Google search engine
HomeDaerahMenyemai Cahaya dari Ujung Ombak: Kiprah LPI Al Azhaar Tulungagung di Dusun...

Menyemai Cahaya dari Ujung Ombak: Kiprah LPI Al Azhaar Tulungagung di Dusun Ngelo

TULUNGAGUNG-kanalsembilan.com (16/7/20025)

Di tepian pantai selatan yang terpencil, tepatnya di Dusun Ngelo, Desa Jengglungharjo, Kecamatan Tanggunggunung, kisah pengabdian tanpa pamrih telah terukir sejak 19 tahun lalu.

Akses menuju dusun ini dulunya sangat sulit—terhalang sungai, jalan rusak parah, dan jauh dari jangkauan teknologi. Namun keterbatasan itu tidak menghalangi semangat seorang guru, Jaswadi, yang memulai langkah pengabdiannya pada awal 2010.

Saat itu, Jaswadi—seorang ASN yang juga guru di Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Al Azhaar Tulungagung—menempuh lebih dari 35 kilometer dari kediamannya di Beji, Boyolangu, menuju Dusun Ngelo.

Tanpa sambutan, tanpa sinyal ponsel, tanpa listrik yang memadai, hanya debur ombak yang menjadi saksi. Namun bagi Jaswadi, tugas bukan sekadar kewajiban formal. Itu adalah ibadah, ladang amal, dan jalan untuk menyemai perubahan.

Seiring waktu, Jaswadi mulai mengirimkan santri dari Ngelo untuk menimba ilmu di Pesantren Al Azhaar. Ia bermimpi, kelak akan ada generasi yang tumbuh dan berkhidmat kembali di dusun mereka—yang meskipun terpencil, tak kalah dalam potensi.

Sebagai bentuk ikhtiar mandiri, ia menanam pohon pisang di lahan Perhutani untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Jalan pengabdian itu ia jalani dengan penuh keikhlasan hingga akhirnya pada 2019, ia bersedia pindah dari Ngelo ketika LPI Al Azhaar membuka cabang dakwah di wilayah lereng Gunung Wilis, Tulungagung.

Tahun 2017 menjadi momen penting lainnya. Saat KH. M. Ihya Ulumiddin (Abi) meresmikan Masjid Al Amir di Ringinpitu, Kedungwaru, seorang warga Ngelo bernama Pak Mar mewakafkan sebidang tanah (18 x 10 m²) untuk perjuangan dakwah. Lahan kecil itu kemudian dikelola oleh LPI Al Azhaar Tulungagung sebagai bagian dari komitmen pengabdian di pesisir.

Dari situ, lahirlah Majelis Dzikir Jama’i dan kegiatan keislaman berbasis nilai Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah yang rutin digelar. Anak-anak dari Ngelo mulai nyantri. Harapan akan masa depan yang lebih cerah pun tumbuh.

Kini, seiring dengan mulai terbukanya akses menuju Ngelo melalui pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) sejak 2024, LPI Al Azhaar Tulungagung mengambil langkah besar: mendirikan MI Tahfidz Al Azhaar Ngelo. Pada tahap awal, akan dibangun tiga ruang kelas untuk MI Tahfidz Al Azhaar Ngelo. Rencana dibangun di atas tanah wakaf Dusun Ngelo.

Kondisi Dusun Ngelo yang membutuhkan wadah pendidikan generasi Indonesia emas, maka LPI Al Azhaar Tulungagung mengundang para dermawan menjadi bahtera kebaikan yang mampu menghubungkan daratan potensi dengan lautan keberkahan. Para dermawan diajak jariyah dalam bentuk bahan material bangunan.

Para dermawan dapat memilih sesuai kemampuan dan keikhlasan yaitu pasir, semen, besi, batu, kayu, bata ringan, dan lainnya. Jariyah tersebut merupakan investasi abadi. Amal jariyah yang pahala terus mengalir meski dunia berganti.

Bapak, Ibu yang berkenan jariyah dapat menghubungi Kepala Direktorat Humas LPI Al Azhaar Tulungagung, Heru Syaifuddin 0852-3559-1623. Progres pembangunan dan laporan penggunaan dana jariyah akan dilaporkan secara rutin dan berkala ke para donatur. Semoga berkah dan amal kita diterima Alloh Ta’ala. (imr).

 

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments