Google search engine
HomeEkbisJatim Perkuat Ekosistem Halal dan Ekonomi Syariah

Jatim Perkuat Ekosistem Halal dan Ekonomi Syariah

SURABAYA-kanalsembilan.com (27 September 2026)

Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat ekosistem halal dan ekonomi syariah untuk meningkatkan daya saing produk daerah. Penguatan dilakukan melalui sinergi pemerintah daerah, Bank Indonesia, pelaku usaha, pesantren, perguruan tinggi, serta berbagai pemangku kepentingan.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan hal tersebut saat membuka Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Jawa 2026 di Surabaya, Jumat (25/9/2026). Jawa Timur kembali dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan FESyar Regional Jawa.

“Penguatan ekosistem halal ini perlu diperseiringi dengan penguatan sektor ekonomi syariah,” ujar Khofifah.

Menurutnya, penguatan ekosistem halal menjadi bagian penting dalam pengembangan ekonomi syariah di Jawa Timur.

Di sisi lain, ekosistem halal di Jawa Timur terus berkembang. Saat ini terdapat 22 zona kuliner halal, aman, dan sehat, 804 destinasi pariwisata ramah muslim, serta 56 sentra dan kawasan halal.

Perkembangan juga terlihat dari meningkatnya jumlah produk yang memperoleh sertifikasi halal. Hingga Agustus 2026, sebanyak 703.853 sertifikat halal telah diterbitkan dengan cakupan sekitar 1,8 juta produk.

“Ini menjadi modal untuk memperkuat kepercayaan konsumen dan meningkatkan daya saing produk Jawa Timur,” katanya.

Atas berbagai upaya tersebut, Pemprov Jatim meraih penghargaan Indonesia Halal Industry Award (IHIA) 2026 dari Kementerian Perindustrian Republik Indonesia. Jawa Timur meraih peringkat pertama kategori lembaga pemerintahan yang memberikan dukungan program halal, subkategori pemerintah daerah provinsi.

Selain memperkuat ekosistem halal, Pemprov Jatim juga terus membuka akses pasar bagi produk daerah melalui misi dagang.

Khofifah mengatakan, dalam misi dagang yang baru saja dilaksanakan sekaligus pertemuan industri halal, tercatat komitmen transaksi sekitar Rp6,7 triliun.

Komitmen tersebut akan ditindaklanjuti melalui sejumlah agenda pertemuan dan kunjungan calon investor yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober, November, hingga awal Januari.

“Ini bagian dari penguat sistem ekonomi halal yang sedang kita tumbuh kembangkan,” ujarnya.

FESyar Digelar Ke-13 Kalinya

Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti mengatakan FESyar Regional Jawa 2026 merupakan penyelenggaraan yang ke-13 kalinya.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Jatim, pemerintah daerah, dan seluruh mitra strategis yang terus mendukung pelaksanaan FESyar.

“Ini adalah acara ke-13 kalinya yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia, tentunya didukung penuh oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur beserta pemerintah daerah dan mitra-mitra strategis kami lainnya,” ujar Destry.

Menurutnya, pelaksanaan FESyar di Jawa Timur selama 13 tahun menjadi bagian dari perjalanan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.

Ia menjelaskan, gagasan FESyar yang berkembang di Jawa Timur kemudian menjadi inspirasi bagi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah pada tingkat nasional melalui Indonesia Sharia Economic and Financial Festival (ISEF).

“Ini nampaknya tidak cukup kalau dibawa di level regional. Kita harus bawa ini ke level pusat,” katanya.

ISEF kemudian dikembangkan dengan cakupan yang lebih luas dan melibatkan berbagai unsur ekonomi syariah dari seluruh Indonesia.

Meski demikian, FESyar Regional Jawa tetap diselenggarakan di Jawa Timur. Konsistensi Jawa Timur dalam menggelar FESyar menjadi bagian dari perjalanan pengembangan agenda ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.

Pembukaan FESyar Regional Jawa 2026 sekaligus menjadi kick off berbagai program unggulan yang melibatkan UMKM, perbankan, akademisi, asosiasi pelaku usaha, pesantren, pemerintah daerah, serta mitra strategis lainnya.

FESyar Regional Jawa 2026 berlangsung di Surabaya pada 25–27 September 2026 dengan mengusung semangat penguatan literasi dan inklusi ekonomi serta keuangan syariah menuju Indonesia Emas. (za).

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments