SURABAYA-kanalsembilan.com (13/6/2025)
Di tengah derasnya arus digitalisasi, PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) terus hadir memberi makna lebih dari sekadar penyedia energi.
Kali ini, PLN menunjukkan komitmennya dalam memajukan dunia pendidikan melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli, dengan menyelenggarakan Pelatihan Digitalisasi bagi Guru Madrasah Aliyah Nahdlatul Athfal di Sampang, Madura.
Tak hanya pelatihan, PLN juga menyerahkan 13 unit laptop sebagai peralatan pendukung pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK), membekali para pendidik dengan fasilitas untuk mengembangkan metode belajar yang lebih relevan dan interaktif.
“Guru adalah pilar utama dalam membentuk masa depan anak bangsa. Dalam era digital ini, mereka dituntut untuk terus berkembang dan adaptif. Karena itulah PLN hadir untuk memberikan dukungan nyata agar para guru siap menjadi agen perubahan,” ungkap Handy Wihartady, General Manager PLN UIT JBM, Kamis (12/6/2025).
PLN percaya bahwa digitalisasi bukan sekadar tren, tapi kebutuhan. Dengan guru yang kompeten secara digital, siswa akan memiliki lebih banyak akses terhadap ilmu pengetahuan dan pengalaman belajar yang lebih luas. Hal ini pada akhirnya akan melahirkan generasi muda yang unggul, kreatif, dan siap bersaing di era global.
Sebanyak 35 guru dari Madrasah Aliyah Nahdlatul Athfal telah mengikuti pelatihan yang dirancang untuk membekali mereka dengan keterampilan TIK, membuka jalan menuju sistem pembelajaran yang lebih modern, efektif, dan menyenangkan.
“Kami sangat mengapresiasi perhatian dan dukungan PLN. Pelatihan ini menjadi titik awal bagi para guru kami untuk lebih percaya diri dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam proses belajar mengajar,” tutur Ahmad Faisol Musta’in, Kepala Sekolah Madrasah Aliyah Nahdlatul Athfal. (za).


