Google search engine
HomeNasionalMahfud MD Sebut Pesantren Punya Kekuatan Untuk Selamatkan Demokrasi

Mahfud MD Sebut Pesantren Punya Kekuatan Untuk Selamatkan Demokrasi

Oleh: Firman Syah Ali

Hari ini (20 Agustus 2026) saya menemani Pamanda Prof Dr H Moch Mahfud MD SH SU dalam mengisi Orasi dan Diskusi Kebangsaan di Ma’had Aly Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyyah Sukorejo Situbondo dan Universitas Ibrahimy (UNIB).

Sebelum memberi materi di kedua institusi pendidikan tinggi tersebut, terlebih dahulu Prof Mahfud bertemu dengan Pengasuh Ponpes Salafiyah Syafi’iyyah Sukorejo KHR Ahmad Azaim Ibrahimy. Banyak permasalahan kebangsaan yang dibicarakan oleh kedua tokoh yang masih bernasab dekat dari Bhuju’ Abdul Qidam, Bhuju’ Agung Toronan dan Bhuju’ R Azhar Bagandan tersebut.

Usai beramah tamah dengan KHR Ahmad Azaim Ibrahimy, Prof Mahfud MD bertemu dengan ulama fiqh nasional KHR Afifuddin Muhajir, beberapa permasalahan kebangsaan juga dibahas oleh kedua tokoh yang masih bersusur galur secara genealogis tersebut.

Usai bertemu kedua tokoh ulama tersebut, Prof Mahfud MD memberikan materi di Ma’had Aly dan UNIB. Inti dari semua materi yang disampaikannya adalah penyadaran bahwa Pondok Pesantren mempunyai kekuatan yang luar biasa untuk turut menyelamatkan demokrasi Indonesia dari kaum oligarki.

Prof Mahfud MD menegaskan kepada mahasiswa bahwa kalau kita ingin memberantas korupsi, perbaiki dulu demokrasinya. Sekarang korupsi kita parah, berjejaring dan saling melindungi, moral dan etik tidak ada lagi, ya karena kualitas demokrasinya sudah buruk, penuh penyimpangan.

Diantaranya buruknya standar moral dan etik adalah terkait TAP MPR No 6/2001 tentang Etika Kehidupan Berbangsa di mana pejabat yang bermasalah disuruh mundur. Namun praktiknya pejabat yang bermasalah bukannya mundur, malah semakin maju.

Demokrasi saja tidak cukup. Demokrasi harus diawasi dengan nomokrasi. Kalau demokrasi tidak diawasi dengan nomokrasi, maka akan berubah jadi anarki, sebagaimana siklus polybios.

Sejak 2009 jarum demokrasi kita telah bergeser mundur kembali ke oligarki. Maka pondok-pondok pesantren punya tugas suci berdasarkan prinsip hubbul wathon minal iman untuk menggeser kembali oligarki ke demokrasi.

Dalam tesis Prof Mahfud MD ada pernyataan bahwa kualitas hukum tidak bisa lebih bagus daripada kualitas demokrasi. Ketika demokrasi bagus, maka hukum juga bagus. Demokrasi indonesia saat ini tidak bagus, tidak berkualitas, karena dirusak oleh oligarki.

Menurutnya, Pesantren punya kekuatan untuk mengubah semua ini, terutama untuk memperbaiki demokrasi. Sukorejo adalah tempat bersejarah penerimaan asas tunggal Pancasila, maka kini saatnya mempelopori sejarah baru untuk memperbaiki demokrasi kita. Setelah demokrasi membaik, maka korupsi bisa dieliminasi.

Usai menyampaikan ceramah di dua institusi tersebut, Prof Mahfud MD menutup kegiatannya dengan berziarah ke pesarean Pahlawan Nasional KHR As’ad Syamsul Arifin.

Usai berziarah, kami langsung menuju Kota Pasuruan dalam rangka menghadiri undangan rangkaian kegiatan Haul Mbah Hamid Pasuruan.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments