunya harus istiqamah berjalan dalam dakwah dengan ikhlas. Karena amal apa pun kalau tidak ikhlas maka tidak akan ada dampak dan manfaatnya,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan para pengurus Dewan Dakwah agar tidak menjadikan organisasi sebagai sarana mencari kepentingan pribadi. Menurutnya, seluruh pengurus harus memiliki tujuan yang sama, yakni dakwah ilallah.

“Sesungguhnya tidak ada kepentingan pribadi dalam pengurus Dewan Dakwah karena tujuannya sama, yaitu dakwah ilallah,” katanya.

Dengan semangat kebersamaan, kesabaran, ilmu, amal, dan keikhlasan, ia berharap kepengurusan Dewan Dakwah Kabupaten Pamekasan mampu menjalankan amanah dakwah secara konsisten dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Rangkaian pelantikan kemudian ditutup dengan doa. Acara dilanjutkan dengan ramah tamah antara jajaran Pengurus Dewan Dakwah Wilayah Jawa Timur, Pengurus Dewan Dakwah Kabupaten Pamekasan, serta para jamaah yang hadir. (dd).

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments