JENDELA FAJAR
SABTU
24 SYAFAR 1448H
08 AGUSTUS 2026M
MENGULANG KAJI
بِسۡـــــــــمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡـمَـٰنِ ٱلرَّحِــــيمِ
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ.
Allah ﷻ berfirman:
قُلْ مَنْ يُنَجِّيكُمْ مِنْ ظُلُمَاتِ الْبَرِّ وَالْبَحْرِ تَدْعُونَهُ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً لَئِنْ أَنْجَانَا مِنْ هَذِهِ لَنَكُونَنَّ مِنَ الشَّاكِرِينَ
Artinya: “Katakanlah, ‘Siapakah yang dapat menyelamatkan kamu dari bencana di darat dan di laut, ketika kamu berdoa kepada-Nya dengan rendah hati dan suara yang lembut seraya berkata: ‘Sesungguhnya jika Dia menyelamatkan kami dari bencana ini, tentulah kami termasuk orang-orang yang bersyukur.'” (QS. Al-An’am 6:63)
Doa merupakan ibadah yang sangat agung sekaligus bukti nyata tauhid seorang hamba kepada Allah ﷻ. Ketika seluruh ikhtiar telah dilakukan, doa menjadi pengakuan bahwa hanya Allah-lah Dzat Yang Mahakuasa menentukan hasil dari setiap usaha manusia.
Allah ﷻ berfirman:
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ
Artinya: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku akan mengabulkan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk ke dalam neraka Jahanam dalam keadaan hina.” (QS. Ghafir 40:60)
Di tengah kehidupan modern saat ini, ketika manusia merasa mampu menyelesaikan berbagai persoalan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, kecerdasan buatan (AI), dan kemajuan peradaban, sesungguhnya manusia tetaplah makhluk yang lemah. Sebuah bencana alam, wabah penyakit, konflik, krisis ekonomi, atau musibah yang datang tiba-tiba mampu menyadarkan bahwa tidak ada kekuatan yang mampu menandingi kekuasaan Allah ﷻ.
Karena itulah, seorang mukmin tidak pernah meninggalkan doa dalam setiap keadaan. Ia berdoa bukan hanya ketika berada dalam kesulitan, tetapi juga ketika memperoleh nikmat sebagai bentuk syukur kepada Rabb semesta alam.
Allah ﷻ berfirman:
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ
Artinya: “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku.” (QS. Al-Baqarah 2:186)
Sungguh, banyak orang mengira bahwa doa hanya dikabulkan apabila apa yang diminta langsung terwujud. Padahal, Rasulullah ﷺ mengajarkan bahwa setiap doa seorang mukmin tidak pernah sia-sia selama tidak berisi dosa dan tidak memutuskan silaturahmi.
Kadang Allah ﷻ mengabulkannya dengan segera, kadang menundanya karena Allah mengetahui waktu terbaik, dan kadang Allah menggantinya dengan perlindungan dari musibah atau menyimpannya sebagai pahala di akhirat. Inilah bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Seorang mukmin tidak pernah rugi karena berdoa.
Rasulullah ﷺ bersabda:
لَيْسَ شَيْءٌ أَكْرَمَ عَلَى اللَّهِ تَعَالَى مِنَ الدُّعَاءِ
Artinya: “Tidak ada sesuatu yang lebih mulia di sisi Allah daripada doa.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)
Fenomena yang sering terjadi pada zaman sekarang adalah manusia begitu dekat kepada Allah ketika tertimpa musibah, tetapi kembali lalai setelah memperoleh kelapangan.
Padahal, seorang mukmin diperintahkan untuk senantiasa berdoa dalam setiap keadaan; ketika sehat maupun sakit, ketika lapang maupun sempit, ketika berhasil maupun gagal. Hubungan dengan Allah bukan hanya dibangun ketika membutuhkan pertolongan, tetapi dipelihara sepanjang hidup.
Allah ﷻ berfirman:
أَمَّنْ يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ…
Artinya: “Bukankah Dia yang memperkenankan doa orang yang berada dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, menghilangkan kesusahan…” (QS. An-Naml 27:62)
https://chat.whatsapp.com/CSLHUBLSK91IBWjevvomYR
Rasulullah ﷺ mengingatkan agar seorang mukmin berdoa dengan hati yang penuh harap, yakin akan rahmat Allah, dan tidak tergesa-gesa. Beliau bersabda ﷺ :
ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالإِجَابَةِ ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالإِجَابَةِ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لاَ يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لاَهٍ
Artinya : “Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai.” (HR. Tirmidzi)
Keyakinan kepada Allah akan melahirkan ketenangan jiwa, optimisme, kesabaran, dan semangat untuk terus berikhtiar. Sebaliknya, putus asa merupakan salah satu pintu yang sering dimanfaatkan setan untuk melemahkan keimanan seorang hamba.
Doa adalah senjata orang-orang beriman, bukan karena doa menggantikan usaha, tetapi karena doa menyempurnakan setiap ikhtiar yang dilakukan. Seorang mukmin bekerja dengan sungguh-sungguh, berusaha dengan maksimal, kemudian menyerahkan hasilnya kepada Allah ﷻ dengan penuh tawakal.
Di tengah berbagai ujian kehidupan saat ini krisis moral, tekanan ekonomi, bencana alam, konflik kemanusiaan, dan berbagai persoalan keluarga marilah kita memperbanyak doa, memperbaiki ibadah, memperkuat tawakal, dan memperbanyak istighfar. Yakinlah bahwa tidak ada doa yang dipanjatkan dengan ikhlas akan sia-sia di sisi Allah ﷻ.
Wallahu A’lam Bissowab
SEMOGA BERMANFAAT
Silahkan dishare tanpa merubah tulisan
Group Media Informasi Islam
https://chat.whatsapp.com/CSLHUBLSK91IBWjevvomYR
(gwa-swhs-ayat).


