Google search engine
HomeHaji dan UmrohJemaah Haji 2026 Dapat Makan 126 Kali Selama di Mekah dan Madinah

Jemaah Haji 2026 Dapat Makan 126 Kali Selama di Mekah dan Madinah

JAKARTA-kanalsembilan.comĀ  (30 Oktober 2025)

Jemaah Haji Indonesia (JHI) tidak perlu repot memikirkan makan selama menjalankan ibadah haji. Pemerintah Indonesia telah menyiapkan makan menu Indonesia kepada semua jamaah haji.

Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang mengatakan jamaah haji hendakny fokus beribadah selama di tanah suci Mekah dan Madinah. Lama tinggal jamaah haji 41 hari. Meski dapat makan, uang living cost tetap diberikan kepada jamaah haji.

Komisi VIII DPR RI bersama Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Arab Saudi telah menetapkan masa tinggal jemaah haji Indonesia selama 41 hari pada pelaksanaan ibadah haji tahun 2026.

Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang menyampaikan, keputusan tersebut dihasilkan dalam rapat kerja antara Komisi VIII dan pemerintah pada Rabu (29/10/2025).

Selama berada di Tanah Suci, jemaah haji Indonesia akan memperoleh total 126 kali makan, dengan pembagian sebagai berikut:

Madinah: 27 kali makan

Mekah: 84 kali makan

Arafah, Muzdalifah, dan Mina: 15 kali makan

Marwan menegaskan, menu makanan bagi jemaah haji akan disiapkan dengan bahan baku dan cita rasa Nusantara, serta dimasak oleh chef asal Indonesia agar sesuai dengan selera jemaah.

Terkait akomodasi, jarak tempat tinggal jemaah juga telah ditentukan. Di Mekah, jarak terjauh akomodasi dari Masjidil Haram mencapai 4,5 kilometer, sedangkan di Madinah maksimal 1 kilometer dari Masjid Nabawi atau masih berada di area markaziyah.

Selain itu, rapat juga menyepakati besaran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2026 sebesar Rp 87,4 juta per jemaah. Dari jumlah tersebut, rata-rata Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) yang dibayar langsung oleh jemaah adalah Rp 54,19 juta atau sekitar 62 persen dari total BPIH. Angka ini turun Rp 1,2 juta dibandingkan tahun sebelumnya.

ā€œBiaya perjalanan Bipih rata-rata per jemaah sebesar Rp 54.193.806,58 atau 62 persen dari keseluruhan BPIH,ā€ jelas Marwan.

Dengan berbagai kesepakatan tersebut, pemerintah dan DPR berharap penyelenggaraan ibadah haji 2026 dapat berjalan lebih efisien tanpa mengurangi kualitas layanan bagi jemaah. (za).

 

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments