SEHARI SATU HADITS ﷺ
🌙 Doa Malam Lailatul Qadar
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
🌿 Sahabat yang dirahmati Allah,
Salah satu doa paling agung yang diajarkan Rasulullah ﷺ, khususnya di malam-malam akhir Ramadhan, adalah doa meminta maaf kepada Allah Aubhanahu Wa Ta’ala. Dalam Islam, memohon ampunan bukan sekadar lisan, melainkan bentuk penghambaan yang menunjukkan kerendahan hati, pengakuan atas dosa, dan harapan penuh pada kasih sayang Allah. Di balik doa ini, tersembunyi kedalaman makna tauhid dan akhlak, serta pelajaran besar tentang siapa sebenarnya Tuhan kita: Maha Pemaaf, Maha Pengampun, dan Maha Pemurah.
Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata:
قُلْتُ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَيُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ، مَا أَقُوْلُ فِيْهَا؟ قَالَ: قُوْلِيْ: اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ، فَاعْفُ عَنِّي.
“Aku bertanya, ‘Wahai Rasulullah, jika aku tahu malam itu adalah Lailatul Qadar, apa yang harus aku ucapkan?’ Beliau menjawab, ‘Ucapkanlah:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ، فَاعْفُ عَنِّي.
‘Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku.’”
(HR. Tirmidzi No. 3513; disahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Sunan Tirmidzi)
📚 Penjelasan Syarah Hadits
Imam Ibn Rajab dalam Latha’if al-Ma’arif menjelaskan bahwa:
“Allah tidak hanya bersifat Maha Pengampun (Ghafūr), tetapi juga ‘Afuw—yang berarti menghapus dosa hingga tak tersisa, seolah-olah tidak pernah dilakukan. Permintaan maaf dalam doa ini adalah bentuk tertinggi dari harapan seorang hamba.”
Imam Al-Mubarakfuri dalam Tuhfah al-Ahwadzi menambahkan bahwa penggunaan kata ‘afuw bukan hanya soal pengampunan, tetapi penghapusan total atas dosa dan aib, baik di dunia maupun di akhirat.
📖 Ayat Terkait & Tafsir Ibnu Katsir
QS. Az-Zumar [39]: 53
قُلْ يَـٰعِبَادِىَ ٱلَّذِينَ أَسْرَفُوا۟ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا۟ مِن رَّحْمَةِ ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يَغْفِرُ ٱلذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلْغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ
“Katakanlah (wahai Nabi): Wahai hamba-hamba-Ku yang telah melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sungguh Allah mengampuni semua dosa. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
➡️ Tafsir Ibnu Katsir:
Allah memanggil para pelaku dosa dengan panggilan penuh kasih, dan menjanjikan ampunan tanpa syarat batas selama hamba tersebut mau bertaubat dan kembali kepada-Nya. Ini menunjukkan betapa kuatnya sifat ‘Afuw dan Ghafūr Allah, yang melebihi murka-Nya.
🌱 Hikmah Hadits
1. ‘Afuw lebih dalam dari maghfirah – ia menghapus total dosa, tidak hanya mengampuni.
2. Doa ini menunjukkan tauhid rububiyyah dan asma’ wa sifat – karena menyebut dan memohon berdasarkan sifat Allah: al-‘Afuw.
3. Kasih sayang Allah melebihi murka-Nya – dan Allah suka memberi maaf, bukan hanya mampu.
4. Doa ini pendek, namun padat makna – cocok diamalkan oleh siapa saja, terutama di malam-malam mulia.
5. Rasulullah ﷺ tidak menyuruh membaca dzikir panjang saat malam Qadar, melainkan satu doa ini—menunjukkan bahwa substansi lebih penting dari banyaknya kata.
🔍 Relevansi di Zaman Sekarang
Di tengah beban kehidupan dan kerusakan moral yang merajalela, banyak jiwa merasa tak layak dimaafkan. Tapi Islam datang membawa kabar gembira: tidak ada dosa yang terlalu besar bagi Allah Yang Maha Memaafkan. Bahkan dalam dunia digital, di mana jejak kesalahan sulit dihapus, Allah mengajarkan bahwa di hadapan-Nya, penghapusan sempurna itu nyata.
Doa ini juga menjadi pengingat bahwa kita harus meneladani Allah dalam mencintai pemaafan—baik dalam keluarga, komunitas, maupun dalam dunia digital yang penuh konflik.
📝 Penutup
Mari jadikan doa ini sebagai amalan harian, bukan hanya di malam Lailatul Qadar. Karena setiap malam kita bisa saja memerlukan maaf dari Allah—dan satu maaf-Nya saja dapat mengubah takdir seluruh hidup.
وَاللَّهُ يَقُولُ الْحَقَّ وَهُوَ يَهْدِي السَّبِيلَ
Wa-llāhu yaqūlul-ḥaqqa wa huwa yahdīs-sabīl
“Allah berkata benar, dan Dia menunjukkan jalan yang lurus.”
(QS. Al-Ahzab: 4 – penggalan ayat)
📢 Sukseskan Gerakan Sholat Berjamaah di Masjid:
1. Hadir takbiratul ihram bersama imam.
2. Rebut shaf pertama dalam shalat berjamaah.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
📝✍️ Dinukil oleh: Alfaqir ilallah Mangesti Waluyo Sedjati
(Ketua KBIHU Baitul Izzah Sidoarjo | Hp/WA: 0811.254.005)
🌐 Follow us:
🔹 WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/H25OZuZUuW2EytV2tbCilf
🔹 Chanel Telegram: https://t.me/kajianBaitulIzzah
🔁 Bantu Sebarkan!
Bagi yang ingin hidup lebih terang dalam iman, lebih kuat dalam menghadapi fitnah zaman, dan lebih dalam mengenal Rabb-nya, bacakan dan bagikanlah doa Rasulullah ini.
(gwa-mws.


