Google search engine
HomeTausiyahKejar Akhiratmu, Maka Dunia Akan Datang Mengikutimu

Kejar Akhiratmu, Maka Dunia Akan Datang Mengikutimu

Banyak manusia menghabiskan seluruh tenaganya untuk mengejar dunia.

Pagi hingga malam memikirkan harta.

Siang dan malam memikirkan kedudukan.

Hatinya dipenuhi kecemasan tentang apa yang belum dimiliki.

Namun anehnya, semakin dunia dikejar, sering kali semakin jauh terasa.

Ketenangan tidak didapat.

Kepuasan tidak ditemukan.

Dan hati tetap merasa kurang.

Padahal Rasulullah ﷺ telah mengajarkan sebuah rahasia besar tentang kehidupan.

Beliau bersabda:

مَنْ كَانَتِ الدُّنْيَا هَمَّهُ، فَرَّقَ اللهُ عَلَيْهِ أَمْرَهُ، وَجَعَلَ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ، وَلَمْ يَأْتِهِ مِنَ الدُّنْيَا إِلَّا مَا كُتِبَ لَهُ، وَمَنْ كَانَتِ الْآخِرَةُ نِيَّتَهُ، جَمَعَ اللهُ أَمْرَهُ، وَجَعَلَ غِنَاهُ فِي قَلْبِهِ، وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِيَ رَاغِمَةٌ

“Barangsiapa yang tujuan hidupnya adalah dunia, Allah akan mencerai-beraikan urusannya, menjadikan kefakiran di depan matanya, dan ia tidak memperoleh dunia kecuali apa yang telah ditetapkan baginya. Dan barangsiapa yang niat hidupnya adalah akhirat, Allah akan menyatukan urusannya, menjadikan kekayaan dalam hatinya, dan dunia akan datang kepadanya dalam keadaan hina.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban)

Betapa agung tuntunan ini.

Rasulullah ﷺ tidak melarang kita bekerja.

Tidak melarang kita berdagang.

Tidak melarang kita memiliki harta.

Namun beliau mengajarkan agar akhirat menjadi tujuan utama, sedangkan dunia menjadi sarana menuju ridha Allah ﷻ.

Orang yang menjadikan dunia sebagai tujuan hidup akan selalu merasa kurang.

Ketika memiliki satu, ia ingin dua.

Ketika memiliki dua, ia ingin sepuluh.

Ketika memiliki sepuluh, ia takut kehilangannya.

Akhirnya hidupnya dipenuhi kegelisahan.

Sebaliknya, orang yang menjadikan akhirat sebagai tujuan akan memandang dunia sebagai titipan.

Ia bekerja dengan jujur.

Ia mencari rezeki yang halal.

Ia bersedekah.

Ia membantu sesama.

Ia menjadikan setiap aktivitas dunia sebagai bekal menuju kehidupan yang kekal.

Karena itulah para ulama berkata:

“Jadikan dunia di tanganmu, jangan di hatimu.”

Imam Al-Ghazali rahimahullah mengingatkan bahwa dunia adalah ladang akhirat. Segala yang Allah ﷻ berikan di dunia dapat menjadi bekal menuju kebahagiaan abadi apabila digunakan untuk ketaatan kepada-Nya.

https://chat.whatsapp.com/6KIFvgTpFLNJdWM6tV7IJ5

Sayyidina Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه berkata:

“Dunia sedang pergi meninggalkan kita, sedangkan akhirat sedang datang menyambut kita. Maka jadilah kalian anak-anak akhirat, dan jangan menjadi anak-anak dunia.”

Kalimat ini mengingatkan kita bahwa dunia hanyalah tempat singgah yang sementara.

Harta akan ditinggalkan.

Jabatan akan berakhir.

Kecantikan dan ketampanan akan memudar.

Namun amal sholeh akan tetap menemani hingga ke alam kubur dan hari kebangkitan.

Karena itu, jangan jadikan dunia sebagai tujuan utama.

Niatkan pekerjaanmu untuk ibadah.

Niatkan usahamu untuk mencari yang halal.

Niatkan hartamu untuk membantu sesama.

Niatkan hidupmu untuk meraih ridha Allah ﷻ.

Jika akhirat menjadi tujuanmu, Allah ﷻ akan memberikan ketenangan dalam hatimu, keberkahan dalam hidupmu, dan dunia akan datang sesuai kadar yang telah ditetapkan-Nya.

Mari kita berdoa kepada Allah:

اللَّهُمَّ اجْعَلِ الْآخِرَةَ أَكْبَرَ هَمِّنَا، وَمَبْلَغَ عِلْمِنَا، وَاجْعَلِ الدُّنْيَا فِي أَيْدِينَا وَلَا تَجْعَلْهَا فِي قُلُوبِنَا

“Ya Allah, jadikanlah akhirat sebagai tujuan terbesar kami, puncak perhatian kami, dan jadikan dunia berada di tangan kami, bukan di dalam hati kami.”

آمين يا رب العالمين

Aamiin Ya Rabbal ‘Aalamiin.

. Semoga, Allah ﷻ menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang menggunakan dunia sebagai jalan menuju akhirat, bukan menjadikan akhirat sebagai korban demi dunia.

Barakallahu fiikum

(gwa-swhs-ayat).

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments