Google search engine
HomeUncategorizedSosok Kepemimpinan Salahuddin Al-Ayubi.

Sosok Kepemimpinan Salahuddin Al-Ayubi.

JENDELA PAGI

SENIN
15 DZULHIJJAH 1447
01 JUNI 2026

بِسۡـــــــــمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡـمَـٰنِ ٱلرَّحِــــيمِ
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ.

Allah ﷻ berfirman :

۞ اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُكُمْ اَنْ تُؤَدُّوا الْاَمٰنٰتِ اِلٰٓى اَهْلِهَاۙ وَاِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ اَنْ تَحْكُمُوْا بِالْعَدْلِۗ اِنَّ اللّٰهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهٖۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ سَمِيْعًا ۢ بَصِيْرًا ۝٥٨

Artinya : Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada pemiliknya. Apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia, hendaklah kamu tetapkan secara adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang paling baik kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (QS An-Nisa 4:58)

Salahuddin Al-Ayyubi (1171–1193 M) menjadi penguasa Mesir pada tahun 1171 M setelah berakhirnya kekuasaan Kekhalifahan Fatimiyah. Ia mendirikan Dinasti Ayyubiyah dan memimpin hingga wafatnya pada tahun 1193 M.

Dalam rentang waktu yang relatif singkat tersebut, ia berhasil mengubah peta politik Timur Tengah secara drastis. Pada puncak kejayaannya, wilayah kekuasaan Salahuddin mencakup sebagian besar kawasan Timur Tengah.

Secara geografis, wilayah kekuasaan Salahuddin membentang dari Laut Merah hingga Sungai Efrat, menjadikannya salah satu negara Islam terbesar pada masanya. Mesir menjadi pusat utama pemerintahan Ayyubiyah dan basis ekonomi terkuat kerajaan.

Setelah kemenangan besar dalam Battle of Hattin, Salahuddin berhasil merebut kembali sebagian besar Palestina termasuk Yerusalem. Bahkan beberapa daerah di Mesopotamia Utara dan Jazirah Arab mengakui otoritas politiknya.

Rasulullah ﷺ bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ: الْإِمَامُ الْعَادِلُ…
(رواه البخاري ومسلم)

Artinya: “Tujuh golongan yang akan mendapat naungan Allah pada hari yang tidak ada naungan selain naungan-Nya, (yang pertama adalah) pemimpin yang adil…” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

https://chat.whatsapp.com/CSLHUBLSK91IBWjevvomYR

Sebelum menghadapi Tentara Salib, Salahuddin terlebih dahulu mempersatukan kerajaan-kerajaan Muslim yang saling bersaing. Ia memahami bahwa kekuatan umat tidak akan terwujud selama perpecahan masih mendominasi kehidupan politik.

Berbeda dengan banyak penguasa pada zamannya, Salahuddin dikenal karena kesederhanaan, kejujuran, dan kepeduliannya terhadap rakyat. Bahkan para penulis Eropa pada masa Perang Salib banyak memberikan penghormatan terhadap karakter pribadinya.

Menurut banyak sejarawan, Salahuddin menyadari bahwa kemenangan militer tidak akan bertahan lama tanpa penguatan ilmu dan agama. Salahuddin memperkuat madrasah, masjid, dan lembaga pendidikan. Ia membangun angkatan perang yang disiplin, profesional, dan memiliki tujuan yang jelas.

Puncak prestasi Salahuddin terjadi setelah kemenangan dalam Pertempuran Hattin pada tahun 1187 M. Pasukan Salib mengalami kekalahan besar, sehingga membuka jalan bagi pembebasan Yerusalem setelah hampir 88 tahun berada di bawah kekuasaan Tentara Salib. Yang menarik, setelah memasuki kota tersebut, Salahuddin tidak melakukan pembantaian massal terhadap penduduk sipil.

Sikapnya yang penuh belas kasih menjadikan peristiwa itu dikenang sebagai salah satu contoh penting etika perang dalam sejarah. Salahuddin Al-Ayyubi merupakan salah satu pemimpin terbesar dalam sejarah Islam.

Sebagai seorang Muslim keturunan Kurdi, ia berhasil melampaui batas-batas etnis dan kesukuan untuk membangun persatuan umat yang lebih luas. Selama 22 tahun masa kepemimpinannya, ia berhasil menyatukan Mesir, Suriah, Palestina, Hijaz, Yaman, dan sejumlah wilayah lainnya dalam satu kekuatan politik yang kuat.

Keberhasilannya tidak hanya ditentukan oleh kecakapan militer, tetapi juga oleh akhlak, keadilan, misi dan visi jangka panjang, serta kemampuannya membangun persatuan di tengah perpecahan.

Allah ﷻ berfirman :

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُوْنُوْا قَوَّامِيْنَ لِلّٰهِ شُهَدَاۤءَ بِالْقِسْطِۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَاٰنُ قَوْمٍ عَلٰٓى اَلَّا تَعْدِلُوْاۗ اِعْدِلُوْاۗ هُوَ اَقْرَبُ لِلتَّقْوٰىۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ

Artinya : Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penegak (kebenaran) karena Allah (dan) saksi-saksi (yang bertindak) dengan adil. Janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlakulah adil karena (adil) itu lebih dekat pada takwa. Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan. (QS Al-Maidah 5:8)

Warisan terbesar Salahuddin bukan semata-mata pembebasan Yerusalem, melainkan teladan bahwa kejayaan sebuah umat dibangun melalui persatuan, ilmu, keadilan, dan kepemimpinan yang berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.

Salahuddin wafat di Damascus pada tahun 1193 M dalam usia sekitar 55 tahun, prinsip utama yang tercermin dalam kepemimpinan Salahuddin Al-Ayyubi; amanah, keadilan, dan pengabdian kepada umat.

Sungguh satu fakta yang sering dikutip oleh para sejarawan adalah bahwa ketika beliau wafat, harta pribadinya sangat sedikit dibandingkan luas wilayah yang pernah dipimpinnya. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar sumber daya yang dimilikinya digunakan untuk kepentingan negara, rakyat, dan perjuangan yang dipimpinnya.

SEMOGA BERMANFAAT

Silahkan dishere tanpa harus merubah isi tulisan

(gwa-swhs-ayat).

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments