MOJOKERTO-kanalsembilan.com (6 Oktober 2026)
Ratusan jemaah yang terdiri atas asatizah, santri, dan wali santri memadati Masjid Agung eLKISI dalam acara pelepasan Relawan Pengabdian Santri Pondok Pesantren Islamic Center eLKISI, Ahad (4/10/2026).
Sebanyak santri kelas XI SMA eLKISI akan diterjunkan langsung ke tengah masyarakat di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk menjalani program pengabdian selama tiga bulan.
Pelepasan tersebut menjadi bagian dari proses pendidikan santri untuk membangun kemandirian, kepedulian sosial, sekaligus menguatkan pengalaman dakwah di tengah masyarakat.
Rangkaian acara diawali oleh pembawa acara Ustaz Fulung Wahyu Nugroho, S.Sos., kemudian dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an Surat Ali Imran ayat 102–104 oleh santri Kader Ulama, Akh Raisul Islam.
Pesan dalam ayat tersebut menjadi pengingat bagi para santri mengenai pentingnya menjaga persatuan, menjalankan amar ma’ruf nahi munkar, serta memperkuat ketakwaan dalam menjalankan misi pengabdian.
Direktur Eksekutif Laznas Dewan Dakwah Islamiyah Pusat sekaligus perwakilan wali santri, Ustaz Muhammad Idris Yusuf, S.Kom.I., mengapresiasi langkah eLKISI yang membekali santri dengan pengalaman pengabdian sejak masih duduk di bangku sekolah.
Menurut Idris, pengalaman langsung di tengah masyarakat akan menjadi proses pembelajaran penting bagi para santri, terlebih mereka akan berhadapan dengan masyarakat yang membutuhkan pendampingan sosial, keagamaan, dan penguatan mental.
Ia mengaku pernah meninjau sejumlah lokasi bencana di Flores, termasuk wilayah Waso. Dari pengalaman tersebut, ia menilai keberadaan para santri dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat setempat.
“Ini adalah bagian dari proses pendidikan. Di lokasi pengabdian, anak-anak akan tinggal di tenda dan mendampingi masyarakat yang membutuhkan penguatan iman serta kehadiran nyata,” jelas Ustaz Idris.
Sukses Bukan Sekadar Materi
Sementara itu, Pengasuh PP Islamic Center eLKISI, Dr. KH. Fathur Rohman, M.Pd.I., berpesan agar para santri memaknai kesuksesan secara lebih luas.
Menurutnya, kesuksesan tidak semata-mata diukur dari pencapaian materi atau hasil yang terlihat secara duniawi. Hal yang lebih penting adalah memastikan setiap proses kehidupan yang dijalani berada dalam jalan yang diridai Allah SWT.
Pesan tersebut ia kaitkan dengan kandungan QS. Fatir ayat 29–30 tentang amal dan harapan akan balasan dari Allah SWT.
“Jangan hanya bertanya, ‘Saya sudah sukses atau belum?’ Tetapi tanyakan kepada diri kita: ‘Apakah proses yang sedang saya jalani hari ini merupakan proses yang diridai oleh Allah?’” tegas KH. Fathur Rohman.
Ia berharap para santri menjadikan tiga bulan pengabdian di Flores bukan sekadar kegiatan sekolah, tetapi sebagai proses pembentukan karakter, kepedulian, dan kematangan spiritual.
Dilepas dengan Pemakaian Rompi Relawan
Puncak acara ditandai dengan prosesi pemakaian rompi relawan secara simbolis oleh KH. Fathur Rohman kepada perwakilan santri.
Prosesi tersebut disaksikan Syaikh Majdi Aly Al-Mishri dan Ustaz Muhammad Idris Yusuf sebagai tanda dimulainya perjalanan para santri menuju lokasi pengabdian di Flores.
Sebelum keberangkatan, acara ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin Syaikh Majdi Aly Al-Mishri.
Para santri selanjutnya bertolak menuju Nusa Tenggara Timur untuk menjalankan tugas pengabdian selama tiga bulan, membawa misi pendidikan, dakwah, dan pelayanan kepada masyarakat.
Program tersebut diharapkan menjadi ruang pembelajaran bagi para santri untuk mengasah kepemimpinan, kemandirian, kepedulian sosial, sekaligus menerapkan ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di Islamic Center eLKISI. (za).


