Google search engine
HomePendidikanTEDxITS 2026 Ajak Generasi Muda Melihat Kehidupan dari Berbagai Perspektif

TEDxITS 2026 Ajak Generasi Muda Melihat Kehidupan dari Berbagai Perspektif

SURABAYA-kanalasembilan.com (8 Juni 2026)

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menghadirkan TEDxITS di Auditorium Gedung Pusat Riset ITS, Minggu (7/6). Mengusung tema Point of View, TEDxITS 2026 mengajak generasi muda untuk melihat kehidupan, ilmu pengetahuan, dan perubahan sosial dari sudut pandang yang lebih luas.

Dalam sambutannya, Kepala Unit Komunikasi Publik (UKP) ITS Ryan Adi Djauhari SIkom MIkom menyampaikan bahwa dunia tidak pernah benar-benar hitam putih. Menurutnya, perbedaan cara pandang bukan untuk menentukan siapa yang paling benar, melainkan menjadi ruang lahirnya empati, simpati, dan inovasi. “Cerdas tidak hanya soal akademik, tetapi juga tentang cara kita bersikap dan membuka pikiran,” ujarnya mengingatkan.

Presentasi Raihan Raqilah Setiawan ST MT atau Material Raqil menjadi salah satu sorotan dalam TEDxITS 2026. Melalui Mindset Material, ia mengajak audiens memahami bahwa satu perspektif saja tidak cukup untuk melihat sesuatu secara utuh. Ia mencontohkan material yang sifatnya tidak hanya ditentukan dari bentuk luar, tetapi juga dari struktur, proses pengolahan, hingga penggunaannya. “Yang lebih kuat tidak selalu lebih bagus karena setiap sifat punya nilai positif dan negatifnya masing-masing,” jelasnya.

Dalam pemaparannya, Raqil menekankan bahwa cara melihat sesuatu perlu dilakukan dari berbagai sudut pandang. Sama seperti material, manusia juga tidak bisa dinilai terlalu cepat hanya dari satu sisi. Menurutnya, proses pengolahan dan pengembangan dapat mengubah kualitas seseorang. Sebagaimana processing dalam material dapat memengaruhi struktur, sifat, dan performanya. “Jangan terlalu cepat menilai karena selalu ada perspektif lain yang perlu dilihat,” pesannya.

Di sesi lain, Sudirman Said SAk MBA turut membagikan pandangannya bahwa hidup tidak selalu berjalan linier. Berdasarkan pengalamannya di pelayanan publik, gerakan sosial, dan korporasi, ia menekankan bahwa perubahan membutuhkan unsur serta perspektif baru. “Untuk bertumbuh, seseorang harus berani menerobos zona nyamannya,” tegas mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI periode 2014-2016 ini.

TEDxITS 2026 juga menghadirkan pembicara lain yang mengulas manusia dari berbagai sudut pandang. Intan Fitri Hardyanti mengajak audiens melihat posisi di antara dua pilihan sebagai kesempatan untuk memahami dunia lebih luas. Ariq Naufal membahas pentingnya menyusun gagasan agar pesan dapat tersampaikan dengan bermakna. Diya Afi turut menyoroti kegagalan sebagai bagian dari proses belajar dan mengenal diri.

Selain itu, Aeshnina Azzahra Aqilani mengajak generasi muda untuk lebih peka terhadap persoalan yang sering luput dari perhatian masyarakat. Maheswara Yogha Putra Al-Araha menekankan bahwa rasa buntu sering muncul karena seseorang memulai dari langkah yang terlalu besar. Zeta Raniry Abidin membawakan perspektif tentang ekspresi, warna, dan cara manusia memaknai sesuatu tanpa selalu harus dijelaskan dengan kata-kata.

Secara keseluruhan, TEDxITS 2026 menjadi ruang refleksi bagi mahasiswa dan masyarakat umum untuk memahami bahwa perubahan besar dapat lahir dari cara melihat yang berbeda. Melalui tema Point of View, acara ini menegaskan bahwa ide tidak hanya perlu didengar, tetapi juga dipahami dari berbagai sisi agar mampu melahirkan empati, keberanian, dan langkah nyata. (za).

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Waktu-waktu Mulia

Recent Comments