SURAH AL-MURSALAAT
(Malaikat-2 yang diutus)
Ayat 9 :
وَ اِذَا السَّمَآءُ فُرِجَتۡۙ
Wa izas samaaa’u furijat
dan apabila langit terbelah,
TAFSIR :
Demi semua yang telah disebut itu, sungguh, apa yang dijanjikan kepadamu, yaitu hari kebangkitan, juga surga dan neraka pasti terjadi.
Kehidupan akhirat itu dimulai setelah Kiamat dunia ini.
Dan inilah gambaran Kiamat itu.
Maka apabila bintang-bintang dihapuskan cahayanya dengan mudah oleh Allah, dan apabila langit terbelah, sehingga langit dengan segala yang ada hancur.
Tidak hanya sampai di situ. Dan juga apabila gunung-gunung dihancurkan menjadi debu yang beterbangan, dan apabila rasul-rasul telah ditetapkan waktunya, untuk dimintai pertanggung jawaban akan tugas dan kesaksiannya.
Dan ketika itu terjadilah awal masa jatuhnya siksa, dan ketika itu dikatakan juga kepada para rasul itu.
Dikatakan pula bila langit pecah hancur berantakan berkeping-keping karena terjadinya guncangan gempa yang sangat dahsyat akibat benda-benda langit beradu sesamanya.
Demikianlah beberapa ayat lain menceritakan hal yang sama, yakni:
Dan (ingatlah) pada hari (ketika) langit pecah mengeluarkan kabut putih dan para malaikat diturunkan (secara) bergelombang.
(al-Furqan/25: 25)
Ayat 10 :
وَاِذَا الۡجِبَالُ نُسِفَتۡۙ
Wa izal jibaalu nusifat
dan apabila gunung-2
dihancurkan
menjadi debu,
TAFSIR :
Tidak hanya sampai di situ. Dan juga apabila gunung-gunung dihancurkan menjadi debu yang beterbangan,
Dan ketika itu terjadilah awal masa jatuhnya siksa, Dan ketika itu terjadilah awal masa jatuhnya siksa.
Ayat ini menyebutkan bahwa gunung-gunung dihancurkan menjadi debu. Dalam ayat lain disebutkan kedatangan hari Kiamat menyebabkan gunung-gunung beterbangan bagaikan kapas atau bulu yang diterbangkan angin atau dihancurkan sehancur-hancurnya.
Firman Allah:
Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang gunung-gunung, maka katakanlah, “Tuhanku akan menghancurkannya (pada hari Kiamat) sehancur hancurnya.”
(thaha/20: 105)
(cak-er).


