Jombang- Muktamar ke-35 NU di Jombang dimeriahkan dengan banyak kegiatan berkualitas oleh para aktivis NU baik struktural maupun kultural, diantaranya adalah kegiatan Bedah Buku Kepemimpinan dan Diskusi Gerakan Islam yang digelar oleh Pengurus Besar Ikatan Alumni PMII (PB IKA PMII) yang dihadiri oleh Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A Muhaimin Iskandar.
Judul buku yang dibedah oleh para alumni PMII adalah Dari Pergerakan Menuju Kepemimpinan, Jejak Langkah Alumni PMII di Panggung Politik, Akademik, dan Kemasyarakatan, yang ditulis oleh Fathan Subchi dkk.
Diantara tokoh alumni PMII yang berkontribusi dalam penulisan buku tersebut antara lain KH Endin AJ Soefihara, Andi Najmi Fuadi, Anggota BPK RI Fathan Subchi, Waketum MUI KH Cholil Nafis, Ketua MUI Bidang Fatwa KH Asrorun Ni’am Sholeh, Komisaris PT Petrokimia Gresik Luluk Nur Hamidah, Aktivis NU Firman Syah Ali, Pengasuh Ponpes Mlangi Muhammad Mustafid, dan beberapa kontributor lainnya dari berbagai sektor kepemimpinan dan profesi.
Menko PM A Muhaimin Iskandar dalam sambutannya memberi apresiasi yang tinggi kepada para penulis buku, sembari berharap agar peranan dan manfaat alumni PMII dalam membesarkan dan menyelamatkan NU semakin meningkat, terutama di dalam Muktamar ke-35 ini.
Salah satu penulis buku tersebut, Firman Syah Ali menyatakan bahwa buku yang diramu oleh Dr Moh Sholeh Baasyari itu berisi tentang masa lalu, masa kini dan masa depan NU sekaligus.
“Buku yang diramu dengan apik oleh Dr Moh Sholeh Baasyari ini berisi masa lalu, masa kini dan masa depan NU. Saya kebetulan kebagian menulis tentang masa depan NU di era agama data. Era agama data ini dicetuskan dan diviralkan oleh Yuval Noah Harari dalam bukunya Homo Deus. Buku berangka tahun 2015 itu menulis tentang masa lalu dan masa depan manusia. Prediksi-prediksinya pada tahun 2015 lalu banyak terbukti nyata di tahun ini. Nah posisi NU bagaimana dalam rimba raya kemajuan digital algoritmik ini? Itu yang saya tulis” ucap Pengurus Pusat MA IPNU.
Dalam acara bedah buku tersebut, tampil sebagai presenter mewakili para penulis, Prof Asrorun Ni’am Sholeh dan Luluk Nur Hamidah. Kemudian tampil sebagai pembedah, Moh Afifuddin Ketua KPU RI dan Prof Musahadi Rektor UIM Walisongo. Bertindak sebagai moderator, Ahmad Nawardi, anggota DPD RI.
Tulisan Asrorun Ni’am Sholeh berjudul Profesionalisasi Ilmu Keislaman: Mainstreaming Disiplin Keilmuan Keagamaan NU dalam Memberikan Solusi Masalah Kebangsaan. Sedangkan tulisan Luluk Nur Hamidah berjudul Ublik dan Oncor: Mbahibu dan Warisan Kepercayaan NU.
Diantara percikan pemikiran yang berkembang dalam Bedah buku ini antara lain: Perubahan dari pergerakan menuju kepemimpinan selama ini menonjolkan lobi politik, ke depan harus didorong dengan penguatan struktur keilmuan dan leadership.


