OneDayOneSirah
📘 Edisi 377 dari 732
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Sahabat pecinta sirah yang dirahmati Allah,
Setelah Ka’bah disucikan dan Makkah ditata dalam naungan tauhid, tugas Rasulullah ﷺ belum selesai. Masih banyak berhala besar di luar Makkah yang menjadi pusat penyembahan dan simbol kekuasaan kaum musyrikin. Maka Rasulullah ﷺ mengirim ekspedisi damai — bukan untuk membantai, tapi untuk menghapus sisa-sisa kegelapan yang menghalangi cahaya tauhid menembus seluruh jazirah. Inilah saat di mana Islam tidak hanya membebaskan manusia dari penjajahan fisik, tapi dari perbudakan ruhani.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمد
🕋 Tiga Berhala Besar yang Dihancurkan
Pasca-Fathu Makkah, Rasulullah ﷺ segera mengutus para sahabat ke berbagai wilayah untuk menghancurkan pusat-pusat berhala utama:
1. Al-Lāt di Thaif
Al-Lāt adalah berhala yang diagungkan oleh Bani Tsaqif di Thaif. Ia dianggap sebagai dewi pemberi rezeki. Rasulullah ﷺ mengutus al-Mughirah bin Syu’bah dan Abu Sufyan bin Harb untuk menghancurkannya.
Diriwayatkan bahwa ketika Al-Lāt dihancurkan di hadapan penduduk Thaif, banyak yang menangis dan marah. Tapi beberapa hari kemudian mereka menyadari, berhala itu tidak mampu membela dirinya sendiri. Maka sebagian besar dari mereka pun masuk Islam.
(Sirah Nabawiyah, al-Mubarakfury, hlm. 481)
2. Manāt di Qudayd (antara Makkah dan Madinah)
Manāt adalah berhala tua yang dipuja oleh suku Aus dan Khazraj. Rasulullah ﷺ mengutus Ali bin Abi Thalib untuk menghancurkannya. Ali datang dengan pasukan kecil dan mendapati banyak kaum musyrikin masih berdoa kepada Manāt.
Ali menghancurkan Manāt dengan tangannya sendiri, kemudian menyeru:
“Kebenaran telah datang, dan batil telah lenyap!”
(QS. Al-Isra: 81)
3. Al-‘Uzza di Nakhla
Al-‘Uzza adalah berhala utama Quraisy setelah Hubal, yang diyakini sebagai dewi perlindungan dan kemenangan. Rasulullah ﷺ mengutus Khalid bin Walid untuk menghancurkannya. Khalid membawa 30 penunggang kuda dan menghancurkan Al-‘Uzza yang berada di kompleks kuil besar.
Dalam riwayat disebutkan, seorang juru kunci wanita datang menangis dan menjerit:
“Engkau telah membunuh Tuhan kami!”
Tapi Khalid menjawab:
“Jika ia Tuhan, maka ia pasti bisa membela dirinya.”
(Fiqh as-Sirah, Dr. al-Buthy, hlm. 310)
📖 Islam Menghapus Syirik dengan Hikmah dan Ketegasan
Setiap ekspedisi bukan hanya membawa palu penghancur, tapi dakwah dan keadilan. Tidak ada pemaksaan, tidak ada pengusiran, tidak ada perampasan harta. Kaum Muslimin menghancurkan berhala bukan karena membenci benda, tapi karena membebaskan manusia dari penghambaan pada selain Allah.
Sebagaimana Allah berfirman:
“Dan perangilah mereka sampai tidak ada lagi fitnah (syirik), dan agama hanya untuk Allah semata.”
(QS. Al-Baqarah: 193)
📜 Makna Strategis Penghancuran Berhala
Dr. Muhammad Sa’id Ramadhan al-Buthy menulis:
“Penghancuran berhala bukan sekadar simbolis, tapi penghapusan sistem nilai rusak yang selama ini mendewakan materi, leluhur, dan hawa nafsu. Rasulullah ﷺ membongkar struktur jahiliyah bukan dengan darah, tapi dengan tauhid.”
(Fiqh as-Sirah, hlm. 311)
📖 InsyaaAllah, Edisi 378 akan membuka babak baru: misi dakwah dan pembebasan setelah Fathu Makkah — dimulai dengan Perang Hunain dan tantangan dari kabilah Hawazin dan Tsaqif.
وَاللّٰهُ يَقُوْلُ الْحَقَّ وَهُوَ يَهْدِي السَّبِيلَ
Wa-Allāhu yaqūlu al-ḥaqqa wa huwa yahdī as-sabīl
Dan Allah mengatakan yang benar, dan Dia menunjukkan jalan yang lurus.
(QS. Al-Ahzab: 4)
📢 Sukseskan Gerakan:
1. Hadir takbiratul ihram bersama imam.
2. Rebut shaf pertama dalam shalat berjamaah.
📲 Gabung Grup Sirah Nabawiyah:
* WhatsApp: bit.ly/Siroh9
https://chat.whatsapp.com/GoZMVN6yiv0JM5owYWCIwh
* Telegram: t.me/BaitulIzzah_SirahNabawiyah
✍️ Disusun oleh:
Mangesti Waluyo Sedjati
Ketua KBIHU Baitul Izzah Sidoarjo
💬 Jika kisah ini menyentuh hati, sebarkanlah. Jadikan bagian dari dakwah dan cahaya Sirah Nabawiyah di hati umat.


