SURABAYA-kanalsembilan.comĀ (30 April 2026)
Inovasi berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kembali dihadirkan oleh sivitas Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Melalui Sidang Terbuka Promosi Doktor di Departemen Teknik Sistem dan Industri (DTSI) ITS, beberapa waktu lalu, Dr Sutrisno ST MT berhasil menggagas riset tentang optimasi packaging dengan memanfaatkan teknologi AI.
Lulusan sarjana Teknik Fisika ITS ini mengungkapkan bahwa sektor manufaktur saat ini kerap ditempa oleh kendala pengembangan kemasan atau packaging yang terbentur waktu. Perilaku konsumen yang dinamis membuat perusahaan selalu dituntut untuk berinovasi guna menjaga kepuasan konsumennya.
āNamun, belum ada pakem yang dapat memudahkan pengambilan keputusan untuk mengembangkan packaging,ā ujarnya.
Lebih lanjut, lelaki yang akrab disapa Sutrisno ini juga membeberkan masih minimnya penelitian yang mengkorelasikan antara packaging, perilaku konsumen atau customer behavior, manufaktur, dan AI.
Memandang celah tersebut, ia pun menggagas penelitian melalui disertasinya yang bertajuk Desain Peningkatan Packaging Value Berbasis Model Artificial Intelligence dengan Pertimbangan Customer Behavior.
Dalam risetnya, lelaki kelahiran 1975 ini memfokuskan studinya pada sektor makanan dan minuman (F&B). Ia memandang bahwa kemasan makanan dan minuman memiliki kompleksitas yang tinggi, melalui berbagai macam bentuk ukuran, desain, warna, hingga model yang berbeda-beda. āKemasan F&B juga memiliki peminat yang sangat banyak,ā tambahnya.
Tahapan awal penelitian ayah dua anak ini dimulai dengan penyebaran kuisioner terbuka untuk mengetahui preferensi konsumen. Data kualitatif yang diperoleh lalu dikelompokkan dengan memanfaatkan perangkat lunak NVivo untuk mencari pola terdominan.
Tahapan dilanjutkan dengan penyebaran kuisioner tertutup guna memeroleh hasil yang lebih spesifik. āIni salah satu cara untuk memastikan bahwa sumber data benar-benar jelas di awal dan mewakili keinginan konsumen,ā jelasnya.
Berdasarkan data yang diperoleh, doktor asal Surabaya ini memanfaatkan data tersebut sebagai acuan pemodelan solusi. Ia menyimulasikan penelitiannya dengan dua skenario industri yang berbeda. Skenario manufacture middle up dan manufacture middle low digunakan untuk mengetahui keandalan algoritma berbasis AI yang digunakan.
āSaya cakupkan keduanya, supaya dua-duanya bisa memutuskan kebijakan strategis apa yang paling optimal,ā paparnya.
Hasilnya, penelitian Sutrisno ini sukses melahirkan sebuah model matematis melalui algoritma Particle Swarm Optimization (PSO) berbasis AI. Ia berhasil memeroleh titik keseimbangan antara kedua skenario yang digunakan. Skenario middle up berfokus pada kualitas dan citra premium produk, sedangkan middle low berfokus pada efisiensi biaya.
Temuan ini pun hadir sebagai solusi strategis bagi manufaktur untuk mengetahui preferensi konsumen terkait kemasan serta mengoptimalkan profit.
Melalui capaian ini, penelitian Sutrisno turut memperkuat kontribusi ITS dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs). Capaian tersebut mencakup poin ke-9 tentang Industri, Inovasi, dan Manufaktur. Inovasi ini dinilai mampu meningkatkan produktivitas sektor manufaktur tanah air. āKe depan, saya ingin memperluas ke sektor selain F&B, seperti farmasi, personal care, dan lain-lain,ā tutup Sutrisno penuh harap. (za).


