𝐊𝐄𝐋𝐔𝐀𝐑𝐆𝐀 𝐒𝐀𝐌𝐀𝐖𝐀
▂▂▂▂▂▂▂▂★★
۞بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيم۞
ألسـلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Di saat hati mulai tersenyum, di saat fikiran mulai melayang dan di saat jiwa raga bersorak sorai, maka saat itulah seseorang merasakan yang namanya cinta, merasakan yang namanya kasih sayang dan merasakan anugerah terindah dari 𝘿𝙯𝙖𝙩 𝙔𝙖𝙣𝙜 𝙈𝙖𝙝𝙖 𝙋𝙚𝙢𝙪𝙧𝙖𝙝, cinta itu datang tanpa di undang, hadir tanpa di panggil dan bersemayam tanpa diletakkan, yang berada dalam lubuk hati paling dalam.
Semua manusia pasti memiliki rasa seperti demikian, yakni memiliki rasa cinta, terlebih juga 𝙋𝙖𝙧𝙖 𝙆𝙖𝙪𝙢 𝙎𝙝𝙪𝙛𝙞 yang tentu juga seorang manusia seperti pada umumnya, sebagai bukti bahwa seorang 𝙎𝙝𝙪𝙛𝙞 juga bisa jatuh cinta adalah kisah 𝙉𝙖𝙗𝙞 𝙔𝙪𝙨𝙪𝙛 ‘alaihissalam, Itulah satu-satunya kisah cinta yang di abadikan dalam 𝘼𝙡-𝙌𝙪𝙧’𝙖𝙣 sebagai teladan bagi umat manusia, Bagaimana tidak, 𝙉𝙖𝙗𝙞 𝙔𝙪𝙨𝙪𝙛 ‘alaihissalam, punya segala sarana dan pendukung untuk berbuat maksiat dengan 𝙕𝙪𝙡𝙖𝙞𝙠𝙝𝙤, namun beliau memilih lari mejauh darinya.
Kisah tersebut menggambarkan bagaimana tingkah seorang 𝙎𝙝𝙪𝙛𝙞 ketika terjerat asmara, seorang yang sedang jatuh cinta, potensi berbuat maksiat sangatlah besar. Dia menghalalkan segala cara untuk selalu bersama dengan orang yang dia cintai. Terkecuali para 𝙎𝙝𝙪𝙛𝙞, mereka punya daya tahan kuat untuk tidak berbuat maksiat saat terjerat asmara.
📖 𝗦𝗮𝗹𝗮𝗵 𝘀𝗮𝘁𝘂 𝗸𝗶𝘀𝗮𝗵 𝗽𝗲𝗿𝗰𝗶𝗻𝘁𝗮𝗮𝗻 𝘀𝗲𝗼𝗿𝗮𝗻𝗴 𝗦𝗵𝘂𝗳𝗶 𝗮𝗱𝗮𝗹𝗮𝗵 𝗸𝗶𝘀𝗮𝗵 𝗔𝗯𝗱𝘂𝗿𝗿𝗼𝗵𝗺𝗮𝗻 𝗯𝗶𝗻 𝗔𝗯𝗶 𝗔𝗺𝗺𝗮𝗿, 𝘀𝗲𝗯𝗮𝗴𝗮𝗶𝗺𝗮𝗻𝗮 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗱𝗶𝗸𝗶𝘀𝗮𝗵𝗸𝗮𝗻 𝗼𝗹𝗲𝗵 𝗜𝗯𝗻𝘂 𝗔𝗹-𝗝𝗮𝘂𝘇𝗶 𝗱𝗮𝗹𝗮𝗺 𝗸𝗶𝘁𝗮𝗯 𝗔𝗸𝗵𝗯𝗮𝗿𝘂𝗻-𝗡𝗶𝘀𝗮’ 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮:
‘‘𝘋𝘢𝘩𝘶𝘭𝘶 𝘢𝘥𝘢 𝘴𝘦𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝙏𝙖𝙗𝙞’𝙞𝙣 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘩𝘭𝘪 𝘪𝘣𝘢𝘥𝘢𝘩, 𝘥𝘪𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘵𝘦𝘮𝘱𝘢𝘵 𝘵𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢𝘭 𝘥𝘪 𝙈𝙖𝙠𝙠𝙖𝙝 𝘯𝘢𝘮𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘢𝘥𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘼𝙗𝙙𝙪𝙧𝙧𝙤𝙝𝙢𝙖𝙣, 𝘥𝘪𝘢 𝘫𝘢𝘵𝘶𝘩 𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢 𝘱𝘢𝘥𝘢 𝙎𝙪𝙡𝙖𝙢𝙖𝙝 𝘼𝙯-𝙕𝙖𝙧𝙦𝙤’, 𝘴𝘢𝘩𝘢𝘺𝘢 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝙎𝙖𝙝𝙖𝙡 𝙗𝙞𝙣 𝘼𝙗𝙙𝙪𝙧𝙧𝙤𝙝𝙢𝙖𝙣 𝙗𝙞𝙣 𝘼𝙪𝙛, 𝘥𝘢𝘯 𝘳𝘶𝘱𝘢𝘯𝘺𝘢 𝙎𝙪𝙡𝙖𝙢𝙖𝙝 𝘼𝙯-𝙕𝙖𝙧𝙦𝙤’ 𝘥𝘪𝘢𝘮-𝘥𝘪𝘢𝘮 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢𝘪 𝘼𝙗𝙙𝙪𝙧𝙧𝙤𝙝𝙢𝙖𝙣.
https://chat.whatsapp.com/CSLHUBLSK91IBWjevvomYR
𝘚𝘶𝘢𝘵𝘶 𝘬𝘦𝘵𝘪𝘬𝘢 𝙎𝙪𝙡𝙖𝙢𝙖𝙝 𝘮𝘦𝘯𝘦𝘮𝘶𝘪 𝘼𝙗𝙙𝙪𝙧𝙧𝙤𝙝𝙢𝙖𝙣 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘢𝘵𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢𝘯𝘺𝘢:
“𝘐𝘯𝘨𝘪𝘯 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘭𝘪 𝘳𝘢𝘴𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘦𝘮𝘱𝘦𝘭𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘪𝘣𝘪𝘳𝘬𝘶 𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘣𝘪𝘣𝘪𝘳𝘮𝘶,” ucap 𝙎𝙪𝙡𝙖𝙢𝙖𝙝 pada kesempatan itu.
“𝘋𝘦𝘮𝘪 𝘈𝘭𝘭a𝘩, 𝘢𝘬𝘶 𝘱𝘶𝘯 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘪𝘯𝘨𝘪𝘯𝘬𝘢𝘯 𝘪𝘵𝘶.” sahut 𝘼𝙗𝙙𝙪𝙧𝙧𝙤𝙝𝙢𝙖𝙣.
“𝘓𝘢𝘭𝘶, 𝘬𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘦𝘯𝘨𝘬𝘢𝘶 𝘭𝘢𝘬𝘶𝘬𝘢𝘯?” tanya 𝙎𝙪𝙡𝙖𝙢𝙖𝙝 dengan lembut.
“𝘊𝘦𝘭𝘢𝘬𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘦𝘯𝘨𝘬𝘢𝘶, 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘳 𝘈𝘭𝘭a𝘩 𝘛𝘢’𝘢𝘭𝘢, 𝘣𝘦𝘳𝘧𝘪𝘳𝘮𝘢𝘯:
[الزخرف: ٦٧] {الْأَخِلَّاءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِينَ }
‘‘𝙏𝙚𝙢𝙖𝙣-𝙩𝙚𝙢𝙖𝙣 𝙖𝙠𝙧𝙖𝙗 𝙥𝙖𝙙𝙖 𝙝𝙖𝙧𝙞 𝙞𝙩𝙪 𝙨𝙚𝙗𝙖𝙜𝙖𝙞𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙢𝙚𝙣𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙢𝙪𝙨𝙪𝙝 𝙗𝙖𝙜𝙞 𝙨𝙚𝙗𝙖𝙜𝙞𝙖𝙣 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙡𝙖𝙞𝙣 𝙠𝙚𝙘𝙪𝙖𝙡𝙞 𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜-𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙚𝙧𝙩𝙖𝙠𝙬𝙖.‘‘ (𝙌𝙎 𝙖𝙯-𝙕𝙪𝙠𝙝𝙧𝙪𝙛 : 𝟲𝟳)
“𝘈𝘬𝘶 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘪𝘯𝘨𝘪𝘯 𝘱𝘦𝘳𝘴𝘢𝘩𝘢𝘣𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘥𝘪 𝘥𝘶𝘯𝘪𝘢 𝘫𝘶𝘴𝘵𝘳𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘬𝘪𝘣𝘢𝘵𝘬𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘳𝘮𝘶𝘴𝘶𝘩𝘢𝘯 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘥𝘪 𝘢𝘬𝘩𝘪𝘳𝘢𝘵,” ucap 𝘼𝙗𝙙𝙪𝙧𝙧𝙤𝙝𝙢𝙖𝙣.
𝘓𝘢𝘭𝘶 𝘥𝘪𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘨𝘦𝘨𝘢𝘴 𝘱𝘦𝘳𝘨𝘪 𝘮𝘦𝘯𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢𝘭𝘬𝘢𝘯 𝙎𝙪𝙡𝙖𝙢𝙖𝙝, 𝘴𝘦𝘳𝘢𝘺𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘢𝘯𝘨𝘪𝘴 𝘮𝘦𝘯𝘢𝘩𝘢𝘯 𝘰𝘮𝘣𝘢𝘬 𝘢𝘴𝘮𝘢𝘳𝘢 𝘥𝘪 𝘩𝘢𝘵𝘪𝘯𝘺𝘢, 𝘥𝘪𝘢 𝘬𝘦𝘮𝘣𝘢𝘭𝘪 𝘬𝘦 𝘥𝘶𝘯𝘪𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘶𝘯𝘺𝘪 𝘥𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘳𝘶𝘴𝘢𝘩𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘩𝘪𝘭𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨-𝘣𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨 𝙎𝙪𝙡𝙖𝙢𝙖𝙝 𝘢𝘨𝘢𝘳 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘧𝘰𝘬𝘶𝘴 𝘵𝘦𝘳𝘩𝘢𝘥𝘢𝘱 𝘪𝘣𝘢𝘥𝘢𝘩𝘯𝘺𝘢 𝘭𝘢𝘨𝘪.‘‘
𝘼𝙗𝙙𝙪𝙧𝙧𝙤𝙝𝙢𝙖𝙣 telah memberikan teladan yang cukup luar biasa dalam hal kekuatannya menahan diri dari godaan asmara yang telah menguasai hatinya, dia telah berupaya menggiring rasa cintanya untuk bisa sampai ke akhirat, dan dia sadar bahwa asmara itu tidak bisa dibiarkan tumbuh jika tidak dilanjutkan dengan ikatan yang sah menurut syari’at. Maka satu-satunya jalan untuk selamat dari hal itu adalah dengan menjauhkan diri meskipun harus berperang melawan hatinya sendiri.
Dan telah masyhur kisah legendaris cintanya 𝙌𝙤𝙞𝙨 dan 𝙇𝙖𝙞𝙡𝙖. Bertahun-tahun lamanya mereka menahan rasa cinta yang sangat besar dalam lubuk hati mereka yang paling dalam, mereka lakukan semua itu semata-mata agar tidak terjerumus dalam kemaksiatan, sampai keduanya mati karena cinta yang begitu dahsyat meluluh lantahkan kehidupan mereka, Hingga menurut satu riwayat 𝙌𝙤𝙞𝙨 dan 𝙇𝙖𝙞𝙡𝙖 berhasil bersatu di akhirat.
𝘼𝙡-𝙈𝙪𝙗𝙖𝙧𝙧𝙞𝙙, seorang Ulama’ besar dibidang 𝙉𝙖𝙝𝙬𝙪 pada masa ‘𝘼𝙗𝙗𝙖𝙨𝙞𝙮𝙖𝙝 bercerita bahwa di 𝙆𝙪𝙛𝙖𝙝 pernah ada seorang pemuda yang ahli ibadah dan 𝙈𝙪𝙟𝙖𝙝𝙖𝙙𝙖𝙝 (tirakat). Suatu ketika dia berkunjung ke sebuah desa, 𝙎𝙮𝙖𝙝𝙙𝙖𝙣, dia melihat seorang gadis yang sangat cantik, dia jatuh cinta sampai-sampai seperti orang gila yang kehilangan akal sehatnya, gadis tersebut ketika mengetahui hal itu lama kelamaan merasa iba dan bersimpati kepadanya. Tanpa terasa diapun akhirnya juga jatuh cinta.
Si pemuda memberanikan diri berkunjung ke rumah gadis itu untuk meminangnya. Tapi apa boleh buat sang ayah menolak pinangan tersebut karena dia berencana menjodohkan putrinya itu dengan sepupunya. Penolakan sang ayah tentu saja menyisakan suatu yang teramat pahit bagi mereka berdua.
Akhirnya, suatu ketika si gadis memberanikan diri untuk bertindak nekat. Dia mengutus orang untuk mendatangi pemuda itu dan menyampaikan pesan: “𝘈𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘳 𝘦𝘯𝘨𝘬𝘢𝘶 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘮𝘦𝘯𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢𝘪𝘬𝘶. 𝘉𝘦𝘨𝘪𝘵𝘶 𝘱𝘶𝘭𝘢 𝘢𝘬𝘶. 𝘋𝘢𝘵𝘢𝘯𝘨𝘭𝘢𝘩 𝘱𝘢𝘥𝘢𝘬𝘶 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘳𝘢𝘯𝘨, 𝘢𝘵𝘢𝘶 𝘢𝘬𝘶 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘵𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘦𝘱𝘢𝘥𝘢𝘮𝘶.
Pemuda itu menjawab, “𝘛𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘢𝘥𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘶𝘱𝘪𝘭𝘪𝘩.” Dia kemudian membaca ayat:
قُلْ إِنِّي أَخَافُ إِنْ عَصَيْتُ رَبِّي عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ [الأنعام: ١٥]
“𝙆𝙖𝙩𝙖𝙠𝙖𝙣𝙡𝙖𝙝 𝙨𝙚𝙨𝙪𝙣𝙜𝙜𝙪𝙝𝙣𝙮𝙖 𝙖𝙠𝙪 𝙩𝙖𝙠𝙪𝙩 𝙩𝙚𝙧𝙝𝙖𝙙𝙖𝙥 𝙖𝙙𝙯𝙖𝙗 𝙝𝙖𝙧𝙞 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙚𝙨𝙖𝙧 (𝙝𝙖𝙧𝙞 𝙠𝙞𝙖𝙢𝙖𝙩), 𝙟𝙞𝙠𝙖 𝙖𝙠𝙪 𝙢𝙚𝙣𝙙𝙪𝙧𝙖𝙠𝙖𝙞 𝙏𝙪𝙝𝙖𝙣𝙠𝙪.” (𝙌𝙎 𝙖𝙡-𝘼𝙣’𝙖𝙢 : 𝟭𝟱).
Ketika si gadis mendengar jawaban pemuda tadi dia bergumam, “𝘋𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘬𝘦𝘢𝘥𝘢𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘳𝘭𝘪𝘭𝘪𝘵 𝘢𝘴𝘮𝘢𝘳𝘢, 𝘥𝘪𝘢 𝘮𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘵𝘢𝘬𝘶𝘵 𝘬𝘦𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘛𝘶𝘩𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢. 𝘋𝘦𝘮𝘪 𝘈𝘭𝘭𝘰𝘩 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘮𝘪𝘭𝘪𝘬𝘪 𝘬𝘦𝘮𝘢𝘮𝘱𝘶𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘮𝘦𝘭𝘢𝘬𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘩𝘢𝘭 𝘪𝘯𝘪. 𝘒𝘢𝘭𝘢𝘶 𝘥𝘪𝘢 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘴𝘦𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴𝘯𝘺𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘣𝘪𝘴𝘢.”
Semenjak itu, gadis tersebut memutuskan untuk meninggalkan segala kesenangan duniawi dan dia menghabiskan seluruh waktunya untuk ibadah. Dia begiu terinspirasi dengan kesucian cinta dari pemuda tersebut. Singkat cerita gadis itu akhirnya jatuh sakit karena menahan asmara yang melandanya, dan tak lama kemudian dia meninggal dunia.
Si pemuda berziarah dan menangis di atas kuburan gadis itu, pada malam harinya dia bermimpi bertemu dengannya. Dia datang dengan wajah berseri-seri dan memakai gaun yang sangat indah.
“𝘉𝘢𝘨𝘢𝘪𝘮𝘢𝘯𝘢 𝘬𝘦𝘢𝘥𝘢𝘢𝘯𝘮𝘶 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘳𝘢𝘯𝘨?” tanya si pemuda.
Gadis itu menjawab dengan menggubah sebuah syair:
نعم المحبة يا سؤلي محبتكم ❖ حب يقود إلى خير وإحسان.
“𝘊𝘪𝘯𝘵𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘣𝘢𝘪𝘬 𝘢𝘥𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘥𝘢 𝘱𝘢𝘥𝘢𝘮𝘶 ❖ 𝘺𝘢𝘪𝘵𝘶, 𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘶𝘯𝘵𝘶𝘯𝘬𝘶 𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘬𝘦𝘣𝘢𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘮𝘶𝘭𝘪𝘢𝘢𝘯.”
Kisah cinta 𝙎𝙝𝙪𝙛𝙞 di atas sangat penting untuk kita jadikan suri tauladan. Bagaimana bisa mereka menentang hatinya sendiri demi tidak terjatuh kelubang kemaksiatan, bagaimana bisa mereka meninggalakan sesuatu yang sangat di cintainya demi sebuah ketaatan, sungguh di balik itu semua ada skenario tuhan yang sangat indah, sebagaimana kisah 𝙔𝙪𝙨𝙪𝙛, ketika 𝙕𝙪𝙡𝙖𝙞𝙠𝙝𝙤 mengejar cintanya 𝙔𝙪𝙨𝙪𝙛. 𝙔𝙪𝙨𝙪𝙛 jauh darinya, namun ketika 𝙕𝙪𝙡𝙖𝙞𝙠𝙝𝙤 mengejar cintanya Allah, Allah datangkan 𝙔𝙪𝙨𝙪𝙛 padanya.
📖 𝗦𝗲𝗯𝗮𝗴𝗮𝗶𝗺𝗮𝗻𝗮 𝗜𝗺𝗮𝗺 𝗔𝗹-𝗕𝘂𝘀𝗶𝗿𝗶 𝗿𝗼𝗱𝗹𝗶𝘆𝗮𝗹𝗹𝗼𝗵𝘂 𝗮𝗻𝗵𝘂, 𝗺𝗲𝗻𝗴𝘂𝗻𝗴𝗸𝗮𝗽𝗸𝗮𝗻 𝗱𝗶 𝗱𝗮𝗹𝗮𝗺 𝘀𝗮𝗶𝗿 𝗯𝘂𝗿𝗱𝗮𝗵𝗻𝘆𝗮:
والنفس كالطفل إن تهملهُ شبَّ على ❖ حب الرضاعِ وإن تفطمهُ ينفطم
‘‘𝘕𝘢𝘧𝘴𝘶 𝘣𝘢𝘨𝘢𝘪 𝘣𝘢𝘺𝘪, 𝘣𝘪𝘭𝘢 𝘬𝘢𝘶 𝘣𝘪𝘢𝘳𝘬𝘢𝘯 𝘪𝘢 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘵𝘢𝘱 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘶𝘴𝘶. ❖ 𝘕𝘢𝘮𝘶𝘯 𝘢𝘱𝘢𝘣𝘪𝘭𝘢 𝘦𝘯𝘨𝘬𝘢𝘶 𝘴𝘢𝘱𝘪𝘩, 𝘮𝘢𝘬𝘢 𝘪𝘢 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘵𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢𝘭𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘣𝘪𝘢𝘴𝘢𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘶𝘴𝘶 𝘪𝘵𝘶.‘‘
(شرح) ولو منع نفسه عن الحرص في الأكل والشرب وهو كناية عن ارتكاب المعاصي والتلذذ بالملذات الشهواتية لامتنعت ووقفت لأن النفس شبه الطفل الرضيع إذا ترك على الرضاع ولم يفطم بلغ الى أوان الشباب وهو مستمر فإن فطم وفصل وقف ولم يتضرر من الفطم
‘‘(𝘗𝘦𝘯𝘫𝘦𝘭𝘢𝘴𝘢𝘯): “𝘑𝘪𝘬𝘢 𝘴𝘢𝘫𝘢 𝘬𝘢𝘶 𝘥𝘢𝘱𝘢𝘵 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘦𝘯𝘥𝘢𝘭𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘯𝘢𝘧𝘴𝘶 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘮𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘯 𝘮𝘪𝘯𝘶𝘮, 𝘩𝘢𝘭 𝘪𝘯𝘪 𝘴𝘦𝘣𝘢𝘨𝘢𝘪 𝘣𝘦𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘬𝘪𝘯𝘢𝘺𝘢𝘩 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘱𝘦𝘳𝘣𝘶𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘮𝘢𝘬𝘴𝘪𝘢𝘵 𝘥𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘪𝘬𝘮𝘢𝘵𝘪 𝘣𝘦𝘳𝘣𝘢𝘨𝘢𝘪 𝘣𝘦𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘬𝘦𝘭𝘦𝘻𝘢𝘵𝘢𝘯/𝘬𝘦𝘯𝘪𝘬𝘮𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘴𝘺𝘢𝘩𝘸𝘢𝘵𝘪, 𝘮𝘢𝘬𝘢 𝘯𝘪𝘴𝘤𝘢𝘺𝘢 𝘦𝘯𝘨𝘬𝘢𝘶 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘳𝘩𝘢𝘭𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘱𝘦𝘳𝘣𝘶𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘮𝘢𝘬𝘴𝘪𝘢𝘵 𝘪𝘵𝘶, 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘯𝘢𝘧𝘴𝘶 𝘪𝘵𝘶 𝘣𝘢𝘨𝘢𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘢𝘺𝘪 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘶𝘴𝘶 𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘪𝘣𝘶𝘯𝘺𝘢. 𝘒𝘢𝘭𝘢𝘶 𝘥𝘪𝘣𝘪𝘢𝘳𝘬𝘢𝘯 𝘪𝘢 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘵𝘢𝘱 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘶𝘴𝘶 𝘴𝘢𝘮𝘱𝘢𝘪 𝘥𝘦𝘸𝘢𝘴𝘢, 𝘴𝘦𝘣𝘢𝘭𝘪𝘬𝘯𝘺𝘢 𝘬𝘢𝘭𝘢𝘶 𝘥𝘪𝘭𝘦𝘱𝘢𝘴, 𝘪𝘢 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘭𝘢𝘮𝘪 𝘣𝘢𝘩𝘢𝘺𝘢 𝘢𝘱𝘢𝘱𝘶𝘯.”
Semoga bermanfaat.🤲🏿🤲🏿
وَاللّٰهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ
اَللّٰهُــمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِِ
💦 𝐌𝐚𝐮 𝐝𝐚𝐩𝐚𝐭 𝐓𝐢𝐩𝐬, 𝐓𝐚𝐮𝐬𝐢𝐚𝐡, & 𝐕𝐢𝐝𝐞𝐨 𝐈𝐧𝐬𝐩𝐢𝐫𝐚𝐭𝐢𝐟 𝐥𝐚𝐢𝐧𝐧𝐲𝐚..??
𝐒𝐢𝐥𝐚𝐡𝐤𝐚𝐧 𝐠𝐚𝐛𝐮𝐧𝐠 𝐤𝐞 𝐠𝐫𝐮𝐩 𝐖𝐀 𝐏𝐞𝐧𝐲𝐞𝐛𝐚𝐫 𝐊𝐞𝐛𝐚𝐢𝐤𝐚𝐧 𝐢𝐧𝐢..
⬇️👇
Group tertutup hanya admin yg bs share
https://chat.whatsapp.com/CSLHUBLSK91IBWjevvomYR
Bantu kami para admin yg hanya guru lekar
Infaq shodaqoh untuk membeli pulsa atau paket internet untuk para admin group
Apa yang kami share mendapat pahala otomatis yang donasi pun mendapat pahalayang sama
Bank BTN norek 00174015 00101527 a/n wardih Aditiya kaman
Barokallah fiikum 🤲
♥ ® ⎙ ⌲
ˡᶦᵏᵉ ʳᵉᵃᶜᵗ ˢᵃᵛᵉ ˢʰᵃʳᵉ
✦━━━━━°༺°•✦•°༻°━━━━━✦


