Beliau adalah penggagas dan pendiri Yayasan Al – Munawwaroh. Lembaga ini didirikan pada tahun 2013. Menurutnya, yayasan ini didirikan sebagai wujud rasa keprihatinannya karena banyak anak yatim piatu yang terlantar ; baik pendidikan maupun kondisi kehidupan sehari-hari. Sebagai seorang yang memahami ilmu agama sejak dalam kandungan umi, Kyai yang lebih populer dengan panggilan Gus Bisri ini bertekad mengentaskan dan memajukan perikehidupan anak yatim piatu dan dhuafa.
Untuk mewujudkan hajatnya tersebut, maka Gus Bisri yang didukung oleh para jamaah majelis taklimnya, kemudian berhasil membangun gedung untuk Pondok Pesantren – seluas 1000m² dari lahan sekitar 2.000m² yang ia tabung sedikit demi sedikit.
Bersama partisipasi masyarakat maupun instansi yang datang dan meninjau langsung dilokasi, alkhamdulillah bangunan bisa diselesaikan sesuai rencana ; di Dusun Gondang, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Tepatnya di Jl. Diponegoro RT / RW : 04 / 01, No. 50.
Seiring waktu, maka berdatanganlah “Tamu – tamu Allah” yakni anak – anak yatim piatu dari keluarga faqir Miskin Dhuafa yang mulai mukim dan tinggal di Pondok tersebut. “Pada tahun 2013 mau tidak mau kami harus melakukan pendaftaran/legalitas ke pihak/Dinas terkait, agar semua kegiatan dipondok dan partisipatif masyarakat bisa tepat sasaran” ungkap Gus Bisri.
Menurutnya, Tahun 2018 yatim piatu yang ditampung sudah sejumlah 34 anak – datang dari beberapa wilayah – baik dari warga sekitar, namun juga dari luar kota, antara lain Probolinggo, Lumajang, Malang, Pasuruan, bahkan 2 anak dari Malaysia. Sekarang 2026 ini sudah mencapai 56 anak, termasuk 5 anak dari Papua.
Lebih jauh Kyai yang berpostur gagah – tinggi besar – dan lebih sering berbusana gamis, jubah dan sorban (khas) ini menuturkan : “Para Santri yang mukim (boarding) kami didik ilmu agama Islam, namun juga kami sekolahkan formal dari tingkat SD hingga SMA. Untuk pendidikan agama kami didik didalam pondok – dibantu oleh beberapa Santri Senior (ustadz) sambil kuliah. Sementara untuk pendidikan formalnya, kami masukkan Sekolah di Kota Batu.
Lalu bagaimana Gus Bisri bisa menghidupi dan membiayai sekolah dan kebutuhan para santri itu ? Ditanya begitu, dengan santai beliau menjawab : “Alkhamdulillah kebutuhan rata – rata perbulan kisaran Rp 45.000.000 bisa dipenuhi oleh Allah. Sebab Allah tak pernah ingkar janji, kepada umat NYA yang inshaa Allah tawaqal dan ikhlas”, kisahnya.
Selanjutnya, tentu saja Gus Bisri bersama uma bermohon agar Allah selalu memberi kekuatan lahir bathin serta rizqi yang berlimpah dan berkah sehingga tetap mampu membiayai kegiatan pondoknya. Aamiiin yaa Rabbal ‘alamiin …
PONDOK YATIM PIATU DAN DHUAFA AL-MUNAWAROH
HP : 0852-5845-5567
Jl. Diponegoro RT/RW: 04/01, No. 50, Dsn Gondang, Ds. Tulung Rejo, Bumiaji – Batu
Sidoarjo,
Ramadhan 1447 H
10 Hari Terakhir.
Moh. Sila Basuki Widodo.


