السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi
“RAKAAT PEMBAWA KETENANGAN”
Hidup sekarang bising banget ya.
Pikiran bising, hati gelisah, kerjaan numpuk, HP nggak berhenti notifikasi.
Kita cari ketenangan ke mana-mana. Jalan-jalan, nongkrong, scroll TikTok.
Tapi 5 menit kemudian gelisah lagi.
Padahal ketenangan itu ada di tempat paling dekat: di atas sajadah. Di dalam 2 rakaat.
Alloh Ta’ala berfirman:
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Alloh hati menjadi tenang”
(QS. Ar-Ra’d: 28
Dan cara paling utama mengingat Alloh Ta’ala adalah: Sholat.
1. KENAPA SHOLAT BISA MENENANGKAN?
Karena sholat itu bukan sekadar gerakan.
Sholat itu “ngobrol” sama Alloh Ta’ala.
Nabi ﷺ kalau ada masalah, apa yang beliau lakukan?
“Beliau bersabda kepada Bilal: Wahai Bilal, tenangkan kami dengan sholat”
(HR. Abu Dawud)
Beliau ﷺ Tidak bilang: “Bilal, hibur kami dengan nonton”
Beliau ﷺ Tidak bilang: “Bilal, tenangkan kami dengan liburan”
Tapi: “Tenangkan kami dengan sholat”
Karena Nabi ﷺ tahu,
1 rakaat menghadap Alloh Ta’ala > 1000 solusi dari manusia.
2. 3 RAKAAT YANG PALING MEMBAWA KETENANGAN
1. Rakaat Tahajud – “Rakaat Orang Galau”
Alloh Ta’ala berfirman:
“Dan pada sebagian malam, bertahajudlah sebagai ibadah tambahan bagimu. Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji”
(QS. Al-Isra: 79)
Jam 3 pagi dunia tidur. Kamu sujud.
Cerita semua ke Alloh Ta’ala. Nangis.
Percaya deh, bangun tidur beban 50% hilang.
2. Rakaat Dhuha – “Rakaat Penjemput Rezeki & Tenang”
2 rakaat pagi hari. Minta dilapangkan urusan, dilancarkan rezeki.
Efeknya: Seharian kerja hati anteng, nggak buru-buru, nggak panik.
3. Rakaat Hajat/Istikharah – “Rakaat Penentu Keputusan”
Lagi bingung pilih A atau B?
Sholat 2 rakaat dulu.
Setelah itu Alloh Ta’ala yang akan “ngarahin” hati kita ke pilihan terbaik.
3. BIAR RAKAAT KITA BENER-BENER TENANG, LAKUKAN 3 INI
1. Khusyu’ – Hadirkan Hati
Pas “Allahu Akbar”, buang dunia.
Yang ada cuma kamu dan Alloh Ta’ala.
Nabi ﷺ kalau sholat, dada beliau terdengar seperti air mendidih karena takut & cinta ke Alloh Ta’ala.
2. Pelan & Tadabbur
Jangan ngebut kayak kejar setoran. Baca Al-Fatihah, resapi.
“Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in” → Hanya kepada-Mu aku menyembah.
3. Perlama Sujud
“Keadaan paling dekat seorang hamba dengan Rabbnya adalah ketika sujud”
(HR. Muslim)
Di sujud itu tempat curhat. Minta apa aja. Nangis apa aja. Allah denger.
Dunia ini nggak akan pernah tenang.
Karena ini dunia, bukan surga.
Tapi hati kita bisa tenang, kalau kita rutin “ngecas” dengan rakaat.
Ujian datang? Sholat.
Rezeki seret? Sholat.
Hati gundah? Sholat.
Allahumma Sholli ‘Ala Sayyidina Muhammad, Wa ‘ala Aali Sayyidina Muhammad
Wallahu A’lam Bisshawab.
Ya Alloh, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu petang. Dengan rahmat dan pertolongan Mu kami hidup dan dengan kehendak-Mu kami mati. Dan kepada-Mu kebangkitan (bagi semua makhluk).
Ya Alloh, sungguh aku meminta kepada-Mu dengan cahaya wajah-Mu yang langit dan bumi bercahaya karena-Nya agar Engkau menjadikan aku dalam pemeliharaan-Mu, pengawasan-Mu, dan di bawah penjagaan-Mu.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin.
youtube.com/@djoeprichannel
sejenakpagi
(gwa-pbi).


