Google search engine
HomeEkbisPertumbuhan Kredit di Jatim Mencapai 4,46 Persen

Pertumbuhan Kredit di Jatim Mencapai 4,46 Persen

MADIUN-kanalsembilan.com (19 Oktober 2025)

Perkembangan sektor jasa keuangan daerah dan intermediasi perbankan Jatim tercatat tumbuh 4,46 persen (yoy), sedangkan Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 4,03 persen (yoy).

Kepala Direktorat Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan  Nasirwan mengatakan  OJK Jatim saat ini mengawasi dua bank umum, yakni Bank Jatim dan Bank Maspion, serta 267 BPR (241 konvensional dan 26 syariah). Jumlah ini turun dari sebelumnya 276 BPR karena likuidasi dan pencabutan izin usaha, seiring implementasi UU P2SK dan kebijakan Single Presence Policy (SPP).

BPR dengan pemegang saham pengendali yang sama di satu wilayah diwajibkan merger sebelum April 2026. Dari 267 BPR yang ada, sebanyak 77 akan tergabung dalam 16 grup usaha.

Ia juga menyoroti pemenuhan modal inti minimum Rp 6 miliar yang wajib tuntas pada Desember 2025. “Saat ini masih ada 29 BPR yang belum memenuhi ketentuan. Jika hingga tenggat belum terpenuhi, kami akan ambil tindakan sesuai POJK, seperti merger paksa atau akuisisi,” kata Nasirwan.

Juga ada beberapa BPR yang milik satu grup yang nantinya harus gabung menjadi satu, ini karena pemiliknya sama.

Untuk bank umum, Bank Jatim ditetapkan sebagai induk Kelompok Usaha Bank (KUB) bagi Bank NTB, Bank Sultra, Bank Lampung, dan Bank Banten. Proses perizinan ditargetkan rampung Desember 2025.

Pertumbuhan kredit perbankan Jawa Timur mencapai 4,46 persen, dengan porsi terbesar disalurkan ke sektor UMKM sebesar 37,9 persen. OJK juga baru menerbitkan POJK Nomor 19 Tahun 2025 tentang kemudahan pembiayaan UMKM yang berlaku mulai 2 November 2025.

Kepala Direktorat Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan  Asep Hikayat menjelaskan  perkembangan pasar modal, industri asuransi, dana pensiun, dan perusahaan pembiayaan.

Pasar Modal: Dana terhimpun mencapai Rp15,5 triliun. Emiten didominasi sektor barang baku (53,71%). Program IDX Inkubator saat ini membina 30 calon emiten dan telah melakukan coaching clinic untuk 55 perusahaan.

Securities Crowdfunding (SCF): Terdapat 32 penerbit dengan total dana Rp58,83 miliar. SCF diharapkan menjadi alternatif pembiayaan UMKM.

Asuransi: Kondisi industri dinilai sehat dengan RBC asuransi jiwa 316,96% dan asuransi umum 267,73%, jauh di atas batas minimal 120%.

Dana Pensiun: Terdapat 10 lembaga dengan 52% aset ditempatkan pada Surat Berharga Negara (SBN).

Pembiayaan dan LKM: Pertumbuhan aset dan pembiayaan positif, dengan NPF gross tetap di bawah batas ketentuan. Saat ini ada delapan perusahaan gadai swasta yang sedang diproses izinnya.

Kepala Divisi Layanan Manajemen Strategis dan Koordinasi Regional, Firdaus Aditya Rizqi menjelaskan peran OJK dalam literasi dan inklusi keuangan. Sejak Agustus 2024, telah dilakukan 3.037 kegiatan edukasi dengan 762.000 peserta di seluruh Jatim. Program yang dijalankan antara lain Gerakan Indonesia Menabung, KEJAR, dan Laku Pandai.

Firdaus juga mengumumkan dua agenda besar di Surabayam pertama Puncak Bulan Inklusi Keuangan (BIK) Nasional 2025, yang diadakan Tunjungan Plaza,pada tangga  23–26 Oktober 2025. Pembukaan resmi 24 Oktober oleh Ketua Dewan Komisioner OJK, dan dimeriahkan kkonser musik dan undian hadiah, termasuk mobil listrik.

Kedua Indonesia Islamic Finance Summit (IIFS) 2025, Awal November 2025, merupakan yang pertama kali diselenggarakan secara nasional di Jawa Timur. Akan dihadiri hampir seluruh anggota Dewan Komisioner OJK.

Selain itu, OJK Jatim juga mengembangkan Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) dengan fokus pada hilirisasi komoditas lokal, seperti pisang mas kirana di Lumajang dan melon greenhouse di Malang.

“Kami ingin memastikan hilirisasi komoditas lokal memberi nilai tambah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Firdaus.

Diakhir acara Nasirwan menyampaikan apresiasi kepada insan media. “Kami berterima kasih atas peran aktif rekan-rekan media dalam mentransmisikan kebijakan, meningkatkan literasi, dan mengedukasi masyarakat terhadap risiko jasa keuangan,” tutupnya.

Dengan berbagai langkah strategis seperti konsolidasi BPR, penguatan pembiayaan UMKM, dan penyelenggaraan event nasional, OJK optimistis sektor jasa keuangan Jawa Timur akan semakin sehat, inklusif, dan berdaya saing. (za).

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments