SURABAYA-kanalsembilan.com (8 April 2026)
Kinerja industri dana kelolaan (asset under management/AUM) reksa dana pada akhir 2025 tercatat mencapai Rp679,24 triliun, tumbuh 35,06 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara total dana kelolaan investasi nasional naik menjadi Rp1.007,65 triliun atau meningkat 25,19 persen secara tahunan.
Pertumbuhan tertinggi terjadi pada reksa dana pendapatan tetap, diikuti reksa dana pasar uang, terproteksi, dan saham. Sementara itu, reksa dana indeks mengalami penurunan. Kondisi ini mencerminkan profil investor Indonesia yang cenderung moderat hingga konservatif.
Kinerja reksa dana saham juga mencatat hasil tertinggi dengan imbal hasil 17,23 persen, sejalan dengan penguatan Indeks Harga Saham Gabungan yang tumbuh 22,13 persen sepanjang 2025.
Dari sisi jumlah investor, data Kustodian Sentral Efek Indonesia menunjukkan jumlah single investor identification (SID) reksa dana mencapai 19,2 juta pada akhir 2025, meningkat 3,23 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Menariknya, lebih dari separuh investor didominasi generasi muda berusia di bawah 30 tahun.
Ketua Presidium Dewan Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI) Lolita Liliana mengatakan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Self Regulatory Organization (SRO) mendukung upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan melalui kampanye #ReksaDanaAja dan program PINTAR Reksa Dana.
Inisiatif tersebut diwujudkan dalam peluncuran program Sosialisasi dan Edukasi Reksa Dana 2026 (SOSEDU APRDI 2026), yang diawali melalui rangkaian “Road to Pekan Reksa Dana 2026” di lima kota besar di Indonesia. Kegiatan dimulai di Surabaya pada 7 April 2026, kemudian berlanjut ke Semarang, Medan, Makassar, dan Bandung.
Ketua Presidium Dewan APRDI, Lolita Liliana, mengatakan kampanye #ReksaDanaAja menjadi langkah konkret industri untuk memperluas pemahaman masyarakat terhadap investasi reksa dana.
“Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, kami ingin mendorong masyarakat lebih aktif dan kreatif dalam memahami investasi yang terencana,” ujarnya.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, APRDI menghadirkan kelas edukasi bagi jurnalis dan mahasiswa, serta menyelenggarakan lomba penulisan artikel dan kompetisi konten Instagram Reels guna meningkatkan keterlibatan generasi muda.
Kepala Kantor OJK Provinsi Jawa Timur, Yunita Linda Sari, mengungkapkan pertumbuhan industri reksa dana di Jawa Timur juga cukup signifikan. Sepanjang 2025, nilai transaksi mencapai Rp4,96 triliun atau tumbuh 54,60 persen secara tahunan, dengan jumlah investor ritel meningkat 13,52 persen menjadi 141.861 SID.
“Peningkatan ini perlu diimbangi dengan pemahaman masyarakat terkait karakteristik produk dan kesesuaian dengan profil risiko,” ujarnya.
Sementara itu, OJK juga akan meluncurkan program PINTAR Reksa Dana (Program Investasi Terencana dan Berkala Reksa Dana) pada 27 April 2026. Program ini dirancang sebagai strategi untuk mendorong partisipasi masyarakat secara lebih luas melalui pendekatan yang terstruktur dan berkelanjutan.
Sebagai puncak kegiatan, APRDI dan OJK akan menggelar Pekan Reksa Dana 2026 yang dirangkaikan dengan peluncuran resmi kampanye #ReksaDanaAja dan program PINTAR di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta.
Melalui berbagai inisiatif ini, diharapkan literasi dan inklusi investasi masyarakat Indonesia terus meningkat, sekaligus memperkuat peran reksa dana sebagai instrumen investasi yang mudah diakses dan sesuai untuk berbagai profil investor. (za)


