π΄ππ
ππ π«πππππ π΄πππππππ
https://whatsapp.com/channel/0029Vah9iFTLCoWstm2a7B2f
1. Saβid bin Musayyib
Beliau berkata, βSesungguhnya aku benar-benar membenci nyanyian dan menyukai rojaz (sejenis syaβir)β (riwayat Abdurrazaq dalam Al Mushannaf, 11/6/19743 dengan sanad shahih. dinukil dari Tahrim Alat Tharb, 101)
2. Al Qasim bin Muhammad
Seorang lelaki bertanya kepada beliau tentang nyanyian. Beliau menjawab: βAku melarangmu darinya, aku membencinya untukmuβ. Lelaki itu bertanya lagi, βapakah nyanyian itu haram?β. Beiiau menjawab: βWahai anak saudaraku, perhatikanlah! Jika Allah memisahkan antara al haq dengan al bathil maka pada bagian mana Dia akan menghukumi nyanyian?β (Muntaqan Nafis min Talbis Iblis, 306)
3. Umar bin Abdil Aziz
Beliau menulis surat kepada guru anaknya, βhendaklah pertama kali yang diyakini anak-anakku dari tata-kramamu adalah membenci nyanyian. Yang awalnya dari setan, akhirnya kemurkaan dari Ar Rahman Jalla wa βAla. Karena sesungguhnya telah sampai kepadaku dari para ulama yang terpercaya bahwa menghadiri alat-alat musik dan mendengarkan nyanyian-nyanyian serta menyukainya akan menumbuhkan kemunafikan di dalam hati, sebagaimana air akan menumbuhkan rerumputan.
Demi Allah, sesungguhnya menjaga hal itu dengan tidak mendatangi tempat-tempat tersebut, lebih mudah bagi orang yang berakal, daripada bercokolnya kemunafikan di dalam hatiβ (Muntaqan Nafis min Talbis Iblis, 306).
4. Fudhail bin βIyadh
Beliau berkata, βNyanyian adalah mantra setanβ (Muntaqan Nafis min Talbis Iblis, 307).
5. Ad Dhahak
Beliau berkata, βNyanyian akan merusak hati dan menjadikan Allah murkaβ (Muntaqan Nafis min Talbis Iblis, 307).
6. Yazid bin Al Walid
Beliau berkata, βWahai Bani Umayyah, jauhilah nyanyian sesugguhnya ia akan menambah syahwat dan merusak kesopanan. Sesungguhnya nyanyian itu benar-benar mewakili khamr, pelakunya akan melakukan apa yang dilakukan pemabukβ (Muntaqan Nafis min Talbis Iblis, 307).
7. Asy Syaβbi
Ismaβil bin Abi Khalid meriwayatkan bahwa Asy Syaβbi membenci upah penyanyi wanita, dan berkata, βAku tidak suka memakannyaβ (riwayat Ibnu Abi Syaibah dalam Al Mushannaf, 7/9/2203 dengan sanad yang shahih. Dinukil dari Tahrim alat Tharb, 10).
Beliau juga berkata, βPenyanyi dan orang yang menikmati nyanyian itu dilaknatβ (Muntaqan Nafis min Talbis Iblis, 306).
8. Imam Abu Hanifah
Abu Ath Thayyib Ath Thabari berkata, βAbu Hanifah membenci nyanyian, walaupun beliau membolehkan minum nabidz (sari buah yang diminum). Beliau menganggap mendengarkan nyanyian termasuk dosa. Demikian juga pendapat suruh penduduk Kufah (yakni para ulamanya): Ibrahim, Asy Syaβbo, Hammad, Sufyan Ats Tsauri, dan lainnya. Tidak ada perbedaan pendapat di kalangan mereka dalam hal itu. Dan di antara penduduk Bashrah (yakni para ulamanya), tidak dikenal adanya perbedaan pendapat tentang kebencian dan larangan nyanyian, kecuali yang diriwayatkan dari βUbaidullah bin Al Hasan Al Anbariβ (Muntaqan Nafis min Talbis Iblis, 300-301).
9. Imam Malik bin Anas
Beliau ditanya tentang nyanyian, beliau menjawab: βSesungguhnya yang melakukannya dikalangan kita hanya orang-orang fasikβ (riwayat Al Khallal di dalam Al Amru bil Maβruf dan Ibnul Jauzi di dalam Talbis Iblis. Dinukil dari Tahrim alat Tharb, 99-100).
Abu Ath Thayyib Ath Thabari berkata, βadapun Malik bin Anas, maka beliau melarang nyanyian dan mendengarkannya. Dan beliau berkata, βJika seseorang membeli budak wanita, lalu dia mendapatinya sebagai penaynyi, maka dia berhak mengembalikannya dengan alasan cacatβ. Dan ini merupakan pendapat seluruh penduduk Madinah, kecuali Ibrahim bin Saβad sajaβ (Muntaqan Nafis min Talbis Iblis, 300).
Selengkapnya: https://muslim.or.id/22664-perkataan-para-ulama-tentang-nyanyian-dan-musik.html
(gwa-mida-jatim).


