PROBOLINGGO-kanalsembilan.com (2 Nopember 2026)
KH Suhada, M.H.I dipercaya untuk ketiga kalinya sebagai ketua Dewan Da’wah Kota Probolinggo. Dia meraih suara mutlak dengan didukung semua musyawwirin.
Menurut Suhada, banyak program kerja yang telah disiapkan oleh pengurus masa bhakti 2026-2027. Diantaranya tentang Gerakan Sholat Subuh berjamaah. “Semua program akan disahkan di Rapat Kerda Daerah Dewan Da’wah Kota Probolinggo,” jelas Suhadak.
Pengurus Daerah Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII) Kota Probolinggo dan Kabupaten Probolinggo telah dilantik dalam sebuah prosesi di Aula Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Probolinggo, Ahad (1/11/2026). Pelantikan ini menjadi momentum memperkuat gerakan dakwah, ukhuwah Islamiyah, serta sinergi dengan pemerintah daerah dalam membangun masyarakat.
Pelantikan mengusung tema “Bersama Dewan Da’wah Satukan Langkah, Perkuat Ukhuwah, Bersama Membangun Daerah.” Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin, Sp.OG (K), M.Kes., Ketua Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia Jawa Timur Dr. KH. Fathur Rokhman, M.Pd.I., serta Ketua Majelis Syura Dewan Da’wah Jatim Drs. H. Ahmad Busyairi Mansur, M.M.
Turut hadir Ketua Biro Muslimat Dewan Da’wah Jatim Dr. Hj. Rohmatin, M.Pd.I., jajaran pengurus Dewan Da’wah Jawa Timur, perwakilan pengurus Dewan Da’wah Kota dan Kabupaten Pasuruan serta Kabupaten Lumajang, organisasi Islam di Probolinggo, unsur Polres dan Kodim Probolinggo, serta undangan lainnya.
Dalam susunan kepengurusan yang dilantik, Drs. H. Syuhada, M.H.I. dipercaya sebagai Ketua Dewan Da’wah Kota Probolinggo. Sementara itu, H. Machmud Yunus, S.Ag. dipercaya memimpin Dewan Da’wah Kabupaten Probolinggo.
Prosesi pelantikan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Selanjutnya, dilakukan pembacaan Surat Keputusan (SK) kepengurusan, pembacaan ikrar pelantikan yang dipimpin Sekretaris Umum Dewan Da’wah Jawa Timur Tom Mas’udi, S.S., serta penandatanganan berita acara.
Wali Kota juga menekankan pentingnya keterbukaan, inklusivitas, dan kolaborasi berbagai elemen masyarakat dalam pembangunan daerah.
Ia turut berbagi pengalaman saat menjadi narasumber dalam forum internasional di Armenia, mewakili kota-kota di Indonesia untuk membahas upaya menjaga dan merawat flora serta fauna. Pengalaman tersebut, menurutnya, menunjukkan bahwa pembangunan membutuhkan kepedulian dan kerja sama lintas sektor.
Pada kesempatan itu, Aminuddin menyampaikan terima kasih kepada Dewan Da’wah Kota Probolinggo atas kontribusinya dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius.
Ketua Dewan Da’wah Jatim Tekankan Lima Pilar Perjuangan
Sementara itu, Ketua Dewan Da’wah Jawa Timur Dr. KH. Fathur Rokhman, M.Pd.I. dalam sambutan dan tausiahnya mengingatkan pengurus yang baru dilantik agar memahami serta mengimplementasikan lima pilar perjuangan Dewan Da’wah.
Kelima pilar tersebut meliputi pengokohan akidah, mempererat ukhuwah, menegakkan syariat, menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta membangun solidaritas dunia Islam.
Menurut Fathur Rokhman, pengokohan akidah menjadi fondasi utama agar umat Islam memiliki keimanan yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan zaman. Sementara itu, ukhuwah harus terus diperkuat untuk menjaga persatuan dan menghindari perpecahan akibat perbedaan.
Penegakan syariat juga harus tercermin dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, hingga kehidupan berbangsa. Di sisi lain, komitmen menjaga keutuhan NKRI menjadi bagian penting dari perjuangan dakwah, disertai kepedulian terhadap kondisi umat Islam di berbagai belahan dunia.
Ia berharap lima pilar tersebut tidak sekadar menjadi konsep organisasi, tetapi benar-benar diwujudkan dalam program dan aktivitas dakwah di tengah masyarakat.
Dengan demikian, dakwah tidak hanya berorientasi pada pembinaan keagamaan, tetapi juga berperan dalam memperkuat persatuan umat, menjaga bangsa, dan menumbuhkan kepedulian sosial.
Penguatan Sinergi dan Orientasi Pengurus Baru
Pelantikan pengurus Dewan Da’wah Kota dan Kabupaten Probolinggo ini diharapkan menjadi titik awal penguatan gerakan dakwah di kedua wilayah. Sinergi dengan pemerintah daerah, Majelis Ulama Indonesia (MUI), organisasi Islam, serta berbagai elemen masyarakat dinilai penting agar program dakwah dapat menjawab kebutuhan umat.
Setelah prosesi pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan orientasi ke-Dewan Da’wah-an bagi pengurus yang baru dilantik. Agenda ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman mengenai visi, misi, prinsip perjuangan, dan arah gerak organisasi.
Selain itu, diselenggarakan pula sosialisasi program Strategic Partnership yang disampaikan oleh Ustaz Kiemas M. Adil Mastjik, Brigjen TNI (Purn.) Kusbandi, dan Ustaz Ony Martin.
Melalui orientasi dan sosialisasi tersebut, para pengurus diharapkan memiliki pemahaman yang sama mengenai pengelolaan organisasi sekaligus mampu membangun kemitraan strategis dengan berbagai pihak untuk memperluas manfaat dakwah.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin Ustaz Muhammad Azhar Ridwan dari Masjid Manarul Islam, Bangil, Pasuruan.
Dengan kepengurusan baru dan penguatan program kemitraan, Dewan Da’wah Kota dan Kabupaten Probolinggo diharapkan semakin berperan dalam menghadirkan dakwah yang mencerahkan, mempersatukan umat, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah. (dd).


