SURABAYA-kanalsembilan.com (19 Nopember 2025)
Jawa Timur Masuk 3 Besar Nasional Program Makan Bergizi Gratis. Per 10 November 2025, Jawa Timur mencatat 5.265.514 penerima manfaat, terdiri dari:
Anak sekolah & santri: 5.035.606 jiwa, Balita: 153.615 jiwa, Ibu hamil & menyusui: 76.293 jiwa Program ini melibatkan 2.942 supplier, terdiri dari: 1.395 UMKM, 298 koperasi, 111 BUMDes/BUMDesma dan 1.138 supplier lainnya. Untuk jumlah SPPG: 1.925 dan jumlah petugas: 70.340 orang.
Kepala Kanwil DJPb Jatim, Saiful Islam mengatakan, jumlah SPPG akan ditambah di Jatim. Ini karena belum semua sekolah belum menerima MBG. Padahal pemerintah akan memberikan MBG pada setiap siswa dan ibu hamil.
Kementerian Keuangan Perwakilan Jawa Timur melaporkan kinerja APBN hingga Triwulan III 2025 menunjukkan capaian positif. Kepala Kanwil DJKN Jawa Timur sekaligus Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Jawa Timur, Dudung Rudi Hendratna, menyampaikan bahwa Pendapatan Negara hingga September 2025 mencapai Rp180,63 triliun, atau 63,88% dari target Rp282,72 triliun.
Pendapatan Negara: Pajak dan Cukai Tetap Kuat, PNBP Melonjak
Realisasi pendapatan tersebut terdiri dari:
Penerimaan Perpajakan: Rp173,93 triliun (62,72% dari target)
Pajak DJP: Rp73,39 triliun (57,12% dari target Rp128,48 triliun)
Kontributor terbesar: Industri Pengolahan sebesar Rp31,78 triliun (43,3% dari total pajak Jatim)
Bea Cukai: Rp100,54 triliun (67,55% dari target), tumbuh 4,0% (yoy)
PNBP: Rp6,7 triliun, melampaui target 123,11%, tumbuh 9,5% (yoy)
Rincian Kepabeanan dan Cukai
Cukai: Rp95,67 triliun (67,20%), tumbuh 4,36%
Bea Masuk: Rp4,42 triliun (69,71%), terkontraksi 9,44% akibat kebijakan ketahanan pangan dan pemanfaatan FTA
Bea Keluar: Rp445,36 miliar (378,87%), melonjak 418,97% karena kenaikan harga CPO
Rincian PNBP
PNBP Lainnya: Rp3,11 triliun, naik 1,32%
Bersumber dari pelayanan pertanahan, penerbitan STNK, paspor, BPKB, serta jasa kepelabuhan
PNBP BLU: Rp3,59 triliun, tumbuh 17,78%
Kontributor terbesar: Pendidikan (57,4%)
Pertumbuhan tertinggi: layanan rumah sakit (17,26%)
Pengelolaan Kekayaan Negara (DJKN)
Pokok lelang: Rp4,19 triliun (76,91%)
PNBP Lelang: Rp132,94 miliar (106,46%)
PNBP Pengurusan Piutang Negara: Rp323,29 juta (210,75%)
PNBP Aset: Rp142,06 miliar (86,02%)
Belanja Negara di Jawa Timur Capai Rp92,09 Triliun
Realisasi Belanja Negara hingga Triwulan III 2025 tercatat Rp92,09 triliun atau 72,97% dari pagu, terdiri dari:
Belanja K/L: Rp28,64 triliun
Transfer ke Daerah (TKD): Rp63,45 triliun
Rincian Belanja Pemerintah Pusat
Belanja Pegawai: Rp18,73 triliun (77,53%)
Belanja Barang: Rp7,40 triliun (52,77%)
Belanja Modal: Rp2,41 triliun (42,27%) — masih rendah
Belanja Bansos: Rp99,66 miliar (71,79%)
TKD Tumbuh 0,38%, Didorong Kenaikan DBH Minyak Bumi
Dukungan APBN ke APBD melalui TKD mencapai Rp63,45 triliun (77,21% dari pagu Rp82,19 triliun).
Rinciannya:
DBH: Rp9,02 triliun, tumbuh 24,30% (yoy)
DAU: Rp34,46 triliun, tumbuh 0,98%
DAK Fisik: Rp281,61 miliar, kontraksi 81,76%
DAK Non Fisik: Rp12,34 triliun, tumbuh 3,10%
Insentif Fiskal: Rp401,39 miliar, kontraksi 37,87%
Dana Desa: Rp6,95 triliun, kontraksi 9,44%
Kenaikan DBH didorong naiknya harga minyak dunia.
Belanja Sektoral: Kesehatan, Pendidikan, dan Infrastruktur
Kepala Kanwil DJPb Jatim, Saiful Islam, menyampaikan perkembangan belanja sektoral s.d September 2025:
Kesehatan
Realisasi: Rp612,78 miliar (58,98%)
Program Pelayanan Kesehatan & JKN: Rp66,35 miliar (54,70%)
Program KB & Kependudukan: Rp31,12 miliar (23,14%)
Pendidikan
Realisasi: Rp8,24 triliun (64,27%)
Program Pengajaran & Pembelajaran: Rp1,38 triliun (65,07%)
Pendidikan Tinggi: Rp1,33 triliun (43,67%)
Infrastruktur
Realisasi: Rp589,99 miliar (34,73%)
Konektivitas: Rp250,87 miliar
Ketahanan sumber daya air: Rp289,64 miliar
Konsumsi pangan berkualitas: Rp4,77 miliar
Perumahan & permukiman: Rp1,89 miliar. (za).


