Google search engine
HomeEkbisSinergi Lembaga Keuangan Perkuat Stabilitas dan Pertumbuhan Ekonomi Jawa Timur

Sinergi Lembaga Keuangan Perkuat Stabilitas dan Pertumbuhan Ekonomi Jawa Timur

SURABAYA –kanalsembilan.com (19 Nopember 2025)

Empat lembaga keuangan negara di Jawa Timur—LPS, Bank Indonesia, OJK, dan Kementerian Keuangan—bersinergi dalam Temu Media bertema penguatan stabilitas, percepatan pertumbuhan, dan pemerataan pembangunan di tengah momentum kebijakan ekonomi nasional dan ekonomi kerakyatan.

Ekonomi Jatim Tetap Kuat, Inflasi Terkendali

Kepala Perwakilan BI Jatim, Ibrahim, menyampaikan ekonomi Jawa Timur pada Triwulan III-2025 tumbuh 5,22% (yoy), ditopang konsumsi rumah tangga, investasi, serta akselerasi sektor konstruksi, pertanian, pendidikan, dan infokom.
Inflasi Oktober 2025 tercatat 2,69% (yoy), masih dalam sasaran nasional. BI mengingatkan potensi kenaikan harga pangan dan tarif angkutan udara menjelang Nataru.

Untuk menjaga stabilitas harga, Pemprov Jatim dan BI akan menggelar HLM TPID-TP2DD-TP2ED pada 25 November 2025. BI juga menyiapkan Pertemuan Tahunan BI (PTBI) pada 28 November 2025 di Surabaya.

Perbankan Tumbuh Stabil, Inklusi Keuangan Menguat

Kepala OJK Jatim, Yunita Linda Sari, menyebut intermediasi perbankan tetap solid. Hingga September 2025:

DPK tumbuh 4,81% (yoy)

Kredit tumbuh 3,58% (yoy)

Kredit terbesar tersalur ke rumah tangga, perdagangan, dan industri pengolahan. Penyaluran kredit UMKM mencapai 37,75%, didukung POJK 19/2025.

Aktivitas pasar modal meningkat dengan net buy Rp7,75 triliun, sementara pembiayaan melalui fintech, pergadaian, dan dana pensiun juga tumbuh.
OJK terus memperluas inklusi keuangan dengan 3.192 kegiatan edukasi kepada lebih dari 803 ribu peserta sejak 2024 dan memperkuat perlindungan konsumen melalui IASC yang telah memblokir 93.819 rekening ilegal.

LPS Jaga Stabilitas Sistem Keuangan

Kepala LPS II, Bambang S. Hidayat, melaporkan 26 BPR/BPRS ditangani sepanjang 2024–2025.
Cakupan penjaminan simpanan tetap tinggi:

99,94% rekening bank umum

99,97% rekening BPR/BPRS

LPS menurunkan Tingkat Bunga Penjaminan per Oktober 2025:

Bank umum: 3,50%

BPR: 6,00%

Valas: 2,00%

LPS juga mencatat masih ada 51 juta penduduk Indonesia yang belum memiliki rekening simpanan sehingga perlu peningkatan literasi dan inklusi.

APBN Jawa Timur 2025: Pendapatan Kuat, Belanja Terjaga

Kepala Perwakilan Kemenkeu Jatim, Dudung Rudi Hendratna, menyampaikan realisasi pendapatan negara hingga Triwulan III 2025 mencapai Rp180,63 triliun (63,88%).
Rinciannya:

Pajak: Rp73,39 triliun

Bea Cukai: Rp100,54 triliun (tumbuh 4% yoy)

PNBP: Rp6,7 triliun (123% dari target)

Belanja negara mencapai Rp92,09 triliun, terdiri dari belanja K/L Rp28,64 triliun dan TKD Rp63,45 triliun. DBH tumbuh 24,30%, didorong kenaikan harga minyak bumi.

Belanja Pemerintah untuk Kesehatan, Pendidikan, dan Infrastruktur

Kepala Kanwil DJPb Jatim, Saiful Islam, melaporkan:

Belanja kesehatan: Rp612,78 miliar (58,98%)

Belanja pendidikan: Rp8,24 triliun (64,27%)

Belanja infrastruktur: Rp589,99 miliar (34,73%)

Program Makan Bergizi Gratis di Jatim mencatat 5,26 juta penerima, tertinggi ketiga nasional, dengan lebih dari 2.900 supplier terlibat.

 

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments