(01). Memperkuat tauhid kepada Allah
(02). Mengikuti “Sunnah” (ajaran murni) dari Rasulullah ﷺ dan para sahabatnya
(03). Mengetahui & mengingat pahala di dunia & di akhirat bagi orang yang ikhlas
(04). Mengetahui & mengingat ancaman di dunia & akhirat bagi yang Tidak Ikhlas
(05). Berdoa agar diberi keikhlasan
(06). Dengan memperkuat keyakinan
(07). Dengan memperbanyak ketaatan
(08). Menyembunyikan amal kebaikan
(09). Suka melupakan amal kebajikan
(10). Selalu memperkuat kesabaran
(11). Menjauhi sifat2 orang munafik
(12). Tidak cinta dunia yang berlebihan
(13). Bergaul dengan orang2 yang ikhlas
(14). Membaca kisah2 orang yang ikhlas
(15). Tidak merasa “takjub” dgn amalan2, menganggap “kecil” amalan yg dilakukan
(16). Menegur dan melarang orang yang memuji kita, mengajaknya memuji Allah
(17). Seringkali mengingat siksa Kubur, keindahan dari Surga dan siksa Neraka
(18). Selalu “mengevaluasi” diri sebelum, ketika, dan setelah “selesai” dari beramal
(19). Senantiasa membersihkan hati dan mengobati dari macam2 penyakit hati
(20). Berlindung kepada Allah Ta’ala dari “gangguan” syaithan, karena syaithan itu sulit utk mengganggu orang yang ikhlas
✍ Ustadz Najmi Umar Bakkar
🔗 Gabung WAGrup dan Sosmed Permata Sunnah: Silakan klik https://kontakk.com/@permatasunnah.
(gwa-saudara-muslim-2).


