SURABAYA-kanalsembilan.com (27 September 2026)
PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur terus memperkuat efisiensi distribusi dan keandalan jaringan listrik melalui digitalisasi pengelolaan jaringan. Salah satunya dilakukan melalui implementasi Online Monitoring Performance (OMP) di Unit Layanan Pelanggan (ULP) Bangkalan.
Implementasi OMP tersebut menjadi bagian dari upaya PLN meningkatkan akurasi pemantauan susut energi sekaligus mendukung pengambilan keputusan dalam penanganan kondisi jaringan.
Dalam pengembangan pilot project tersebut, implementasi fisik OMP pada Penyulang Martadinata telah mencapai 100 persen. Sementara pemasangan Data Concentrator Unit (DCU) pada Penyulang Maduratex juga telah rampung 100 persen.
OMP memungkinkan PLN memantau data kelistrikan pada jaringan dan pelanggan secara lebih terukur. Data tersebut selanjutnya dapat digunakan untuk memetakan susut energi dan menjadi dasar dalam menentukan langkah perbaikan secara lebih tepat sasaran.
Pemanfaatan data OMP juga diarahkan untuk mendukung evaluasi kondisi jaringan. Sejumlah tindak lanjut dilakukan, antara lain melalui penyeimbangan beban dan perbaikan jaringan tegangan rendah, guna mendukung peningkatan kualitas tegangan dan menjaga keandalan pelayanan kepada pelanggan.
General Manager PLN UID Jawa Timur, Eric Rossi Priyo Nugroho, mengatakan digitalisasi jaringan tidak berhenti pada pemasangan perangkat, tetapi harus mampu menghasilkan data yang akurat dan dapat ditindaklanjuti.
“OMP menjadi salah satu upaya kami untuk membangun pengelolaan jaringan berbasis digital. Dengan data yang lebih akurat, langkah perbaikan dapat dilakukan secara lebih terarah sehingga pada akhirnya mendukung efisiensi, keandalan, dan kualitas pelayanan kepada pelanggan,” ujar Eric dalam keterangan tertulis, Selasa (22/9/2026).
Menurutnya, keberlanjutan implementasi OMP menjadi faktor penting agar manfaat sistem tersebut dapat terus dirasakan dalam operasional PLN.
Karena itu, PLN mendorong penguatan tim operasi dan pemeliharaan (O&M), terutama untuk memastikan kesiapan perangkat, keandalan komunikasi data, serta proses analisis dan validasi susut dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Penguatan tersebut juga mencakup penyesuaian perangkat apabila terjadi perubahan pada jaringan maupun pelanggan. Dengan demikian, sistem OMP tetap mampu mendukung kebutuhan pengelolaan distribusi listrik.
Eric menambahkan, semangat pengabdian dan tanggung jawab juga menjadi bagian yang terus dijaga PLN dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat, termasuk menjelang Hari Kesaktian Pancasila.
“Menjelang Hari Kesaktian Pancasila, semangat pengabdian dan tanggung jawab menjadi nilai yang terus kami jaga. Bagi PLN, semangat tersebut diwujudkan melalui upaya perbaikan berkelanjutan, pemanfaatan teknologi, serta kerja bersama untuk menghadirkan sistem kelistrikan yang semakin efisien dan andal bagi masyarakat,” katanya.
Melalui optimalisasi OMP, PLN UID Jawa Timur terus mendorong transformasi digital dalam pengelolaan jaringan. Sistem tersebut diharapkan dapat memperkuat akurasi data, mendukung efisiensi distribusi, serta membantu PLN menjaga keandalan pasokan dan kualitas pelayanan listrik bagi pelanggan di wilayah Bangkalan. (za).


