Forum silaturohim menjadi hal urgen untuk membina umat dikampung. Satu ide strategi gerakan dakwah telah dibuat dikampung kampung. Dikampung saya ada jama’ah Yasinan. Malam jum’at jama’ah bapak bapak. Hari Senin jama’ah ibu ibu. Sampai harus ada dua klompok dan harus hari yg berbeda ceritanya karena kyainya yg ngaji cuma satu harus gantian.
Diforum ini kyai kampung berkesempatan memberi pencerahan sekaligus pengayoman akan harapan keselamatan dunia aherat. Maka wajar jika kyai kampung sangat dihormat dan disegani.
Forum forum seperti ini rata rata dirintis sendiri oleh kyai kampung juga dipelihara dan dikembangkan dengah sepenuh jiwa bahkan kadang dgn pengobanan waktu tenaga dan harta.
Majelis majelis ilmu seperti ini yg kadang biasa disebut jamaah yasin
hari ini ada hampir disemua kampung di Indonesia. Jama’ah ini bisa berjalan dgn baik tanpa harus ada fleyer publikasi tanpa harus ada ustad viral yg mengisi taklim untuk menarik jama’ah spy mau hadir, tanpa ada no. Rekening untuk biaya majelis. Semua Bisa berjalan Rutin bahkan dari rumah kerumah umat binaan kyai kampung.
Lebih dari itu Bahkan umat sampai berebut di tempati meski mereka biaya sendiri tanpa ada donasi.
Kuncinya…?
Kyainya ihlas dalam berdakwah membina masyarakat dan umat.
Dan dari majelis itu dijadikan oleh kyai kampung sebagai sentral tempat membina umat dan jadi forum membangun kasih sayang ditengah umat dan ini ada dikampung kampung di Indonesia…
“Barang siapa menolong Agama Alloh maka pasti Alloh akan menolongnya dan meneguhkan kedudukanya…”
Reflexi malam
Kader ndeso
(gwa-kb-pii-jatim).


