π°π π π°π»π°πΌπ π°π»π°πΈπΊπ πΌ π©·ππ
Bertanya kepada sains: Kehadiran seorang ayah untuk anak itu penting.
Sains Fatherβs Separation Effect.
1. Kita semua memahami peran ibu yang secara biologis mengandung anak. Kita juga memahami peran genetik ayah yang membuat plasenta antara janin dan ibu terbentuk. Dari sisi nurture, hubungan ayah dan anak ternyata sangat penting.
2. Studi Can J Psychiatry 2015: Peran epigenetik (nurture) ayah sangat penting. Anak terpisah dari ayahnya berpotensi mengalami perubahan kesehatan mental setelah 4-9 bulan.
3. Studi dilakukan selama 5 tahun pada 1.160 remaja saat mula berusia 12-13 tahun. Perpisahan ayah anak tidak selalu terkait karena orang tua bercerai namun juga karena kondisi lain seperti alasan ekonomi, pekerjaan atau hal lainnya.
4. Remaja βseparated from dadβ yang merokok atau minum alkohol tidak selalu akibat perpisahan dengan ayah, namun kondisi mental yang berubah berpotensi mendorong perubahan perilaku ini.
5. Studi NeuroImage 2014: Broken family berpotensi berpengaruh pada perubahan otak remaja terutama pada regulasi stres hingga kegiatan motorik dan pembelajaran. Dalam video Alfred Bahnson ditunjukkan bahwa perubahan otak terkait dengan interaksi antara sel saraf yang disebut neuroplastisitas.
6. As parents, we need to make the most of our time, as children donβt stay young for long before they grow up and carry their mental conditions into adulthood.
https://chat.whatsapp.com/ElPbLVfuD4z7BcETVPfMRb
7. As children, we cannot control everything that happens in our lives, but we can control our choices and make the most of them for ourselves.
Referensi:
1. Credit video: Alfred Bahnson, 2010 / Brain cells on Neuroplasticity.
2. Gobbi, Gabriella, et al. βShort-term natural course of depressive symptoms and family-related stress in adolescents after separation from father.β The Canadian Journal of Psychiatry 60.10 (2015): 417-426.
3. Walsh, Nicholas D., et al. βGeneral and specific effects of early-life psychosocial adversities on adolescent grey matter volume.β NeuroImage: Clinical 4 (2014): 308-318.
(gwaindonesianis).


