๐ Taujih Jumโat Mubarok ๐
Barangsiapa menjadikan dunia sebagai tujuan hidup utama, lalu mengabaikan akhirat, maka hidupnya akan diliputi kegelisahan dan ketidakpastian. Allah akan mencerai-beraikan urusannya, menanamkan rasa kekurangan di hatinya, dan meskipun ia mengejar dunia, tak akan ia peroleh kecuali sebatas apa yang telah ditetapkan untuknya.
Namun sebaliknya, siapa yang menjadikan akhirat sebagai orientasi utama hidupnyaโmencari ridho Allah dalam segala halโniscaya Allah akan memperbaiki seluruh urusannya. Hatinyapun dipenuhi kekayaan (kepuasan batin), dan dunia akan datang kepadanya dalam keadaan tunduk.
Rasulullah ๏ทบ bersabda:
> โBarangsiapa yang tujuan hidupnya adalah dunia, Allah akan menceraiberaikan urusannya, menjadikan kefakiran di kedua pelupuk matanya, dan ia tidak mendapatkan dunia kecuali sebatas yang telah ditetapkan. Sedangkan barangsiapa yang niat hidupnya adalah negeri akhirat, Allah akan mengumpulkan urusannya, menjadikan kekayaan di hatinya, dan dunia akan mendatanginya dalam keadaan hina.โ
(HR. Ibnu Majah No. 4105)
Syariat Islam mengajarkan banyak sifat yang berorientasi akhirat, namun jika diterapkan dalam kehidupan dunia, akan melahirkan kesuksesan pula: seperti amanah, disiplin waktu, kerja keras, dan semangat membantu sesama. Inilah nilai-nilai yang menjadi fondasi sukses di dunia karena berpangkal dari iman dan takwa.
Orientasi akhirat hanya dimiliki oleh orang-orang yang beriman. Maka, Allah berikan kelapangan dalam hidupnya, kebahagiaan dalam hatinya, serta keberkahan dalam urusannyaโhal yang tak bisa dibeli oleh kekayaan dunia.
Para salafush shalih berkata:
> โSeandainya para raja dan bangsawan tahu kenikmatan yang kami rasakan dalam hati, niscaya mereka akan merebutnya dari kami dengan pedang.โ
(Rawฤโiสฟ at-Tafsฤซr, Ibnu Rajab, 2/134)
Namun kenikmatan itu tak bisa direbut, sebab tempatnya ada di dalam hati.
๐ซ Semoga hidup kita senantiasa diarahkan hanya untuk meraih ridha Allah, sehingga dunia dan akhirat menjadi milik kita. Aamiin.
(gwa-saudara-muslim-2).


