Google search engine
HomePeristiwaGotong Royong Melawan Kekerasan Berbasis Gender” sebagai bagian dari Kampanye 16 Hari...

Gotong Royong Melawan Kekerasan Berbasis Gender” sebagai bagian dari Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan

Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia
Kampanye Pemberdayaan Perempuan 2024
(Women Empowerment Campaign 2024)

JAKARTA-kanalsembilan.com

Kekerasan berbasis gender adalah isu global yang menimpa Wanita dan Perempuan
di berbagai negara dan wilayah di seluruh dunia. Menurut World Health Organization
(WHO), hampir 1 dari 3, atau 30%, perempuan berusia 15 tahun ke atas pernah
mengalami kekerasan fisik dan/atau seksual oleh pasangan atau kekerasan seksual
oleh bukan pasangan, setidaknya satu kali dalam hidup mereka.

Dalam arti lain, diperkirakan terdapat sekitar 736 juta perempuan di seluruh dunia yang pernah mengalami kekerasan berbasis gender.

Uni Eropa telah menjadikan pemberantasan kekerasan berbasis gender sebagai
prioritas penting, dan menganggap hal tersebut sebagai pelanggaran terhadap
martabat manusia yang berdampak pada masyarakat secara global. Uni Eropa juga
berpandangan bahwa kekerasan berbasis gender adalah masalah kompleks yang
membutuhkan pendekatan multi-aspek, dan Uni Eropa turut menekankan pentingnya
bekerja sama dengan mitra-mitra dalam menangani isu gender tersebut.

Pendekatan kolaboratif memungkinkan terealisasinya strategi-strategi yang lebih komprehensif, mulai dari reformasi hukum dan kampanye kesadaran publik untuk mendukung
fasilitas layanan bagi para penyintas kekerasan berbasis gender. Kerja sama tersebut
akan menciptakan dunia di mana setiap orang, terutama wanita dan perempuan,
dapat hidup bebas dari ancaman kekerasan.

Menanggapi isu global ini, Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia telah meluncurkan
kampanye “Gotong Royong Melawan Kekerasan Berbasis Gender” sebagai bagian
dari Kampanye global 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan yang
diselenggarakan setiap tahun mulai tanggal 25 November hingga 10 Desember.

Kampanye ini selaras dengan prioritas pemerintah Indonesia, karena Indonesia dan
Uni Eropa sama-sama memiliki kesadaran bahwat terdapat kebutuhan mendesak
untuk menangani isu yang sudah menjamur ini.

Pemerintah Indonesia telah mengambil langkah signifikan dalam memerangi kekerasan berbasis gender, diantaranya dengan mengesahkan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan
Seksual (UU TPKS) pada tahun 2022, yang memberikan perlindungan hukum bagi
para korban kekerasan seksual online.

Demikian pula, Uni Eropa telah memprioritaskan masalah ini melalui inisiatif seperti Strategi Kesetaraan Gender untuk 2020-2025 (Gender Equality Strategy for 2020-2025).

Lebih lanjut, pada tahun 2024, Uni Eropa telah mengadopsi arahan/regulasi perdana tentang pemberantasan kekerasan terhadap perempuan dan kekerasan dalam rumah tangga yang
mengkriminalisasi wujud-wujud kekerasan tertentu terhadap wanita dan perempuan
secara offline maupun online serta mewajibkan adanya langkah-langkah pencegahan,
perlindungan dan dukungan bagi para korban.

Uni Eropa dan Indonesia memandang pentingnya pendekatan yang komprehensif,
termasuk reformasi hukum, kampanye kesadaran publik, dan layanan dukungan bagi
para penyintas.

Komitmen untuk mengatasi akar masalah, meningkatkan kapasitas penegakan hukum, dan meningkatkan perlindungan korban menunjukkan komitmen kolektif untuk menciptakan masyarakat yang bebas dari kekerasan berbasis gender.

Kampanye ini bertujuan untuk mendorong pendekatan kolaboratif dalam mencegah
dan memerangi kekerasan berbasis gender, dengan harapan akan meningkatkan
inklusivitas di masyarakat, tempat kerja, dan sektor bisnis.

Selama kampanye ini berjalan, Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia telah berkolaborasi dengan lembagalembaga pemerintah, sektor swasta, lembaga-lembaga hak asasi manusia nasional, dan organisasi-organisasi masyarakat sipil untuk meningkatkan kemitraan dan
sosialisasi kepada publik.

Uni Eropa mempunyai misi untuk menciptakan dampak berkelanjutan yang membantu mewujudkan masyarakat setara gender dengan harapan akan meningkatkan pertumbuhan bersama di Indonesia.

Dalam kampanye ini, Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia telah mendukung
penghargaan tahunan WEPs (Women’s Empowerment Principles) Awards oleh UN
Women, sebuah inisiatif yang bertujuan untuk memberikan apresiasi kepada
perusahaan-perusahaan yang telah mengimplementasikan kebijakan-kebijakan yang
mendorong kesetaraan gender dan memperkuat hak-hak perempuan di tempat kerja.

Selain itu, Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia juga telah menyelenggarakan sesi
networking dengan para penerima penghargaan WEPs Awards yang telah
memperkenalkan inisiatif-inisiatif teladan yang mempromosikan pemberdayaan
perempuan di tempat kerja masing-masing, seperti PT Bank OCBC NISP Tbk, PT
Pertamina (Persero), Schneider Electric Indonesia, Evermos, Amartha, Krealogi
Queenrides, dan KBR Media.

Uni Eropa juga telah berkolaborasi dengan Indonesia Business Coalition for Women
Empowerment (IBCWE) dan EuroCham dalam menyelenggarakan sesi pelatihan
tentang “Pencegahan Eksploitasi, Kekerasan, dan Pelecehan Seksual” (Prevention of
Sexual Exploitation, Abuse, and Harrassment), atau PSEAH, di Tempat Kerja.

Sesi pelatihan ini mempertemukan para profesional sumber daya manusia, manajer, dan
perwakilan perusahaan untuk meningkatkan kesadaran publik, meningkatkan
kapasitas, dan bertukar kisah praktik baik tentang PSEAH, dalam upaya menciptakan
lingkungan kerja yang lebih aman, lebih inklusif, dan menjunjung tinggi martabat serta
rasa hormat bagi semua.

Menyadari peran penting kaum pemuda-pemudi dalam upaya kolektif ini, Delegasi Uni
Eropa untuk Indonesia turut menyediakan platform bagi para anggota Youth Sounding
Board: Sahabat Uni Eropa (YSB) untuk menyampaikan gagasan-gagasan mereka
dan menyampaikan pesan-pesan penting di antara rekan-rekan mereka terkait upaya
pemberantasan kekerasan berbasis gender online.

Kampanye tahun ini diakhiri dengan “Pertandingan Sepak Bola Persahabatan dan
Festival Olahraga” di Pancoran Soccer Field(PSF), Jakarta pada hari Sabtu, 14
Desember 2024. Acara ini merupakan kolaborasi antara Delegasi Uni Eropa untuk
Indonesia dengan Kompas Perempuan, Yayasan Sosial Indonesia untuk
Kemanusiaan (IKa), Inspire Indonesia (Pledge United), dan Youth Sounding Board:
Sahabat Uni Eropa.

Kegiatan ini bertujuan untuk menggunakan olahraga sebagai ruang yang aman bagi semua gender untuk bekerja sama dan bergandengan tangan untuk mempromosikan kesetaraan gender dan menolak normalisasi kekerasan berbasis gender. (za).

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments