JAKARTA-kanalsembilan.com (9 Nopember 2025)
Aktivitas perdagangan aset kripto di Indonesia juga menunjukkan tren positif. Hingga Oktober 2025 terdapat 1.301 aset kripto yang dapat diperdagangkan dan 29 entitas berizin di ekosistem perdagangan kripto, meliputi 1 bursa, 1 lembaga kliring, 2 kustodian, dan 25 pedagang aset keuangan digital (PAKD).
OJK juga telah menyetujui 5 lembaga penunjang (4 penyedia jasa pembayaran dan 1 bank penyimpan dana konsumen) serta tengah mengevaluasi 14 permohonan baru.
Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan dan Komunikasi OJK, M. Ismail Riyadi mengatakan jumlah konsumen kripto mencapai 18,61 juta, naik 2,95% dari bulan sebelumnya.
Nilai transaksi Oktober 2025 melonjak menjadi Rp49,28 triliun, naik 27,64% dibandingkan September, dengan total transaksi tahun berjalan mencapai Rp409,56 triliun. Kenaikan ini mencerminkan kepercayaan konsumen dan kondisi pasar yang tetap solid.
Hackathon OJK–Ekraf 2025 (8 Oktober–15 November 2025) bersama Kementerian Ekonomi Kreatif untuk memperkuat inovasi digital dan ekonomi kreatif.
Program Digitalisasi Ekosistem Sapi Perah di Malang (14 Oktober 2025) bekerja sama dengan ILO dan SECO Swiss, guna meningkatkan inklusi keuangan bagi UMKM peternak melalui penerapan sistem ERP yang terintegrasi dengan PKA dan PAJK.
Sultan Muda Digination Fest 2025 di Palembang (17–19 Oktober 2025), hasil kerja sama dengan Pemprov Sumatera Selatan, untuk memperluas literasi keuangan di kalangan generasi muda.
Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Akuntansi Aset Kripto (20 Oktober 2025) bersama Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), guna menyamakan interpretasi akuntansi aset kripto sesuai Buletin Implementasi Volume 8.
Sebagai puncak kolaborasi inovasi keuangan digital tahun ini, OJK dan Bank Indonesia menggelar Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) dan Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE) 2025 pada 30 Oktober – 1 November 2025.
Acara gabungan perdana ini menghadirkan lebih dari 50 narasumber ahli, 20 sesi diskusi, dan 40 booth inovasi, dengan total 12.000 peserta luring dan 5.500 peserta daring.
Hackathon BI–OJK 2025 mencatat 2.336 peserta dan 743 proposal, dengan 10 finalis terbaik terpilih dari kategori profesional dan mahasiswa.
Dengan berbagai capaian tersebut, OJK menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem inovasi keuangan digital yang inklusif, aman, dan berdaya saing, serta menjaga stabilitas sektor jasa keuangan di tengah pesatnya perkembangan teknologi. (za).


