π΄ππ
ππ π«πππππ π΄πππππππ
https://whatsapp.com/channel/0029Vah9iFTLCoWstm2a7B2f
* Tidak diragukan lagi, akhir (penutup) dari amal-amal kita adalah perkara yang sangat penting. Para salaf rahimahumullah senantiasa memperhatikan akhir dari suatu amal, dalam rangka mencontoh Nabi shallallahu βalaihi wa sallam. Dan juga untuk mengamalkan firman Allah Taβala,
ΩΩΨ§ΩΩΩΨ°ΩΩΩΩ ΩΩΨ€ΩΨͺΩΩΩΩ Ω ΩΨ§ Ψ’ΨͺΩΩΩΨ§ ΩΩΩΩΩΩΩΨ¨ΩΩΩΩ Ω ΩΩΨ¬ΩΩΩΨ©Ω Ψ£ΩΩΩΩΩΩΩ Ω Ψ₯ΩΩΩΩ Ψ±ΩΨ¨ΩΩΩΩΩ Ω Ψ±ΩΨ§Ψ¬ΩΨΉΩΩΩΩ
βDan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan merekaβ (QS. Al-Muβminuun [23]: 60).
π Dalam ayat ini, Allah Taβala menggambarkan para hamba-Nya yang beriman bahwa mereka memberikan (melaksanakan) berbagai amal ibadah dan ketaatan secara sungguh-sungguh. Mereka juga sangat takut kepada Allah Taβala, karena mereka tidak tahu, apakah amal mereka akan diterima ataukah tidak.
Oleh karena itu, seorang hamba tidak boleh bangga dengan amalnya, sebanyak apa pun amal yang telah dikerjakannya. Jika amal tersebut tidak diterima oleh Allah Taβala, amal tersebut tidak ada faidahnya.
Sebanyak apa pun amal yang telah dikerjakannya, namun jika tidak diterima oleh Allah Taβala, maka hanya bagaikan debu yang berterbangan.
βͺοΈ Jika suatu amal diterima oleh Allah Taβala, meskipun amal itu hanya sedikit, Allah Taβala akan melipatgandakan pahalanya. Sebagaimana firman Allah Taβala,
Ψ₯ΩΩΩΩ Ψ§ΩΩΩΩΩΩ ΩΩΨ§ ΩΩΨΈΩΩΩΩ Ω Ω ΩΨ«ΩΩΩΨ§ΩΩ Ψ°ΩΨ±ΩΩΨ©Ω ΩΩΨ₯ΩΩΩ ΨͺΩΩΩ ΨΩΨ³ΩΩΩΨ©Ω ΩΩΨΆΩΨ§ΨΉΩΩΩΩΩΨ§ ΩΩΩΩΨ€ΩΨͺΩ Ω ΩΩΩ ΩΩΨ―ΩΩΩΩΩ Ψ£ΩΨ¬ΩΨ±ΩΨ§ ΨΉΩΨΈΩΩΩ ΩΨ§
βSesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarrah. Dan jika ada kebajikan sebesar zarrah, niscaya Allah akan melipatgandakannya dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besarβ (QS. An-Nisaβ [4]: 40).
* Allah Taβala lebih mengetahui keadaan niat dan keikhlasan seorang hamba dalam beramal. Oleh karena itu, seorang hamba harus mencurahkan segala usaha untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas amalnya. Kita yakin bahwa Allah Taβala tidak akan menyia-nyiakan pahala dari orang yang beramal sedikit pun.
Wajib atas seorang hamba untuk memperbanyak amalnya, mengikhlaskan niatnya, mengharap pahala dari Allah Taβala dan tidak berputus asa dari rahmat-Nya. Allah Taβala berfirman,
ΩΩΩ ΩΨ§ ΩΩΨ§ΩΩ Ψ§ΩΩΩΩΩΩ ΩΩΩΩΨΆΩΩΨΉΩ Ψ₯ΩΩΩ ΩΨ§ΩΩΩΩΩ Ω Ψ₯ΩΩΩΩ Ψ§ΩΩΩΩΩΩ Ψ¨ΩΨ§ΩΩΩΩΨ§Ψ³Ω ΩΩΨ±ΩΨ‘ΩΩΩΩ Ψ±ΩΨΩΩΩ Ω
βDan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusiaβ (QS. Al-Baqarah [2]: 143).
βοΈ Berputus asa dari rahmat Allah Taβala hanya akan menjadi penghalang antara seorang hamba dengan Allah Taβala. Allah Taβala berfirman,
ΩΩΩΩ ΩΩΨ§ ΨΉΩΨ¨ΩΨ§Ψ―ΩΩΩ Ψ§ΩΩΩΨ°ΩΩΩΩ Ψ£ΩΨ³ΩΨ±ΩΩΩΩΨ§ ΨΉΩΩΩΩ Ψ£ΩΩΩΩΩΨ³ΩΩΩΩ Ω ΩΩΨ§ ΨͺΩΩΩΩΩΨ·ΩΩΨ§ Ω ΩΩΩ Ψ±ΩΨΩΩ ΩΨ©Ω Ψ§ΩΩΩΩΩΩ Ψ₯ΩΩΩΩ Ψ§ΩΩΩΩΩΩ ΩΩΨΊΩΩΩΨ±Ω Ψ§ΩΨ°ΩΩΩΩΩΨ¨Ω Ψ¬ΩΩ ΩΩΨΉΩΨ§ Ψ₯ΩΩΩΩΩΩ ΩΩΩΩ Ψ§ΩΩΨΊΩΩΩΩΨ±Ω Ψ§ΩΨ±ΩΩΨΩΩΩ Ω
βKatakanlah, βHai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayangββ (QS. Az-Zumar [39]: 53).
π Di sisi lain, seorang hamba tidak boleh bangga dan kagum dengan amalnya atau merasa telah banyak beramal. Akan tetapi, dia senantiasa berdoa kepada Allah Taβala untuk menerima amalnya dan mengiringi setiap amalnya dengan istighfar, memohon ampun kepada Allah Taβala.
Karena manusia adalah tempat salah dan lupa. Sebanyak apa pun amalnya, akan tetapi pasti di dalamnya terdapat berbagai cacat dan kekurangan. Sehingga dia berusaha menutup kekurangan tersebut dengan istighfar.
Dengan kata lain, seorang muslim hendaknya menghitung kejelekan-kejelekannya, dan tidak menghitung amal kebaikannya. Hendaknya dia menghisab dirinya, menghitung-hitung kesalahan dan dosanya, kemudian beristighfar dan bertaubat.
Selengkapnya: https://muslim.or.id/32305-perhatikan-bagaimanakah-akhir-dari-amalmu.html
(gwa-mida-jatim).


