SURABAYA-kanalsembilan.com (24 Desember 2025)
Sebanyak 14.294 calon jemaah haji (CJH) asal Jawa Timur belum melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) tahun 2025. Kendala kesehatan menjadi faktor utama yang menyebabkan ribuan jemaah tersebut belum dapat menyelesaikan pelunasan.
Berdasarkan data Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Jawa Timur, total calon jemaah haji dari provinsi ini mencapai 27.799 orang. Hingga akhir Desember 2025, sekitar 66 persen di antaranya telah melunasi Bipih, sementara sisanya masih dalam proses pemenuhan persyaratan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur, As’adul Anam, menjelaskan bahwa penyebab belum dilakukannya pelunasan sangat beragam. Selain faktor ekonomi, belum terpenuhinya syarat istitha’ah atau kelayakan kesehatan menjadi hambatan paling dominan.
“Yang belum melunasi ada 14.294 jemaah. Faktor penyebabnya beragam,” ujar As’adul saat Sosialisasi Kelembagaan Bersama Insan Media di Hotel Harris Surabaya, Senin (22/12/2025).
Menurutnya, sebagian calon jemaah masih harus menjalani pemeriksaan kesehatan lanjutan sebelum dinyatakan istitha’ah. Terutama mereka yang memiliki riwayat penyakit tertentu.
“Ada yang mengalami penyakit jantung, diabetes melitus, TBC, kanker akut, kolesterol tinggi, hingga asam urat akut. Kondisi ini mengharuskan jemaah menjalani pengobatan terlebih dahulu,” jelasnya.
Selain persoalan kesehatan, keterbatasan ekonomi juga menjadi alasan sejumlah jemaah menunda pelunasan. Meski telah dinyatakan istitha’ah, sebagian jemaah masih berupaya mengumpulkan dana.
“Ada yang sudah istitha’ah, tetapi dananya belum siap. Bahkan ada yang masih menjual tanah atau aset lain, namun belum laku,” ungkap As’adul.
Faktor lain yang turut memengaruhi adalah keinginan berangkat bersama pasangan. Beberapa calon jemaah memilih menunda pelunasan sambil menunggu pasangan mereka memenuhi syarat kesehatan.
“Ada yang menunggu pasangannya. Istrinya sudah istitha’ah, tetapi suaminya belum, atau sebaliknya,” pungkasnya. (za).


