Telegram:
➢ https://t.me/joinchat/SPFGWMuhLqwMxy99
Dua syarat diterimanya amal menurut ajaran Islam adalah ikhlas dan ittiba’ (mengikuti tuntunan Nabi Muhammad ﷺ). Ikhlas berarti melakukan amal ibadah semata-mata karena Allah ﷻ, tanpa mengharapkan imbalan atau pujian dari manusia. Ittiba’ berarti melakukan amal ibadah sesuai dengan contoh dan tuntunan yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammad, baik dalam perbuatan maupun perkataan.
Penjelasan lebih detail:
1. Ikhlas:
* Ikhlas adalah memurnikan niat hanya untuk Allah, tanpa ada unsur lain seperti riya’ (ingin dilihat orang lain) atau sum’ah (ingin dipuji orang lain).
* Amal yang dilakukan karena Allah akan mendatangkan keberkahan dan pahala yang besar.
* Sebaliknya, amal yang dicampuri dengan niat selain Allah akan sia-sia dan tidak diterima.
2. Ittiba’:
* Ittiba’ adalah mengikuti sunnah Nabi Muhammad ﷺ dalam segala aspek kehidupan, termasuk dalam beribadah.
* Setiap amal ibadah yang dilakukan harus sesuai dengan tuntunan Rasulullah, baik tata cara maupun pelaksanaannya.
* Amal yang tidak sesuai dengan sunnah, meskipun dilakukan dengan ikhlas, tidak akan diterima oleh Allah ﷻ.
Dalil-dalil:
Q.S. Al-Imran (3): 31:
قُلْ اِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللّٰهَ فَا تَّبِعُوْنِيْ يُحْبِبْكُمُ اللّٰهُ وَيَغْفِرْ لَـكُمْ ذُنُوْبَكُمْ ۗ وَا للّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
“Katakanlah (wahai Muhammad), jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintai kamu.”
Hadits Nabi ﷺ:
مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ
“Barangsiapa membuat suatu perkara baru dalam agama kami ini yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak.” (HR. Bukhari Muslim).
Dengan memenuhi dua syarat ini, yaitu ikhlas dan ittiba’, maka amal ibadah yang kita lakukan akan diterima oleh Allah ﷻ dan mendatangkan manfaat dunia akhirat.
✍️ Ustadz Aditya Budiman, S.T. حفظه الله
🌎 https://muslim.or.id/5399-dua-syarat-diterimanya-ibadah.html
Nas-alulloha At-Taufiq wal Istiqomah ‘alas Sunnah.
📲 @IslamAdalahSunnah
(gwa-saudara-muslim2).


