Google search engine
HomeTausiyahKembali ke Dunia Walaupun Hanya Sejenak

Kembali ke Dunia Walaupun Hanya Sejenak

Keinginan mereka yg telah mati ialah kembali ke dunia walaupun itu hanya sejenak untuk melakukan amal shalih.

Mereka benar2 berharap kepada Allah agar diberikan kesempatan untuk memperbaiki amal shalih yg dahulu mereka tinggalkan.

Namun harapan mereka sia-sia, mereka tidak lagi diizinkan untuk itu, karena semua sudah menjadi keputusan Allah ta’ala, semua sudah terlambat dan akan tetap menjadi penyesalan yg abadi.

Allah ta’ala berfirman mengenai mereka

>حَتَّى إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ (٩٩)لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ كَلا إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا وَمِنْ وَرَائِهِمْ بَرْزَخٌ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ (١٠٠)

“Hingga apabila datang kematian kepada seorang dari mereka, dia berkata, “Ya Rabbku kembalikanlah aku (ke dunia) agar aku beramal shalih terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkan saja. Dan dihadapan mereka ada barzakh sampai hari mereka dibangkitkan.” (Qs Al Mukminun: 99-100)

Begitulah kondisi orang mati, ketika mereka telah melihat akhirat di hadapannya dengan mata kepala mereka sendiri.

Mereka tahu pasti apa yg telah mereka perbuat dan mereka juga tahu apa yg akan mereka dapatkan sebagai balasannya.

Mengapa dahulu mereka ketika didunia begitu lalai dan menyia-nyiakan waktu untuk melakukan amal shalih yg bermanfaat bagi akhirat mereka.

Kini mereka menyesal dan sadar bahwa kesempatan itu hilang dan tidak akan pernah kembali lagi.

Semoga hal ini menjadi renungan bagi kita semua sekaligus motivasi bagi kita untuk meningkatkan ibadah kita, dan semoga Allah Ta’ala menutup akhir kehidupan kita Husnul Khatimah. Aamiin.

✍ Habibie Quotes,  23/09/21

Bekal menuju akhirat.

Ustadz Abu abu abd Rahman bin Muhammad Suud al Atsary hafidzahullah.

 

Imam Ibnu Rajab rahimahullah berkata,

Berkata Dawud at Tha’i rahimahullah,

إنما الليل و النهار مراحل، ينزلها الناس مرحلة مرحلة، حتي ينتهي بهم ذلك إلى آخر سفرهم، فإن استطعت هو، و الأمر اعجل من ذلك، فتزود لسفرك، و أقض ما أنت قاض من أمرك، فكانك بالأمر قد بغتك.

Sesungguhnya malam dan siang itu adalah marhalah marhalah (fase fase) kehidupan, manusia akan melalui marhalah demi marhalah, sampai ia akan berhenti di pemberhentian akhir dari Safar nya, bila engkau bisa membawa bekal di setiap marhalah maka lakukan, karena sedekat apapun perjalanan itu maka kematian itu akan lebih cepat darinya, bersegeralah dalam mengambil bekal, serta putuskan apa yang engkau akan putuskan untuk urusan dirimu sendiri, dan bayangkan seolah urusan itu (kematian) datang kepada mu secara mendadak.

Berkata Ibnu Abi Dunya, yang sanadnya sampai kepada Mahmud bin Khusain, bahwa Mahmud membacakan syair kepada kami,

مضى أمسك الماضي شهيدا معدلا.
و اعقبه يوم عليك جديد#

فيومك إن اغنيته عاد نفعه.
عليك و ماضي الأمس ليس يعود#

فإن كنت بالأمس اقترفت اساءة.
فثن باحسان و أنت حميد#

فلا ترج فعل الخير يوما إلى غد.
لعل غداً ياتي و أنت فقيد#.

Telah berlalu hari kemarin yang menjadi saksi yang adil bagimu,
Dan setelah itu datang lagi hari yang baru#

Jika engkau memanfaatkan harimu niscaya manfaatnya kembali kepada dirimu.
Dan pertangungjawaban apa yang telah berlalu dari hari kemarin yang tidak akan kembali#

Maka jika engkau di hari kemarin telah berbuat buruk.
Maka (iringi) dengan perbuatan baik sehingga dengan nya engkau menjadi orang yang terpuji#

Jangan pernah engkau menunda kebaikan hari ini untuk di lakukan esok.
Barangkali hari esok benar datang sedangkan engkau telah mati#.

Kitab Lathaifu Ma’arif hal 50 (muqaddimah). terbitan Dar Ibnu Katsir.

(gwa-saudara-muslim-2).

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments