MALANG-kanalsembilan.com (20 Agustus 2026)
Di tengah berkembangnya tren gastronomi sebagai bagian dari identitas budaya dan pariwisata, pengalaman menikmati makanan kini tidak lagi sekadar berbicara tentang rasa. Di balik setiap hidangan tersimpan cerita tentang tradisi, keluarga, dan perjalanan sebuah daerah.
Berangkat dari semangat tersebut, The Shalimar Boutique Hotel Malang kembali menghadirkan Culinary Tales, sebuah program tahunan yang mengangkat kekayaan kuliner Nusantara melalui kolaborasi dengan para chef terbaik Indonesia.
Memasuki penyelenggaraan jilid keempat, Culinary Tales mengusung tema “Rasa Baku Dapa”, sebuah kolaborasi bersama Chef Jovan Koraag dari Mata Karanjang Jakarta yang berlangsung pada 15–16 Agustus 2026 di de Hemel Restaurant, The Shalimar Boutique Hotel Malang.
Melalui tema ini, The Shalimar mengajak para tamu menikmati lebih dari sekadar pengalaman bersantap. Setiap hidangan yang disajikan menjadi pintu masuk untuk mengenal kekayaan budaya Sulawesi Utara, yang selama ini dikenal memiliki karakter rasa kuat, kaya rempah, serta lahir dari tradisi keluarga yang diwariskan lintas generasi.
Pemilihan tema “Rasa Baku Dapa” berangkat dari sebuah ungkapan yang akrab dalam masyarakat Manado. Baku dapa berarti bertemu atau berkumpul, namun maknanya jauh lebih luas daripada sekadar perjumpaan. Baku dapa menjadi simbol kehangatan, kebersamaan, dan ruang di mana cerita mengalir di sekitar meja makan.
Filosofi inilah yang kemudian menjadi benang merah Culinary Tales Jilid 4, menghadirkan pengalaman gastronomi yang dibangun di atas tiga nilai utama, yaitu rasa, kebersamaan, dan ruang.
Bagi The Shalimar Boutique Hotel Malang, pengalaman bersantap terbaik tidak hanya diukur dari kualitas sebuah hidangan, tetapi juga dari hubungan yang tercipta di sekelilingnya. Executive Chef The Shalimar Boutique Hotel Malang, Henrico Christianto Marcel Putra, mengatakan bahwa Culinary Tales lahir dari keinginan untuk menghadirkan ruang yang mempertemukan budaya, kreativitas, dan manusia dalam satu pengalaman yang utuh.
“Kami percaya bahwa sebuah hidangan akan selalu dikenang ketika mampu menghadirkan emosi, cerita, dan kebersamaan. Karena itu, Culinary Tales tidak kami hadirkan hanya sebagai kolaborasi antar chef, tetapi sebagai ruang yang mempertemukan berbagai budaya melalui makanan.
Bersama Chef Jovan, kami ingin menunjukkan bahwa kekayaan rasa Indonesia layak dinikmati dalam pengalaman bersantap yang hangat, personal, dan berkelas,” ujarnya.
Henrico menambahkan, Culinary Tales bukan merupakan program yang hadir sesaat, melainkan sebuah komitmen yang terus dijaga oleh The Shalimar Boutique Hotel Malang.
Memasuki tahun keempat penyelenggaraannya, program ini secara konsisten menghadirkan keberagaman masakan Nusantara melalui kolaborasi dengan para chef yang memiliki karakter dan cerita kuliner masing-masing.
Culinary Tales sudah kami jalankan selama empat tahun dan kami terus konsisten dengan komitmen kami untuk memperkenalkan masakan Nusantara yang begitu beraneka ragam. Setiap tahun kami ingin membawa cerita dan karakter daerah yang berbeda ke meja makan The Shalimar.
“Bagi kami, ini bukan hanya tentang menghadirkan menu yang berbeda, tetapi juga bagaimana tamu dapat mengenal, menghargai, dan menikmati kekayaan kuliner Indonesia melalui sebuah pengalaman yang berkesan,” jelas Henrico.
Semangat tersebut sejalan dengan perjalanan Chef Jovan Koraag yang selama ini dikenal sebagai salah satu chef yang konsisten mengangkat kuliner Minahasa melalui restorannya, Mata Karanjang Jakarta.
Kepiawaiannya memadukan teknik memasak modern dengan rempah-rempah tradisional Indonesia membawanya meraih pengakuan melalui Tatler Best Restaurants 2026, ketika Mata Karanjang dinobatkan sebagai salah satu restoran terbaik di Indonesia.
Bagi Chef Jovan, masakan Minahasa bukan hanya tentang rasa yang berani, melainkan juga tentang kenangan dan identitas.
“Masakan Manado memang terkenal dengan rempahnya yang kuat. Tapi buat saya, yang paling penting justru cerita di balik setiap masakan itu.
Banyak resep yang lahir dari meja makan keluarga, dari momen sederhana saat semua orang berkumpul di rumah. Lewat Rasa Baku Dapa, saya ingin membawa kehangatan itu ke Malang, supaya setiap tamu bukan cuma menikmati makanannya, tapi juga bisa merasakan cerita yang menyertainya,” ungkapnya.
Selama dua hari penyelenggaraan, para tamu menikmati sepuluh hidangan khas Manado yang dikurasi secara khusus oleh Chef Jovan, mulai dari Tuna Gohu, Perkedel Milu, Brenebon, Sapi Bumbu Minahasa, Ayam Bulu, Cakalang Saos, Nasi Jahe, Pangi, Kangkung Bunga Pepaya, hingga hidangan penutup yang melengkapi keseluruhan perjalanan rasa.
Untuk memperkaya pengalaman bersantap, The Shalimar juga menghadirkan pilihan beverage pairing yang dirancang selaras dengan karakter masing-masing hidangan.
Penyelenggaraan Culinary Tales Jilid 4 turut mendapat dukungan dari Gastronusa sebagai media partner. Selama ini Gastronusa dikenal konsisten mengangkat antropologi, sejarah, dan filosofi di balik kekayaan kuliner Indonesia.
Kehadirannya diharapkan dapat memperluas narasi mengenai gastronomi Nusantara sekaligus mendokumentasikan kolaborasi ini sebagai bagian dari perkembangan kuliner Indonesia yang terus bertumbuh.
Melalui Culinary Tales, The Shalimar Boutique Hotel Malang ingin menegaskan komitmennya untuk menjadi lebih dari sekadar destinasi menginap.
Hotel yang dikenal dengan karakter heritage dan pengalaman hospitality yang personal ini terus membangun ruang kolaborasi bagi chef, pelaku industri kreatif, produsen lokal, media, komunitas, dan para penikmat kuliner untuk bersama-sama merayakan kekayaan gastronomi Indonesia.
Selama empat tahun, Culinary Tales menjadi salah satu bentuk konsistensi The Shalimar dalam membawa keberagaman kuliner Nusantara ke meja makan. Setiap edisinya menjadi kesempatan untuk memperkenalkan cita rasa, tradisi, serta cerita dari berbagai daerah kepada masyarakat yang lebih luas.
Bagi The Shalimar, makanan bukan hanya sesuatu yang disajikan di atas piring, melainkan sebuah bahasa yang mampu mempertemukan manusia, menghubungkan budaya, dan menjaga warisan rasa agar terus hidup dari generasi ke generasi. (za).


