Google search engine
HomeTausiyahEdisi: Jangan Menyakiti — Mencela dan Mengganggu Sesama Muslim (Bagian 1)

Edisi: Jangan Menyakiti — Mencela dan Mengganggu Sesama Muslim (Bagian 1)

Dr. Ir. Mangesti Waluyo Sedjati MM:

SEHARI SATU HADITS ﷺ

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Saudaraku yang dirahmati Allah,
Islam adalah agama kasih sayang yang menekankan kehormatan manusia, bahkan sejak dalam pikiran dan kata. Rasulullah ﷺ datang tidak hanya membawa risalah tauhid, tapi juga membangun peradaban mulia berbasis akhlak, terutama dalam menjaga lisan dan tindakan terhadap sesama.

Di tengah zaman yang penuh gesekan—baik di dunia nyata maupun digital—kita butuh kembali mendengar sabda Nabi ﷺ tentang pentingnya menjaga ucapan dan perbuatan agar tidak menyakiti orang lain.
Karena tidak menyakiti adalah salah satu bentuk ibadah sosial yang tinggi nilainya di sisi Allah.

Edisi hari ini akan mengajak kita merenungkan sabda Nabi ﷺ tentang siapa sejatinya seorang Muslim, dan bagaimana lisan serta tangan kita seharusnya menjadi alat kebaikan, bukan alat luka bagi sesama.

Hadits Pokok: Tidak Menyakiti Sesama Muslim

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:

«الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ، وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ»

“Seorang Muslim (yang sejati) adalah yang kaum Muslimin selamat dari lisan dan tangannya. Dan seorang Muhajir adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang _oleh Allah.” (HR. Bukhari no. 10; Muslim no. 40)

Penjelasan dan Makna Hadits:

Hadits ini adalah salah satu landasan utama dalam membangun akhlak sosial Islam. Disampaikan oleh Rasulullah ﷺ di awal masa kenabian dan diriwayatkan oleh dua tokoh besar periwayat hadits: Imam al-Bukhari dan Imam Muslim, hadits ini menjadi pengingat bahwa indikator keimanan seseorang tidak hanya diukur dari ibadahnya kepada Allah, tapi juga dari seberapa aman orang lain dari gangguan dirinya.

Makna

“المسلم من سلم المسلمون من لسانه ويده”

Menurut Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (juz 2, hal. 48), maksud dari bagian ini adalah bahwa keislaman seseorang belumlah sempurna jika lisan dan tangannya masih menyakiti orang lain. Ini adalah tolok ukur iman yang hidup dalam ranah sosial.

Lisan dan tangan adalah dua alat utama manusia untuk mengekspresikan kehendaknya. Maka tidak heran jika syariat sangat menekankan kontrol terhadap keduanya. Menyakiti dengan lisan bisa berupa:
* ghibah (menggunjing),
* namimah (adu domba),
* hinaan dan celaan,
* ucapan sarkastik,
* menyebar fitnah, hoaks, dan ujaran kebencian.

Adapun menyakiti dengan tangan mencakup:
* kekerasan fisik,
* perusakan properti orang lain,
* mengintimidasi,
* mengambil hak orang tanpa izin,
* bahkan di zaman digital: jari-jemari yang mengetik cacian di media sosial juga masuk dalam kategori tangan menurut makna kontekstual hadits ini.

Makna

“والمهاجر من هجر ما نهى الله عنه”

Bagian kedua dari hadits ini juga penting. Dalam konteks awal Islam, muhajir (orang yang berhijrah) secara harfiah adalah mereka yang pindah dari Makkah ke Madinah demi mempertahankan iman dan mendukung dakwah. Namun dalam hadits ini, Rasulullah ﷺ memperluas makna hijrah menjadi lebih universal dan spiritual.

Makna “muhajir adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah” menunjukkan bahwa:
* Hijrah sejati bukan hanya perpindahan fisik, tapi perpindahan jiwa dari maksiat menuju taat,
* dari kufur menuju iman,
* dari kebiasaan buruk menuju kemuliaan akhlak.

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari menyebutkan bahwa perluasan makna ini menjadikan hadits ini relevan sepanjang masa, bahkan setelah fase hijrah fisik di zaman Rasulullah ﷺ telah selesai.

Relevansi Hadits dalam Kehidupan Modern

Hadits ini sangat kontekstual dengan tantangan zaman modern, di mana umat Islam hidup di tengah masyarakat yang majemuk dan penuh interaksi digital.

1. Media Sosial dan Kekerasan Verbal

Saat ini, “lisan” tidak hanya diartikan sebagai ucapan verbal, tetapi juga tulisan dan komentar di dunia maya. Kita menyaksikan betapa mudahnya seseorang mencaci, mencela, dan menyakiti lewat status Facebook, cuitan Twitter, atau komentar Instagram. Maka, hadits ini menjadi pengingat bahwa menjaga lisan juga berarti menjaga jari-jari kita di keyboard.

2. Hijrah Digital dan Moral

Era digital membutuhkan “muhajir digital”, yaitu mereka yang meninggalkan konten-konten haram, menjauhi pornografi, ujaran kebencian, hingga transaksi yang tidak halal di internet. Hijrah modern adalah membangun integritas diri di ruang yang tak terlihat mata manusia, tetapi selalu dalam pantauan Allah.

3. Akhlak Publik dan Keamanan Sosial

Salah satu krisis terbesar hari ini adalah defisit rasa aman di masyarakat — baik secara fisik maupun psikologis. Hadits ini mengajarkan bahwa seorang Muslim seharusnya menjadi sumber ketenangan, bukan ancaman. Baik di kantor, masjid, jalan raya, maupun ruang publik lainnya.

Penutup: Membangun Masyarakat Islam dari Akhlak Muslim

Hadits ini mengajarkan bahwa:

“Islam tidak hanya mengajarkan ibadah ritual, tetapi membentuk karakter yang membawa manfaat dan rasa aman bagi sekitar.”

Maka, setiap Muslim seharusnya berusaha menjadi pribadi yang tidak hanya baik dalam ibadah, tetapi juga:
* ramah lisannya,
* lembut tangannya, dan
* bersih jiwanya dari niat menyakiti.

Seperti doa Rasulullah ﷺ:

اللَّهُمَّ طَهِّرْ قَلْبِي مِنَ النِّفَاقِ، وَعَمَلِي مِنَ الرِّيَاءِ، وَلِسَانِي مِنَ الْكَذِبِ، وَعَيْنِي مِنَ الْخِيَانَةِ
“Ya Allah, bersihkan hatiku dari kemunafikan, amalanku dari riya’, lisanku dari dusta, dan pandanganku dari pengkhianatan.”
Aamiin ya Rabbal ‘alamin

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

📝 Disusun oleh:
Alfaqir ilallah Mangesti Waluyo Sedjati
(Ketua KBIHU Baitul Izzah Sidoarjo, Hp/WA: 0811 254 005)

🌐 Follow us:
🔹 WhatsApp: bit.ly/3oJu311
🔹 Chanel Telegram: bit.ly/3BVMR20

Catatan akhir:
💎 “Semoga hadits ini menjadi amal jariyah ilmu. Jika menginspirasi, silakan bagikan kepada sahabat dan keluarga. Mari nyalakan nurani bangsa lewat cahaya sunnah Rasulullah ﷺ.”

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments