SURABAYA-kanalsembilan.com (9 Mei 2025)
DPD Partai Golkar Jawa Timur resmi membuka pendaftaran calon ketua DPD tingkat I Provinsi periode 2025-2030 pada hari ini, Jumat, 9 Mei 2025. Pendaftaran dibuka hingga pukul 17.00 WIB. Menariknya, hingga saat ini baru satu calon yang memastikan diri akan mendaftar, yaitu Ali Mufhti, Wakil Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur sekaligus Anggota DPR RI Dapil Jatim VII.
Ketua Steering Committee Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Golkar Jatim, Heri Sugihono, menjelaskan bahwa Musda akan berlangsung pada 9-10 Mei 2025. Hari pertama diperuntukkan bagi pendaftaran calon ketua, sementara hari kedua akan dibuka secara resmi oleh Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia.
Heri merinci sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi calon ketua, antara lain: minimal menjadi anggota selama lima tahun berturut-turut, berpendidikan minimal S1, memiliki prestasi dan dedikasi yang baik, serta tidak pernah terlibat dalam G-30S/PKI. Calon juga harus didukung oleh minimal 30% pemegang hak suara (dari total 40 suara yang terdiri dari 38 suara DPD II Kabupaten/Kota, 1 suara dari Hasta Karya, dan 1 suara dari organisasi yang didirikan Partai Golkar). Calon yang tidak memenuhi persyaratan tersebut harus mendapat persetujuan dari Ketua Umum DPP Partai Golkar.
“Kalau tidak tercatat sebagai pengurus, maka wajib membawa surat dari Ketua Umum Bapak Bahlil Lahadalia,” tegas Heri.
Ali Mufhti, yang juga Plt Ketua DPD PG Ponorogo, telah menyatakan kesiapannya untuk mendaftar. Dukungan terhadapnya juga tampak kuat, dengan Ketua DPD II Golkar Sidoarjo, Adam Rusydi, menyatakan bahwa seluruh DPD II se-Jawa Timur sepakat mendukung Ali Mufhti untuk melanjutkan kepemimpinan Sarmuji.
Jika hanya Ali Mufhti yang mendaftar, maka besar kemungkinan pemilihan ketua DPD Golkar Jatim akan berlangsung secara aklamasi. Musda Partai Golkar Jawa Timur ini menjadi sorotan mengingat pentingnya kepemimpinan partai di tingkat provinsi.
[11.35, 10/5/2025] Imam Republika: Karnaval Budaya Meriah Tutup Munas VII APEKSI 2025 di Surabaya
Surabaya, 9 Mei 2025 – Munas VII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2025 di Surabaya ditutup dengan meriahnya Karnaval Budaya bertema “Light Culture Parade” pada Jumat malam (9/5/2025). Acara ini menampilkan beragam seni dan budaya dari berbagai kota di Indonesia, menjadi puncak dari rangkaian kegiatan Munas.
Kota Surabaya, sebagai tuan rumah, turut berpartisipasi dengan menampilkan kesenian tradisional Manten Pegon. Delegasi dari berbagai kota lainnya, termasuk Palembang, Batu, Balikpapan, Banjarmasin, dan Tangerang Selatan, juga menampilkan atraksi budaya yang memukau.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, yang baru saja terpilih kembali sebagai Ketua Dewan APEKSI periode 2025-2030, menyampaikan bahwa karnaval ini menjadi bukti nyata keberagaman Indonesia. Ia menekankan pentingnya persatuan dan silaturahmi antar daerah melalui kolaborasi budaya dan pariwisata.
“Melalui karnaval ini, kita mempererat tali silaturahmi dan persaudaraan dari berbagai suku dan daerah. Dengan budaya, kita dipersatukan, dengan wisata, kita satu saudara. Inilah esensi penting APEKSI: dipersatukan oleh budaya, dipersatukan oleh wisata, dipersatukan oleh hati,” ujar Eri Cahyadi.
Eri juga menyampaikan permohonan maaf atas kesan kurang ramah dari warga Surabaya, menekankan bahwa di balik sikap tegas, tersimpan hati yang lembut. Karnaval Budaya ini diharapkan dapat memperkuat persatuan dan kerukunan antar kota di Indonesia. Acara ini sukses menjadi penutup yang spektakuler bagi Munas VII APEKSI 2025. (za).


