JAKARTA-kanalsembilan.com (27 Januari 2026)
Seiring menguatnya integrasi ekonomi ASEAN, kerja sama lintas negara di bidang persaingan usaha dinilai semakin mendesak. Untuk menjawab tantangan tersebut, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mendorong lahir dan berkembangnya organisasi masyarakat yang fokus pada isu persaingan usaha,
Ini agar dapat berperan lebih efektif, profesional, dan berkelanjutan dalam mendukung kebijakan serta penegakan hukum persaingan usaha di kawasan Asia Tenggara.
Ketua KPPU M. Fanshurullah Asa menyampaikan bahwa peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan untuk mendukung pencapaian ASEAN Competition Action Plan (ACAP) 2026–2030, khususnya dalam mewujudkan pasar yang adil dan kompetitif di kawasan (to foster fair markets in the region).
Hal tersebut disampaikan Fanshurullah saat menerima kunjungan mantan Anggota KPPU Periode I sekaligus Dewan Penasihat ASEAN Competition Institute (ACI), Soy M. Pardede, di Gedung KPPU Jakarta, Rabu (14/1).
Pertemuan tersebut juga dihadiri M. Syarkawi Rauf, Ketua ACI yang pernah menjabat sebagai Ketua KPPU pada 2015.
Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas peran strategis organisasi masyarakat sebagai institusi pendukung pengembangan kebijakan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang persaingan usaha, khususnya di kawasan ASEAN.
Ketua KPPU menegaskan komitmen lembaganya untuk terus mendukung kerja sama dengan berbagai organisasi masyarakat yang bergerak di bidang persaingan usaha. Saat ini, KPPU mencatat telah berkembang sejumlah organisasi masyarakat di Indonesia yang fokus pada isu tersebut, antara lain AMCO, FCN, ICLA, dan FDPU.
Melalui ACI—sebuah institut yang diinisiasi sejak 2008 untuk kepentingan Indonesia dan Asia Tenggara—KPPU menilai keberadaan organisasi masyarakat tersebut memiliki kontribusi penting dalam mendorong terciptanya kawasan yang lebih kompetitif.
“Indonesia harus tetap menjadi contoh negara dengan pertumbuhan persaingan usaha yang signifikan. Salah satunya melalui penguatan peran serta masyarakat dalam mendukung tujuan persaingan usaha di kawasan.
Inisiatif Pak Soy M. Pardede, sebagai figur penting dalam awal perkembangan persaingan usaha di ASEAN, sangat krusial untuk mendorong terciptanya kawasan ASEAN yang kompetitif,” ujar Fanshurullah.
Lebih lanjut, KPPU menilai penguatan peran organisasi masyarakat perlu diiringi dengan penataan kelembagaan yang lebih baik. Langkah ini penting agar ACI dapat berkembang lebih besar, dikelola secara profesional, memiliki keberlanjutan jangka panjang, serta mampu memperluas jejaring kerja sama dengan otoritas persaingan usaha di negara-negara ASEAN maupun mitra internasional lainnya.
KPPU juga mendorong ACI untuk secara aktif membangun komunikasi dan koordinasi dengan mantan pimpinan otoritas persaingan usaha, pelaku usaha, serta kalangan akademisi di ASEAN. Upaya ini dinilai strategis untuk memperkuat posisi organisasi masyarakat sebagai mitra utama dalam pengembangan kebijakan dan penegakan hukum persaingan usaha di kawasan. (za).


