Kata Sabt (السبت) secara bahasa berasal dari kata Sabata (سبت) yang berarti putus atau istirahat (al-qath’u atau ar-raah).
Dalam tradisi samawi terdahulu, hari Sabtu diyakini sebagai hari di mana Allah SWT menyelesaikan penciptaan makhluk-makhluk dalam enam masa, lalu Dia “beristirahat” (tidak menciptakan apa-apa lagi pada hari tersebut)—keyakinan yang kemudian diluruskan oleh Al-Qur’an bahwa Allah tidak merasa lelah sedikit pun setelah menciptakannya (QS. Qaf: 38). (za).


