JENDELA FAJAR
MENGULANG KAJI
SABTU
19 DZULHIJJAH 1447
06 JUNI 2026
بِسۡـــــــــمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡـمَـٰنِ ٱلرَّحِــــيمِ
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ.
PERUBAHAN BESAR DUNIA
Allah ﷻ berfirman :
يُّؤْتِى الْحِكْمَةَ مَنْ يَّشَاۤءُۚ وَمَنْ يُّؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ اُوْتِيَ خَيْرًا كَثِيْرًاۗ وَمَا يَذَّكَّرُ اِلَّآ اُولُوا الْاَلْبَابِ قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ
Artinya : “Katakanlah: Ya Allah, Pemilik kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari siapa yang Engkau kehendaki.” (QS. Ali ‘Imran: 26)
Abad ke-21 ditandai oleh kemajuan teknologi yang luar biasa, namun pada saat yang sama dunia menghadapi berbagai konflik kemanusiaan dan ketidakpastian geopolitik yang semakin kompleks.
Konflik bersenjata, persaingan kekuatan besar, krisis energi, perubahan iklim, migrasi massal, serta perkembangan teknologi militer telah menciptakan tantangan baru bagi stabilitas global.
Dunia saat ini sedang mengalami perubahan besar dalam tatanan politik Internasional. Setelah berakhirnya perang dingin, banyak pihak berharap akan tercipta era perdamaian yang lebih stabil. Namun kenyataannya berbagai konflik terus muncul di berbagai wilayah dunia.
Perang AS, Israel-Iran, memunculkan krisis kemanusiaan, pengungsian, ketegangan antarnegara, dan persaingan ekonomi global, hal ini menunjukkan bahwa stabilitas dunia masih menghadapi tantangan serius.
Konflik kemanusiaan dimulai negara-negara super power menguasai sumber daya alam, minyak bumi, gas alam, mineral strategis, dan sumber daya air. Persaingan antara negara-negara besar dalam ekonomi dan teknologi menciptakan ketegangan baru.
Fenomena ini terlihat dari, perlombaan teknologi AI, persaingan industri semikonduktor, pengembangan senjata hipersonik, serta dominasi jalur perdagangan global.
Dilansir dari Kompas.com. Iran telah membentuk sebuah badan untuk memberikan izin transit melalui Selat Hormuz dan memungut biaya tol dari kapal-kapal yang melintas.
Sementara, Washington terus mendesak tercapainya kesepakatan untuk membuka kembali selat Hormuz. Jalur air strategis yang ditutup oleh Teheran tersebut menunjukan Washington kini tidak lagi memiliki kekuatan militer untuk membebaskan selat Hormuz dari Iran.
Perbedaan sistem politik dan kepentingan Nasional sering memicu ketegangan antarnegara maupun konflik internal. Kesenjangan ekonomi yang tinggi dapat menimbulkan ketidakpuasan sosial dan memperbesar risiko konflik.
Dunia sedang bergerak menuju sistem multipolar. Kekuatan ekonomi dan militer tidak lagi terkonsentrasi pada satu negara saja. Kecerdasan buatan, komputasi kuantum, satelit, dan teknologi siber menjadi arena persaingan baru. Kemajuan teknologi militer meningkatkan kemampuan destruktif suatu negara.
Hal ini menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas keamanan global. Konflik Internasional dapat mengganggu distribusi energi dan pangan sehingga memengaruhi kehidupan masyarakat dunia.
Allah ﷻ berfirman :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً
Artinya : “Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam perdamaian secara keseluruhan.” (QS. Al-Baqarah 2:208)
Konflik kemanusiaan dan ketidakpastian geopolitik merupakan tantangan utama peradaban modern. Faktor-faktor seperti perebutan sumber daya, persaingan kekuatan global, ketimpangan ekonomi, dan revolusi teknologi berkontribusi terhadap munculnya berbagai konflik.
Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh negara yang terlibat secara langsung, tetapi juga oleh masyarakat global melalui krisis ekonomi, migrasi, dan ketidakstabilan keamanan.
Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang mengutamakan dialog, keadilan, kerja sama Internasional, pembangunan ekonomi yang inklusif, serta penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan.
Allah ﷻ berfirman :
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ
Artinya : “Sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil dan berbuat kebajikan.”(QS. An-Nahl 16:90)
Dalam perspektif Islam, perdamaian sejati tidak hanya dicapai melalui kekuatan politik dan militer, tetapi juga melalui keadilan, kasih sayang, dan penghormatan terhadap martabat manusia.
Allah ﷻ berfirman :
۞ وَاِنْ جَنَحُوْا لِلسَّلْمِ فَاجْنَحْ لَهَا وَتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ ٦١
Artinya : (Akan tetapi,) jika mereka condong pada perdamaian, condonglah engkau (Nabi Muhammad) padanya dan bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya hanya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS Al-Anfal 8:61)
Sesungguhnya sejarah menunjukkan bahwa setiap peradaban yang mengandalkan kekuatan semata pada akhirnya mengalami kemunduran. Sebaliknya, peradaban yang dibangun di atas ilmu, keadilan, dan akhlak memiliki daya tahan yang lebih panjang.
SEMOGA BERMANFAAT
Silahkan dishere tanpa harus merubah isi tulisan
(gwa-swhs-ayat)


