Google search engine
HomeEkbisPerang Data Global dan Ancaman Kolonialisme Digital: Menguliti StrategiWorldcoin

Perang Data Global dan Ancaman Kolonialisme Digital: Menguliti StrategiWorldcoin

✍️ Oleh: Mangesti Waluyo Sedjati
(Ketua Majelis Ilmu Baitul Izzah | Sekjen DPP Al-Ittihadiyah | Pengurus KPEU MUI Pusat)
Sidoarjo, 26 April 2025

I. Pendahuluan:

Dari Meriam ke Data, Dari Senjata ke Iris Mata

Dunia telah memasuki era baru: era kolonialisme digital.

Jika dulu penjajahan datang melalui kekuatan militer, perampasan tanah, dan penaklukan fisik,
maka hari ini, penjajahan berlangsung senyap — melalui penguasaan data manusia.

* Dulu: yang direbut adalah tanah — lewat perang dan meriam.
* Kini: yang direbut adalah identitas — lewat algoritma dan teknologi.
* Dulu: yang dicari adalah emas, rempah, dan kekayaan alam.
* Kini: yang diburu adalah data biometrik — sidik jari, wajah, iris mata — semua menjadi “emas baru” dunia.

Dalam konteks inilah, proyek seperti Worldcoin bukan sekadar inisiatif startup atau proyek sosial biasa.
Ia adalah ujung tombak sebuah agenda global:

Menguasai manusia bukan dengan senjata, melainkan melalui algoritma, biometrik, dan kecerdasan buatan.

Worldcoin menggunakan bahasa “kemajuan teknologi”, “inklusi keuangan”, dan “identitas universal” — namun di balik narasi itu tersembunyi misi:

membangun peta digital manusia sedunia — untuk dikelola, dikontrol, bahkan dikomersialkan.

Jika manusia dahulu dijajah dengan kekuatan militer, maka manusia masa kini diubah menjadi komoditas data — sebuah realitas yang mengharuskan kita waspada sebelum semuanya terlambat.

II. Worldcoin: Apa dan Siapa di Baliknya?

a. Struktur Perusahaan dan Proyek

Worldcoin adalah proyek yang dikembangkan oleh perusahaan Tools for Humanity (TFH),
sebuah perusahaan teknologi berbasis di San Francisco, Amerika Serikat.

Komponen penting Worldcoin:
* Nama Proyek: Worldcoin
* Perusahaan Pengembang: Tools for Humanity (TFH)
* Kantor Pusat: San Francisco, California, USA
* CEO: Alex Blania
* Pendiri Utama: Sam Altman,
* Tokoh utama di balik OpenAI (pencipta ChatGPT),
* Salah satu figur paling berpengaruh dalam dunia kecerdasan buatan (AI).

Bagaimana cara kerja Worldcoin?
* Mereka menggunakan alat khusus berbentuk bola logam seukuran bola bowling, yang dinamakan Orb.
* Orb memindai iris mata seseorang untuk membuat World ID — identitas digital unik yang diklaim “tidak bisa dipalsukan” dan “tidak bisa diretas.”
* Setiap orang yang melakukan pemindaian iris akan mendapatkan:
* World ID (identitas biometrik digital global),
* dan sering kali reward berupa token Worldcoin (WLD) atau uang tunai.

Bahasa marketing mereka:
“Inklusi keuangan,” “akses digital universal,” “keadilan di dunia AI.”

Realitas di lapangan:
* Pemindaian biometrik massal dilakukan tanpa edukasi memadai,
* Tanpa regulasi negara kuat,
* Tanpa perlindungan jangka panjang terhadap risiko penyalahgunaan data biometrik.

b. Data Empiris Worldcoin (Per April 2025)

Pertumbuhan Worldcoin secara global sangat cepat dan masif

1. Total Pendaftar Aplikasi World App: 25,8 Juta Orang

Sejak Worldcoin diluncurkan, sudah ada 25,8 juta orang di dunia yang mengunduh dan mendaftar melalui aplikasi resminya, World App.
• Ini artinya, lebih dari 25 juta individu kini terhubung dengan ekosistem Worldcoin.
• Namun, pendaftaran aplikasi hanyalah tahap awal menuju proses pengambilan data biometrik yang lebih dalam.

2. Total World ID yang Diverifikasi (Melalui Pemindaian Iris Mata): 12,1 Juta Orang

Dari semua pendaftar, sebanyak 12,1 juta orang telah menyerahkan identitas biometrik mereka — yaitu pemindaian iris mata.
• Data ini sangat penting: iris mata bersifat unik dan tidak bisa diubah seumur hidup.
• Sekali iris mata dipindai dan disimpan, seseorang tidak bisa “mengganti” identitasnya seperti mengganti kata sandi atau nomor ponsel.

Artinya, ada 12,1 juta manusia di dunia yang saat ini identitas biologisnya berad…

 

 

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments