JAKARTA-kanalsembilan.com (3/6/2025)
Di tengah ketegangan perdagangan global dan dinamika geopolitik yang masih berlangsung, pasar saham Indonesia justru menunjukkan performa impresif. Hingga akhir Mei 2025 (month to date/mtd), indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat sebesar 6,04% ke level 7.175,82—menjadikannya salah satu bursa dengan penguatan tertinggi di kawasan regional. Secara tahunan (year to date/ytd), IHSG tercatat naik 1,35%.
Nilai kapitalisasi pasar pun naik signifikan sebesar 6,11% secara mtd menjadi Rp12.420 triliun (naik 0,69% ytd). Sementara itu, investor asing (non-resident) kembali mencatatkan aksi beli bersih (net buy) senilai Rp5,53 triliun pada Mei 2025, setelah sempat mencatatkan net sell sejak Desember 2024. Namun secara ytd, asing masih membukukan net sell sebesar Rp45,19 triliun.
“Secara month to date, kinerja indeks sektoral secara umum menguat. Sektor basic material dan energy memimpin penguatan, sementara hanya sektor technology yang mengalami pelemahan,” ujar Inarno, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, dalam siaran langsung YouTube OJK, Senin (2/6/2025), saat memaparkan hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK.
Likuiditas dan Transaksi
Rata-rata nilai transaksi harian pasar saham sepanjang 2025 tercatat Rp12,90 triliun, meningkat dibandingkan dengan rata-rata April 2025 yang berada di angka Rp12,47 triliun.
Pasar Obligasi dan Investasi
Indeks pasar obligasi ICBI naik 0,78% mtd ke level 409,16, didorong oleh penurunan rata-rata yield SBN sebesar 4,76 basis poin (bps) mtd.
Investor asing mencatatkan net buy pada pasar SBN sebesar Rp24,09 triliun mtd (ytd: Rp47,11 triliun), dan Rp0,21 triliun di pasar obligasi korporasi (ytd: net sell Rp1,21 triliun).
Total nilai Asset Under Management (AUM) per 27 Mei 2025 tercatat Rp848,88 triliun (naik 1,91% mtd), dengan NAB reksa dana sebesar Rp517,99 triliun (naik 3,16% mtd) dan net subscription sebesar Rp8,26 triliun mtd.
Penghimpunan Dana dan Crowdfunding
Penggalangan dana di pasar modal masih menunjukkan tren positif:
Nilai Penawaran Umum mencapai Rp65,56 triliun, termasuk Rp3,31 triliun dari 6 emiten baru.
Terdapat 85 pipeline Penawaran Umum dengan nilai indikatif sekitar Rp74,94 triliun.
Pada Securities Crowdfunding (SCF), hingga 27 Mei 2025 telah ada:
18 penyelenggara berizin OJK
594 penerbit, dengan 825 penerbitan efek
180.862 pemodal
Dana yang dihimpun dan teradministrasi sebesar Rp1,57 triliun
Perkembangan Derivatif dan Bursa Karbon
Pada pasar derivatif keuangan, nilai transaksi Mei 2025 mencapai Rp160,39 triliun dengan volume 52.605 lot dan rata-rata harian Rp9,43 triliun.
Di Bursa Karbon, sejak diluncurkan 26 September 2023, tercatat 112 pengguna jasa dengan total volume 1,6 juta tCO2e dan nilai transaksi kumulatif Rp77,95 miliar.
Buyback Emiten dan Penegakan Hukum
Sebanyak 40 emiten merencanakan buyback tanpa RUPS dengan total alokasi dana sebesar Rp21,49 triliun.
Dari jumlah itu, 31 emiten telah melaksanakan buyback senilai Rp2,16 triliun (10,05%).
Sanksi dan Kepatuhan
Sepanjang Mei 2025, OJK telah menjatuhkan sanksi administratif:
Denda Rp50 juta kepada 1 akuntan publik
Peringatan tertulis kepada 1 manajer investasi
Selama 2025, OJK juga memberikan:
Denda total Rp6,85 miliar kepada 6 pihak
Pencabutan izin perseorangan (1 pihak) dan izin usaha perusahaan efek (2 perusahaan)
62 peringatan tertulis atas keterlambatan laporan
Denda atas keterlambatan lainnya senilai Rp15,86 miliar kepada 218 pelaku usaha jasa keuangan


