SURABAYA-kanalsembilan.com (22 Juli 2026)
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur merilis Berita Resmi Statistik (BRS) edisi Juni 2026 yang memotret perkembangan berbagai indikator ekonomi strategis di Jawa Timur, mulai dari inflasi, Nilai Tukar Petani (NTP), perdagangan luar negeri, pariwisata, hingga transportasi.
Rilis tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BPS Provinsi Jawa Timur, Ir. Herum Fajarwati, M.M., dalam konferensi pers di Surabaya, Selasa (2/6/2026).
Herum menjelaskan, kondisi perekonomian Jawa Timur selama Mei 2026 menunjukkan dinamika yang beragam. Sejumlah indikator mencatat perbaikan, meski beberapa sektor masih menghadapi tantangan akibat perubahan permintaan pasar dan mobilitas masyarakat.
Inflasi Tahunan 3,49 Persen
BPS mencatat Jawa Timur mengalami inflasi year-on-year (y-on-y) sebesar 3,49 persen pada Mei 2026 dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 111,83.
Sementara itu, inflasi month-to-month (m-to-m) tercatat 0,28 persen, sedangkan inflasi year-to-date (y-to-d) mencapai 1,43 persen.
Kelompok pengeluaran yang menjadi penyumbang utama inflasi tahunan meliputi:
Makanan, minuman, dan tembakau: 1,57 persen
Perawatan pribadi dan jasa lainnya: 0,75 persen
Transportasi: 0,41 persen
Penyediaan makanan dan minuman/restoran: 0,23 persen
Pendidikan: 0,14 persen
Secara wilayah, inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Sumenep sebesar 5,12 persen, sedangkan inflasi terendah tercatat di Kabupaten Tulungagung sebesar 2,84 persen.
Perkembangan inflasi Jawa Timur sepanjang 2026 masih berfluktuasi. Setelah mencapai 4,88 persen pada Februari, inflasi turun menjadi 3,79 persen pada Maret, kembali melandai menjadi 2,85 persen pada April, kemudian meningkat menjadi 3,49 persen pada Mei.
Nilai Tukar Petani Meningkat
Di sektor pertanian, Nilai Tukar Petani (NTP) Jawa Timur pada Mei 2026 tercatat 120,33, meningkat 3,32 persen dibandingkan April 2026.
Sementara Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) naik 3,24 persen menjadi 125,84.
Peningkatan NTP dipengaruhi oleh:
Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik 3,76 persen.
Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) naik 0,43 persen.
Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) naik 0,50 persen.
Berdasarkan subsektor, kenaikan NTP tertinggi terjadi pada:
Hortikultura: 11,77 persen
Tanaman pangan: 2,67 persen
Peternakan: 0,84 persen
Sedangkan subsektor yang mengalami penurunan adalah:
Tanaman perkebunan rakyat: 1,05 persen
Perikanan: 1,08 persen
Komoditas yang mendorong kenaikan harga di tingkat petani antara lain cabai rawit yang naik 16,33 persen, bawang merah 11,56 persen, serta bakalan sapi 5,40 persen.
Ekspor Tumbuh, Impor Masih Lebih Tinggi
Selama Januari–April 2026, nilai ekspor Jawa Timur mencapai US$8,52 miliar, meningkat 2,57 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Di sisi lain, nilai impor mencapai US$10,39 miliar, atau naik 7,31 persen secara tahunan, sehingga neraca perdagangan masih mengalami defisit.
Rinciannya:
Ekspor migas: US$0,15 miliar
Impor migas: US$1,65 miliar
Ekspor nonmigas: US$8,38 miliar
Impor nonmigas: US$8,74 miliar
Negara tujuan ekspor nonmigas dengan surplus terbesar adalah:
Amerika Serikat: US$733,61 juta
Jepang: US$506,39 juta
Malaysia: US$314,80 juta
Sedangkan defisit perdagangan nonmigas terbesar berasal dari:
Tiongkok: US$1,224 miliar
Brasil: US$369,75 juta
Argentina: US$261,77 juta
Wisatawan Mancanegara Meningkat
Sektor pariwisata menunjukkan tren positif. Jumlah wisatawan mancanegara yang datang melalui pintu masuk Jawa Timur pada April 2026 mencapai 31.339 kunjungan, meningkat 26,37 persen dibandingkan April 2025 yang tercatat sebanyak 24.800 kunjungan.
Wisatawan didominasi oleh:
Tiongkok: 36,46 persen
Malaysia: 20,30 persen
Singapura: 6,55 persen
Thailand: 5,66 persen
Taiwan: 1,86 persen
Sebaliknya, perjalanan wisatawan nusantara mengalami penurunan menjadi 15,40 juta perjalanan, turun 38,95 persen dibandingkan April tahun lalu.
Okupansi Hotel Mulai Membaik
Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang pada April 2026 tercatat 46,80 persen.
Angka tersebut memang turun 3,01 poin dibandingkan April 2025, namun meningkat 3,38 poin dibandingkan Maret 2026.
Sementara itu, TPK hotel nonbintang dan akomodasi lainnya naik menjadi 22,59 persen, atau meningkat 3,12 poin dibanding bulan sebelumnya.
Rata-rata lama menginap tamu di hotel berbintang mencapai 1,35 malam, naik tipis 0,02 malam dibandingkan Maret 2026.
Mobilitas Transportasi Tetap Tinggi
Pada sektor transportasi, jumlah penumpang pesawat domestik yang berangkat dari Jawa Timur pada April 2026 mencapai 498,38 ribu orang, sedangkan penumpang datang sebanyak 400,79 ribu orang.
Untuk penerbangan internasional tercatat:
Penumpang datang: 97,15 ribu orang
Penumpang berangkat: 85,61 ribu orang
Angkutan laut mencatat:
Penumpang berangkat: 250,46 ribu orang
Penumpang datang: 146,38 ribu orang
Sementara jumlah penumpang kereta api mencapai 2,46 juta orang, sedikit menurun dibandingkan Maret 2026 yang mencapai 2,58 juta orang.
Aktivitas logistik juga tetap terjaga. Pada April 2026, volume muatan barang domestik melalui angkutan udara mencapai 3,72 ribu ton, sedangkan volume bongkar barang domestik sekitar 40,2 ribu ton.
Herum Fajarwati menegaskan, seluruh indikator dalam Berita Resmi Statistik tersebut menjadi gambaran kondisi terkini perekonomian Jawa Timur dan diharapkan menjadi dasar bagi pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, serta masyarakat dalam menyusun kebijakan dan strategi pembangunan ekonomi di tengah dinamika ekonomi global maupun nasional.(za).


