SURABAYA-kanalsembilan.com (13 September 2026)
Wakil Gubernur Jawa Timur (Wagub Jatim) Dr H Emil Elestianto Dardak BBus MSc mengingatkan para orang tua mahasiswa baru (maba) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk terus memberikan dukungan kepada anak-anaknya selama menempuh pendidikan tinggi.
Hal itu disampaikan dalam acara Pertemuan Orang Tua Mahasiswa Baru 2026 ITS yang digelar oleh Ikatan Orang Tua Mahasiswa (Ikoma) ITS di Grha Sepuluh Nopember ITS, Sabtu (12/9).
Menurut Emil, keberhasilan generasi muda tidak cukup dibentuk melalui proses akademik di kampus, tetapi juga melalui dukungan keluarga.
Ia menekankan bahwa memasuki dunia perguruan tinggi merupakan fase penting yang membutuhkan kepercayaan sekaligus pendampingan dari orang tua.
Ketika anak mulai menjadi mahasiswa, lanjut mantan Bupati Trenggalek ini, orang tua memang perlu memberikan ruang untuk anak agar bisa belajar mandiri.
“Namun, jangan sampai ruang tersebut akhirnya membuat komunikasi antara anak dengan orang tua menjadi terputus,” tegas Emil mengingatkan.
Sementara itu, Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MSc Eng PhD menyampaikan bahwa pertemuan yang digelar rutin tiap awal ajaran baru ini menjadi ruang bagi para orang tua untuk lebih mengenal lingkungan pendidikan di ITS.
Sekaligus bisa lebih memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dengan keluarga dalam mendukung perjalanan pendidikan mahasiswa.
“Kami ingin orang tua memahami bahwa pendidikan mahasiswa di ITS merupakan proses yang perlu didukung bersama,” tuturnya.
Bambang juga berpesan agar orang tua bisa lebih memberikan kepercayaan kepada mahasiswa dalam menjalani proses pembelajaran dan pengembangan diri selama berada di ITS. Ia berharap orang tua dapat menjadi mitra ITS dalam mendampingi mahasiswa.
“Berikan kepercayaan kepada mereka (mahasiswa) untuk mengeksplorasi potensi dan mengikuti berbagai kegiatan yang positif,” ungkap Guru Besar Departemen Teknik Mesin ITS ini.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Ikoma ITS Dr Ir Wahid Wahyudi MT juga mendorong keluarga untuk memandang masa perkuliahan sebagai tahap baru dalam proses tumbuh dan berkembangnya anak. Menurutnya, perubahan status menjadi mahasiswa tidak menghilangkan peran keluarga sebagai tempat memperoleh dukungan.
“Orang tua harus tetap hadir sebagai tempat berdiskusi dan memperoleh dukungan,” pesannya.
Dukungan keluarga terhadap perjalanan pendidikan mahasiswa turut mencerminkan pentingnya lingkungan yang mendukung keberlanjutan pendidikan. Semangat tersebut sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas, melalui penciptaan ekosistem pendidikan yang mendukung mahasiswa. (za).


