SEHARI SATU AYAT / HADITS ﷺ EDISI 55
Assalāmu‘alaikum warahmatullāhi wabarakātuh
Sahabat yang dirahmati Allah,
Doa ini termasuk di antara dzikir yang dipanjatkan Nabi ﷺ sebagai permohonan agar tubuh dan penglihatan dijaga, serta agar nikmat itu tetap menjadi bagian dari kita.
اَللّٰهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ جَسَدِيْ، وَعَافِنِيْ فِيْ بَصَرِيْ، وَاجْعَلْهُ الْوَارِثَ مِنِّيْ، لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ، الْحَلِيْمُ الْكَرِيمُ، سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِين
Allahumma ‘āfinī fī jasadī, wa ‘āfinī fī basharī, waj‘alhu al-wāritha minnī, lā ilāha illā anta, al-ḥalīmu al-karīm, subḥānallāhi rabbil-‘arsyil-‘aẓīm, wal-ḥamdu lillāhi rabbil-‘ālamīn.
“Ya Allah, beri aku keselamatan pada tubuhku. Ya Allah, beri aku keselamatan pada penglihatanku. Dan jadikanlah penglihatan itu sebagai waris dariku. Tiada ilah yang benar kecuali Engkau, Yang Maha Penyabar lagi Maha Pemurah. Mahasuci Allah Rabb ‘Arsy yang Agung, dan segala puji bagi Allah Rabb semesta alam.”
Dasar Hadits / Sumber Riwayat
1). Riwayat: Doa serupa disebut dalam Sunan Abu Dāwūd no. 5090 (dengan redaksi “اللهم عافني في بدني …”) dalam kumpulan dzikir pagi dan sore.
2). Juga disebut di kitab-kitab dzikir seperti “شروح حصن المسلم” (syaruh Hisn al-Muslim) yang menjelaskan makna redaksinya.
3). Kondisi sanad dan derajat: di antara para ulama ada yang mempertimbangkan sanad hadits tersebut “hasan” atau menguatkan redaksinya. Misalnya, dalam Dorar al-Sunnah dan syarah-syarah hadis disebut bahwa redaksinya dipertahankan dan dibicarakan maknanya.
Penjelasan / Syarḥ
1). Makna “عَافِنِي فِي جَسَدِي” → Memohon agar Allah menjaga agar tubuh ini terhindar dari penyakit, kerusakan, kelemahan yang menghalangi ibadah.
2). Makna “وَعَافِنِي فِي بَصَرِي” → Khususnya memohon agar penglihatan tetap baik, karena mata adalah salah satu pintu utama manusia berinteraksi dunia dan memahami ayat-ayat Allah.
3). Makna “وَاجْعَلْهُ الْوَارِثَ مِنِّي” → Agar nikmat penglihatan itu diwariskan dalam arti: tetap menjadi bagian dari kita hingga akhir hidup, tidak dicabut sebelum semestinya.
4). Penyebutan sifat Allah “الْحَلِيْمُ الْكَرِيمُ” → Menunjukkan bahwa keselamatan dan perlindungan itu hanya mungkin dari Allah yang Maha Sabar dan Maha Pemurah.
5). Pengagungan “سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ” → Menegaskan kebesaran-Nya dan pengampunan-Nya terhadap doa makhluk-Nya.
6). Penutupan “وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِين” → Ungkapan syukur atas semua nikmat, termasuk nikmat kesehatan dan penglihatan.
Dalam syarah Hisn al-Muslim disebut bahwa redaksi “عافني في بدني … في سمعي … في بصري” digunakan secara paralel dalam dzikir pagi & sore, dan bahwa meskipun disebut “بدني” yang mencakup seluruh jasad, namun “pendengaran (سمعي)” dan “penglihatan (بصري)” dikhususkan karena keduanya adalah panca indera utama yang “menuju hati” baik dalam menerima kebaikan maupun kejahatan.
Ayat-ayat Al-Qur’an Terkait & Tafsir Singkat
1). QS. Ash-Syu‘arā’ (26): 80 — وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ
“Dan apabila aku sakit, Dia-lah yang menyembuhkan aku.” → Menunjukkan prinsip bahwa kesembuhan sejati hanya dari Allah.
2). Terkait nikmat penglihatan, dalam Al-Qur’an Allah menyebutkan banyak ayat yang mengajak manusia agar “maka apakah mereka tidak memperhatikan mata mereka?” (lihat berbagai ayat pemikiran).
3). Tentang sifat Allah Maha Pengasih dan Maha Pemurah, ayat-ayat seperti Ar-Rahmān dan Al-Kareem memperkuat bahwa Dia memberi nikmat, menjaga, dan mengampuni.
Hikmah dari Doa Ini
1). Menyadarkan kita akan kefanaan tubuh dan pentingnya menjaga kesehatan agar dapat beribadah.
2). Menegaskan bahwa indera khususnya penglihatan sangat penting, sehingga kita hendaknya memohon agar tetap dalam keadaan baik dan tidak direnggut sebelum waktunya.
3). Menyelaraskan harapan dunia & akhirat: bukan hanya sehat duniawi, tetapi terjaga agar bisa terus beribadah.
4). Memperkuat ikatan “hamba kepada Tuhan” melalui pengakuan sifat-sifat Allah (Karîm, Halîm) dan menyebutkan kebesaran-Nya.
5). Mengajari adab dalam doa: meminta, mengenal Allah, mensucikan-Nya, dan kemudian memuji-Nya.
Relevansi di Zaman Now
1). Di era teknologi & polusi, gangguan penglihatan & penyakit makin berpotensi muncul doa ini relevan agar mata tetap sehat.
2). Banyak orang hidup lama, namun dalam kondisi lemah atau sakit doa ini mengajak agar kualitas hidup tetap baik sampai akhir.
3). Sebagai pengingat bahwa kesehatan bukan sekadar urusan medis, tetapi bagian dari ibadah dan amanah.
4). Membantu menjaga fokus kita: ketika mata sehat, kita bisa membaca Al-Qur’an, berdakwah, bekerja, dan beribadah dengan baik.
Kesimpulan & Penutup
Doa ini merupakan permohonan ringkas tapi sangat padat makna: memohon keselamatan jasmani, menjaga penglihatan, agar nikmat tersebut menjadi warisan dalam kehidupan kita, seraya mengenal Allah dengan sifat-sifat-Nya dan memuji-Nya. Semoga kita konsisten membacanya di pagi dan sore, agar Allah melindungi tubuh, indera, dan iman kita hingga ajal menemui kita dalam keadaan baik. Āmīn.
📢 Mari kita sebarkan kebaikan: salin dan bagikan doa ini bersama transliterasi & arti agar jamaah & keluarga juga merasakan manfaatnya.
وَاللَّهُ يَقُولُ الْحَقَّ وَهُوَ يَهْدِي السَّبِيلَ
Wa-llāhu yaqūlul-ḥaqqa wa huwa yahdīs-sabīl
“Allah berkata benar, dan Dia menunjukkan jalan yang lurus.”
(QS. Al-Ahzab: 4 – penggalan ayat)
📢 Sukseskan Gerakan Sholat Berjamaah di Masjid:
1. Hadir takbiratul ihram bersama imam.
2. Rebut shaf pertama dalam shalat berjamaah.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
📝✍️ Dinukil oleh: Alfaqir ilallah Mangesti Waluyo Sedjati
(Ketua KBIHU Baitul Izzah Sidoarjo | Hp/WA: 0811.33.5297)
🌐 Follow us:
🔹 WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/H25OZuZUuW2EytV2tbCilf
🔹 Chanel Telegram: https://t.me/kajianBaitulIzzah
🔁 Bantu Sebarkan!
Bagi yang ingin hidup lebih terang dalam iman, lebih kuat dalam menghadapi fitnah zaman, dan lebih dalam mengenal Rabb-nya, bacakan dan bagikanlah doa Rasulullah ini.


