Google search engine
HomeUncategorizedAnakku Ndak Nurut

Anakku Ndak Nurut

https://www.facebook.com/share/p/16or2Th8zJ/

Tidak sedikit orang tua yang mengalami problematika anak-anaknya, salah satunya adalah problematika anak tidak nurut ketika diperintah. Lebih-lebih lagi dizaman gadget sekarang ini, anak-anak cenderung cukup sulit untuk diperintah. Mereka lebih asyik dengan gadgetnya dibanding perintah orang tuanya.

Mari kita sejenak membaca dan merenungkan kandungan dari surat Ash-Shaffat ayat yang ke – 102 ;

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ ٱلسَّعْىَ قَالَ يَٰبُنَىَّ إِنِّىٓ أَرَىٰ فِى ٱلْمَنَامِ أَنِّىٓ أَذْبَحُكَ فَٱنظُرْ مَاذَا تَرَىٰ قَالَ يَٰٓأَبَتِ ٱفْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِىٓ إِن شَآءَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلصَّٰبِرِينَ

“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. (Ash-Shafat : 102)

Disaat kondisi Nabi Ibrahim ‘alaihissalam mulai melemah (menginjak usia 100 tahun) dan anaknya Nabi Ismail ‘alaihissalam berada di usia belasan tahun, maka memuncaklah rasa cinta Nabi Ibrahim ‘alaihissalam kepada puteranya, karena sang anak sudah mulai bisa membantu bapaknya. Namun disaat kondisi puncak ini, Nabi Ibrahim ‘alaihissalam diberi perintah ALLAH subhanahu wa ta’ala untuk menyembelih puteranya.

Tentu ini adalah ujian yang sangat berat, yang tidak bisa menghadapinya kecuali orang-orang pilihan ALLAH subhanahu wa ta’ala. Namun sungguh sangat mengagumkan jawaban sang anak, ketika bapaknya menyampaikan perintah dari Rab-nya malah dia menjawab, “Hai bapakku, lakukanlah apa yang diperintahkan kepadamu ; insyaALLAH kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang bersabar. ”

Subhanallah, sungguh jawaban yang sangat mengagumkan, sungguh Nabi Ismail ‘alaihissalam adalah anak yang suangat sholih dan sangat berbakti kepada kepada bapaknya, padahal beliau (Nabi Ismail ‘alaihissalam) pada waktu itu ;
1. Akan disembelih bapaknya (atas perintah ALLAH) dan konsekuensinya hilang nyawanya,
2. Dalam usia belasan tahun (usia untuk kondisi anak saat ini kalau diperintah banyak berkelit atau bahkan membantah),
3. Nabi Ismail ‘alaihissalam jarang bertemu dengan bapaknya, karena tempat tinggal beliau (Mekah) jauh sekali dengan tempat tinggal bapaknya (Palestina).

Lalu apa rahasia dibalik semua itu ?

1. Kesholihan orang tua
Kesholihan orang tua sangat berpengaruh kepada kesholihan anaknya. Lihatlah bagaimana ALLAH subhanahu wa ta’ala menjaga harta anak yatim disebabkan kesholihan orang tuanya.

وَأَمَّا ٱلْجِدَارُ فَكَانَ لِغُلَٰمَيْنِ يَتِيمَيْنِ فِى ٱلْمَدِينَةِ وَكَانَ تَحْتَهُۥ كَنزٌ لَّهُمَا وَكَانَ أَبُوهُمَا صَٰلِحًا فَأَرَادَ رَبُّكَ أَن يَبْلُغَآ أَشُدَّهُمَا وَيَسْتَخْرِجَا كَنزَهُمَا رَحْمَةً مِّن رَّبِّكَ وَمَا فَعَلْتُهُۥ عَنْ أَمْرِى ذَٰلِكَ تَأْوِيلُ مَا لَمْ تَسْطِع عَّلَيْهِ صَبْرًا

“Adapun dinding rumah adalah kepunyaan dua orang anak yatim di kota itu, dan di bawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedang ayahnya adalah seorang yang saleh, maka Tuhanmu menghendaki agar supaya mereka sampai kepada kedewasaannya dan mengeluarkan simpanannya itu, sebagai rahmat dari Tuhanmu; dan bukanlah aku melakukannya itu menurut kemauanku sendiri. Demikian itu adalah tujuan perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya”. (Al Kahfi : 83).

Jika hartanya saja di jaga (berhubungan dengan kebaikan dunia), lalu bagaimana dengan kesholihan anak keturunannya. Nabi Ibrahim ‘alaihissalam adalah kekasih ALLAH subhanahu wa ta’ala, bapaknya para nabi. Nabi Ibrahim ‘alaihissalam adalah Rasul dan Nabi yang sangat sholih.

Tentu kesholihan beliau sangat berdampak kepada kesholihan puteranya Nabi Ismail ‘alaihissalam.

Maka jika ingin anak kita sholih, taat dan patuh kepada kita, maka sholihkan lah terlebih dahulu diri kita sebagai orang tua

2. Doa Nabi Ibrahim ‘alaihissalam

رَبِّ هَبْ لِى مِنَ ٱلصَّٰلِحِينَ

“Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh. (As-safat : 100).

Subhanallah walaupun beliau sudah dijuluki sebagai Khalilullah, beliau tetap berdoa kepada ALLAH untuk diberikan keturunan yang sholih. Beliau tidak menggantungkan kesholihan anak keturunan dari dirinya. Tapi Nabi Ibrahim ‘alaihissalam berdoa meminta kepada ALLAH subhanahu wa ta’ala agar diberikan keturunan yang sholih.

Maka seyogyanya kita sebagai orang tua senantiasa memohon kepada ALLAH, berdoa terus kepada ALLAH agar diberikan keturunan yang sholih.

3. Pendidikan Nabi Ibrahim
Nabi Ibrahim ‘alaihissalam mengunjungi Nabi Ismail beberapa kali setelah istrinya Hajar meninggal dunia. Kunjungan ini disamping untuk melepas kerinduan juga dalam rangka mendidik puteranya Nabi Ismail ‘alaihissalam.

Lihatlah bagaimana Nabi Ibrahim mendidik Nabi Ismail ‘alaihissalam ketika :
1. Memerintahkan Nabi Ismail ‘alaihissalam menceraikan istrinya yang kurang bersyukur dengan keadaaan hidup Nabi Ismail ‘alaihissalam,

2. Memerintahkan Nabi Ismail ‘alaihissalam mempertahankan istrinya yang yang bersyukur dengan keadaaan hidup Nabi Ismail ‘alaihissalam.

Disini ada pendidikan kepada Nabi Ismail ‘alaihissalam agar memilih istri yang sholih. Karena istri yang sholih adalah salah sebab kebahagiaan rumah tangga dan didapatkannya keturunan yang sholih.

Baca

Dua Istri Nabi Isma’il

https://rumaysho.com/21160-menceraikan-istri-atas-permintaan-orang-tua-kisah-ismail-dan-istrinya.html

Maka kita sebagai orang tua, punya tanggung jawab dalam mendidik anak-anak kita. Jangan cuek dan acuh terhadap pendidikan anak-anak kita.

4. Taufik dari ALLAH
Taufik dari ALLAH subhanahu wa ta’ala senantiasa merupakan faktor terbesar kesholihan seorang anak. Karena ALLAH subhanahu wa ta’ala yang hanya memiliki hak prerogatif untuk memberikan petunjuk kepada hamba- hamba-Nya.

مَن يَهْدِ ٱللَّهُ فَهُوَ ٱلْمُهْتَدِى وَمَن يُضْلِلْ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْخَٰسِرُونَ

“Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka merekalah orang-orang yang merugi. (Al – A’raf : 178).

Kita memohon kepada ALLAH subhanahu wa ta’ala agar kita diberikan keturunan yang sholih dan sholihah… aamiin.

Wallahu a’lam.

(gwa-majelis-ilmu-3).

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments