Yang dimaksudnya ialah pamer menujukkan (mendemonstrasikan) sesuatu yang dimiliki kepada orang lain dengan maksud memperlihatkan kelebihan atau keunggulan untuk menyombongkan diri. Riya adalah penyakit hati yang harus dihindari karena dapat merusak amal kebaikan manusia, didalam Al-Qur’an disebutkan orang yang berbuat riya termasuk menyombongkan diri.
Orang yang berbuat riya tidak akan mendapat apapun atas kebaikan yang mereka kerjakan, lebih lanjut perbuatan riya dilarang dalam Islam bahkan riya disebut termasuk dosa dari jenis Syirik.
Riya adalah perbuatan yang dilakukan untuk mendapatkan pujian dari orang lain, perbuatan riya termasuk jenis syirik tersembunyi dan termasuk penyakit jiwa.
Dalam sabdanya Rasulullah Saw “Takutlah kalian kepada syirik kecil, kemudian para sahabat bertanya wahai Rasulullah apa itu syirik kecil? Rasulullah menjawab yaitu “Syifat riya” (pamer-diri), kelak dihari pembalasan ALLAH mengatakan kepada mereka yang memiliki sifat riya “Pergilah kalian kepada mereka yang dalu pernah memperlihatkan amal kalian kepada mereka semasa hidup di dunia. Lihatlah apakah kalian memperoleh imbalan pahala dari mereka.
(Hr Imam Ahmad).
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan pahala sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti perasaan si penerima, seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada ALLAH dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang diatasnya ada tanah kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, maka menjadi bersih tidak bertanah. Mereka tidak menguasai sedikitpun dariapa yang ia usahakan dan ALLAH tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang Kafir.
(Al-Baqarah : 264).
(gwa-patriot-bangsa).


